• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia


Judul             : Menuju(h)
Penulis     : Aan Syafrani, Iru Irawan, Mahir Pradana, Maradilla Syachridar, Sundea, Theoresia Rumthe dan Valiant Budi.
Penerbit      : GagasMedia (2012)
Halaman      : 250 hlm

Buku ini adalah persembahan dari @salamatahari (Sundea) atas terpilihnya fotoku dalam #KuisMenujuh yang diadakan @salamatahari dan @GagasMedia. Kumpulan cerita ini adalah buku kumpulan cerita kedua setelah Filosofi Kopi yang menjadi salah satu favoritku.

Menuju(h) bercerita tentang hari-hari yang bercerita. Hari-hari yang membentang selama satu minggu penuh. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu.

“Hari punya sistem pergantian yang teratur sehingga ia tak pernah merasa sesak karena ditinggalkan” – Menuju(h)

Ya, begitulah hari. Dia setia mengiringi manusia dalam pergiliran waktu.
Buku ini penuh warna. Masing-masing perncerita memiliki warna dan cara. Mencipta cerita berdasarkan nama hari-hari. Warna Senin tak sama dengan Kamis dan begitulah seterusnya. Mereka bercerita dengan hari-hari. Menghasilkan satu minggu penuh warna dan makna yang berwujud buku Menuju(h) ini.

Dan Jum’at, cerita di hari ini menjadi yang paling berkesan untukku.

Mahir Pradana.
Dia menulis dan bercerita tentang hari Jum’at. Dua ceritanya ‘Follow Friday’ dan ‘Moonliner’ adalah dua cerita yang terhubung, atau memang satu kesatuan cerita? Aku langsung menyukai sosok Safir meski di ‘Follow Friday’ dia jadi yang terintimidasi tapi itulaj proses dimana seseorang mulai menyadari bahwa dirinya pantas untuk mimpi yang lebih besar. Safir, sunggu dia akan menjadi penulis hebat masa depan.

‘Moonliner’ membawanya pada sebuah pemberhentian yang dia tuju, hati Regina. Jika kamu, Safir, benar ada, aku pasti akan senang membaca tulisan-tulisanmu.

Kak Mahir, Safir ini Kak Mahir sendiri, ya? Hihihi ^_^

Aku suka Menuju(h). Satu minggu yang berwarna-warni. Salut untuk ketujuh pencerita. Seandainya seminggu ada delapan hari, aku ingin menyelip di antara kalian. ^_^

Aku jatuh hati pada cover dan ilustrasinya. Jeffri Fernando selalu membingkis buku GagasMedia sehingga menawan hati. Dan untuk Lala Bohang, ilustratornya. Aku suka sekali visual yang kakak buat. It seems like to be childish drawings but they name their character!
Judul: I For You
Penulis: Orizuka
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 379 halaman
ISBN: 978-979-780-554-8
Tahun: 2012 cetakan kedua

I FOR YOU – Cinta yang selalu menjagaku


Princessa dan Benji memang ditakdirkan untuk selamanya. Itulah yang seharusnya. Namun, suatu ketika tameng yang selama ini menjaga mereka untuk tetap bersama mulai perlahan-lahan pudar karena suatu hal yang bernama cinta. Bagaimana jadinya apabila kisah dongeng berakhir tidak seperti dongeng-dongeng putri dan pangerannya? Tidak ada ‘dan mereka pun bahagian selamanya...’ untuk mengakhiri kisah mereka? Bagaimana jika putri yang seharusnya dijaga oleh seorang yang sudah dijadikan pangeran baginya menemukan sosok pangeran lain? Dan bagaimanakah kisah pangeran yang tidak bisa memilih antara tanggung jawab dan hatinya? Surya dan Bulan hanya kakak-adik yang hidup dalam tekanan kesusahan ekonomi setelah kedua orang tua mereka meninggal. Kehidupan mereka tidak lagi sama seperti remaja-remaja lainnya yang diwarnai dengan hura-hura, bersenang-senang, bermalas-malasan dan pacaran.

Bagi Surya hal yang menduduki peringkat nomor satu dalam hidupnya adalah belajar, suatu janji yang dulu belum sempat dia buktikan pada ayah dan ibunya. Surya hanya ingin fokus hingga dia mencapai apa yang dia impikan namun saat seorang putri manja dan polos masuk ke hari-harinya, ke hidupnya... Surya mulai tidak mengerti mengapa hatinya justru bertolak belakang dengan otaknya. Bulan yang sehari-harinya harus mengurus rumah, menyiapkan roti untuk
dijual di kantin sekolah menjadi gadis yang sangat kuat, lebih kuat daripada yang Benji duga. Sosoknya yang sederhana menyimpan kekuatan yang begitu besar, hingga seolah tidak ada lagi yang bisa melindunginya membuat Benji selalu merasa remeh saat bertemu dengannya.



Princessa – bermata hazel, berambut cokelat yang indah, namun sifat terus terangnya terkadang membuatnya terkesan sombong dan tidak peduli. Tidak ada yang tidak ingin seperi dia, semuanya ingin menjadi seorang putri yang memiliki pangeran seperti Benji, menjadi Cessa.

Benjamin (Benji) – sosok pangeran sempurna, tampan, baik hati dan...hm, dia memang seorang pangeran.

Surya – cowok jutek nan galak ini memang harus diacungi jempol, kegeniusannya memang sudah terbukti. Namun memang menjadi Surya tidaklah mudah.

Bulan – sederhana dan bercahaya seperti bulan. Kesederhanaanya membuat seorang pangeran seperti Benji bahkan merasa Bulan telah ‘memanah hatinya’.



Mereka dipertemukan, disatukan lalu dipisahkan. Semuanya harus menerima keadaan yang tidak mereka pahami, hati mereka pun tidak mempercayai mengapa semua itu harus terjadi. Yang mereka harus lakukan hanyalah untuk saling mempercayai. Untuk saling mempercayai bahwa mereka ada diperuntukkan satu sama lain, saling melengkapi.

“Nggak semua fakta harus dikatakan” – Benji

“Tidak semua permintaan maaf harus diterima” – Benji

“Selambat apapun lo jalan, gue ikutin:” – Surya



Kisah I For You ini mengingatkan aku pada suatu novel karya Winna Efendi berjudul Remember When yang mengisahkan empat orang, (Moses, Freya, Adrian dan Gia), sedangkan disini ada Surya, Cessa, Benji dan Bulan. Keempat-empatnya memiliki kisah yang sangat berbeda, namun ada benang merah yang sama. Kalau mau tahu ya beli dan baca dua-duanya saja (Remember When dan I For You). Sama-sama menyentuh di hati.

Mungkin semuanya pun sudah tahu nama Orizuka di dunia kepenulisan dan novelis, penulis yang satu ini memang memiliki something special yang selalu diwujudkan dalam buku-bukunya. Meskipun idenya sangat sederhana dan bahkan sudah pernah ada dan dibuat, kelebihan seorang penulis terletak bagaimana dia menyampaikan dan merangkai ide tersebut menjadi sesuatu yang berbeda. Dan Kak Orizuka, you did it awesome! Karena hal-hal seperti inilah yang membuat saya juga selalu berpacu ingin menjadi penulis yang bisa membuat hal sederhana menjadi luar biasa, one of my best inspiration is Orizuka and her novels. Meskipun dulu aku melewatkan karya-karya terdahulu kak Orizuka, aku yakin mereka semua pasti bagus. Sejauh ini aku sudah membaca, (Oppa and I, Fate, Infinitely Yours, Best Friends Forever, dan I For You) dan semuanya benar-benar sederhana namun memiliki keistimewaan tersendiri. Someday I want my own novels becomes as touching as Kak Orizuka’s! hehehehe.

So, I Married the Anti-fan


Judul : So, I Married the Anti-fan
Penulis : Kim Eun Jeong
Genre : Romance, comedy
Kategori : Fiksi, novel terjemahan
ISBN : 978-602-98325-4-9
Tebal : 550 hlmn
Harga : Rp. 60.000 (PO Rp. 54.000+ongkir)
Terbit : Maret 2012

Sinopsis

Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea. Tapi… Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan

Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti. Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikitpun maka mereka tidak segan-segan untuk bertindak.

(untuk info lengkapnya silakan berkunjung ke Penerbit Haru atau ke Twitter @penerbitharu)

====================================================================
My Antifan Story: Jika Aku Idola dan bertemu Antifan-ku


Just The Way My Antifans Hate Me


“Hai,” suaraku kuusahakan terdengar tenang dengan senyum tertarik manis di wajah. Tapi pemuda di depanku malah menyipitkan mata padaku dan berkerut kening. Senyumanku tidak dibalas, senyum yang sudah kulukis dengan kanvas wajah terbaikku dan ketulusan yang masih tersisa dari panggung konser yang baru saja aku turuni. Tapi, pemuda berjaket hitam dengan tulisan ‘Hate You’ itu membuatku terpaku dan menelan ludah. “Dia antifanku,”

Well, berbicara tentang idola dan antifan adalah hal yang sangat menarik. Semua yang diidolakan pasti memiliki kubu berseberangan, kubu yang tidak menyukainya atau alih-alih menyukai, mereka membencinya dan menyebut kubu mereka Antifan. Sebagai idola, keberadaan antifan itu juga merupakan suatu titik penting, sama seperti fans. Membayangkan diri saya dielu-elukan oleh fans yang mencintai saya namun di sisi lain, sekelompok orang mencibir dan merendahkan pasti kecewa rasanya. Dan apa lagi jika bertemu langsung, bertatap muka dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Pastilah antifan saya itu akan memicing ke arah saya dengan dahi berkerut dan diikuti kata-kata yang tidak enak didengar. Tatapan benci bagi siapapun tidak menyenangkan, apa lagi bagi idola yang banyak dicintai tapi juga banyak dibenci. Yah, serba salah memang. Sebagai idola saya nggak bisa memaksa mereka untuk berhenti menjadi antifan, terlebih meminta mereka untuk menyukai saya. Seandainya saya menjadi idola, lalu di suatu kesempatan setelah menggelar konser atau apa, dan bertemu dengan seorang antifan... saya akan tersenyum lembut karena saya tidak membenci antifan, meskipun mereka secara nyata membenci saya. :D. Bersikap seperti apa adanya, dan mencoba mencari hal apa yang salah pada diri saya hingga dia menjadi antifan saya.

Katakanlah saya seorang penyanyi wanita tersohor di antero dunia, kemudian harus menikah dengan orang yang sudah dijodohkan orang tua dan bingo! Dia adalah antifan saya. Setengah bencana, setengah anugerah. Saya harus bersiap-siap menjalani hidup dengan orang yang tidak menyukai saya dan mencoba untuk membuatnya menyukai saya, in case dalam keadaan seperti itu. Tapi hal yang lebih penting adalah, antifan bukan hanya sekedar orang-orang yang anti pada kita (idola), mereka adalah pengingat bagi idola untuk terus memperbaiki diri, berinstrospeksi diri dari apa-apa yang mereka kritikkan pada kita. Antifan itu justru menjadikan dunia idola menjadi lengkap. Dunia idola harus tetap seimbang dengan adanya fans dan antifans.

Tapi di sisi lain saya yakin, tidak ada yang abadi di dunia ini. Bahkan bisa saja seorang antifan akan berubah menjadi big fan yang justru mendukung idolanya suatu saat. Bukan berarti hal itu tidak mungkin, karena setiap hal memiliki kemungkinan. Begitu juga fans, mereka pun bisa berubah, yang tidak terlalu parah mungkin mereka tidak lagi mengidolakan saya, atau mengidolakan idola lain. Itu bukan suatu masalah yang harus dibesar-besarkan bagi saya. Tapi jika fan malah berubah menjadi antifan, itu artinya saya sudah tidak berhasil menjadi idola yang fans saya harapkan dan itulah waktu saya sebagai idola, untuk memperbaiki diri lagi.

“Jadi, apa yang kamu sukai dariku?”

Manekin yang mungkin terbuat dari es itu tidak bergeming atau tampak ingin menjawab. Tangannya berkacak pinggang sedangkan matanya memicing dengan seribu alasan dia membenci seorang superstar sepertiku ini, aku mencari-cari dari sekilan ribu alasan itu, berharap ada satu hal yang dia sukai dariku.

“Yang aku suka, yang aku suka aku membencimu,”

Aku menelan ludah, baiklah...aku ini bintang terkenal, wanita pula...jadi aku tidak akan bersikap sembarangan, “Kau tahu kenapa aku tidak menghalangimu dan teman-temanmu yang membenciku itu merusak konserku tadi? Kau tahu alasan aku diam saja saat kalian melemparkan telur ke panggung tadi?”

Aku akui antifanku ini mirip dengan idolaku sendiri, seorang aktor film action yang sudah merajai perfilman internasional, tapi dia membenciku.

“Karena aku mencintai antifans-ku, aku menyayangi mereka,”

Dia terbelalak hingga manik matanya nyaris jatuh ke lantai. Sebelum dia semakin tidak percaya aku lanjutkan kalimatku, “Kau, ya..memang antifanku. Tapi bagaimana jika idola yang kau benci ini mencintai antifans-nya?” aku tidak tahu jika dia semakin tersentak kaget. “Eh...aku bukan bermaksud aku mengatakan aku mencintaimu lo, yaa...”

Dia pingsan.


Sekian.

@sofiadhe ditulis dalam rangka partisipasi dalam Kuis My Antifan Story oleh Penerbit Haru ^_^
Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd