• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia

(pic: google)

Jenny Han
Penerbit Spring
356 hlm, September 2015

Masih dalam maraton reading challege tahun ini bersama Reight Book Club, bulan Mei ini adalah bulan Romance. Jujur sejujurnya, aku sedikit banyak menghindari membaca kisah-kisah yang melankolis, romantis ataupun erotis. Entahlah, rasanya setiap kali aku memegang buku dengan sampul bernuansa romantis dan manis, dalam hati aku meringis. Kapan hari-hariku sewarna dengan sampul novel-novel romance yang ada di rak bukuku. Dan aku pun sadar bahwa sebagian besar buku milikku yang ada adalah romance dari remaja hingga dewasa muda, beberapa ada juga sih yang dewasa (ehem). Dan kenapa aku jadi curcol di review buku yang harusnya profesional ini? Oke, aku mulai membuat diriku sendiri tampak menyedihkan di laman yang harusnya menampilkan reviewku yang memang sebagian besar adalah curhatan (selama membaca buku dan yang berkaitan dengan buku). Oke, pada dasarnya saya cenderung curcol saat menulis. -__-

Untuk genre Romance bulai Mei, aku memilih buku sekuel dari ‘To All The Boys I’ve Loved Before’ karangan Jenny Han yang berjudul ‘P.S. I Still Love You’. Sebelumnya aku sudah membaca buku pertamanya dan benar-benar gemas dan kesal dengan Lara Jean. Bagaimana kisahnya di buku sekuelnya ini? Makin menarik tentunya.

Sinopsis
Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter. Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.
Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali. Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Ringkasan
Kisah Lara Jean dan Peter Kavinsky ternyata berlanjut. Yang tadinya hanya sandiwara kini benar-benar dilakoni keduanya. Kontrak pura-pura pacaran tempo hari, yang menarik permasalahan untuk mendatangi hidup Lara Jean yang aman dan tenang-tenang saja dan mengguncangnya. Lara Jean benar-benar menulis surat cintanya lagi kepada Peter dan ingin menyerahkan surat itu pada pemuda tersebut. Begitu perasaan Lara Jean yang sebenarnya diketahui oleh Peter, mereka pun kembali terjalin dalam hubungan. Kali ini sungguhan. Oh betapa Lara Jean adalah gadis yang paling beruntung.




Judul: Time After Time
Penulis: Aditia Yudis
Penerbit: Gagasmedia
Tahun: 2015
Halaman: 280 hlm
ISBN: 9789797807894
Genre: fantasy, romance, time travel

Waktu bisa saja mengelabuimu
Mengambil yang kau inginkan. Menjauhkan yang kau impikan. Memberi yang tak pernah kau harapkan. Mendatangkan seseorang yang nyaris tak kau duga.
Lewat sebuah paket misterius, pintu masa lalu terbuka. Kau tiba-tiba saja diberi kesempatan menelusuri rahasia. Akankah kau mengambil kesempatan yang mungkin hanya ada dalam dongeng belaka?
Lasja yang masih berkabung atas kematian ayahnya memutuskan mengambil kesempatan ini. Ada kenangan indah bersama sang Ayah yang ingin ia ulang. Ada rahasia tentang Ibu yang ingin ia ketahui kebenarannya.
Namun ada kalanya, masa lalu memang seharusnya dibiarkan menjadi masa lalu. Perjalanan waktu itu seharusnya tak pernah terjadi. Untuk apa jika hanya membuatnya kehilangan lagi?
Ketika kehilangan satu hal, kau akan mendapatkan hal lain yang lebih berarti. Lasja pernah percaya akan hal itu. Tetapi, tidak kali ini, ketika tidak hanya cinta, masa lalu pun ternyata mengkhianatinya.
Ia hanya ingin kembali, bagaimanapun caranya. Akankah waktu mampu membawa gadis itu kembali juga membuatnya jatuh cinta sekali lagi?

~ First Impression ~
Pertama kali tahu tentang novel ini lewat gambar yang diunggah sama Adit di facebooknya. Aku masih ingat gambar itu sebuah tagline tentang novel terbarunya ini. Dan aku langsung antusias tak sabar ingin novel itu cepat terbit. Kali ini Adit memberikan sentuhan fantasi dalam kisah romannya. Selain itu akhirnya Gagasmedia memberikan sentuhan berbeda pada karya-karya yang diterbitkannya karena sejauh ini aku belum pernah tahu ada genre fantasi yang diterbitkan Gagasmedia. Dan ketika semua proses menunggu novel ini selesai dan covernya diunggah secara resmi oleh Gagasmedia, aku semakin berharap bisa mengikuti kisah Lasja dalam Time After Time. Ohya, novel ini merupakan seri Time Travel yang dikeluarkan oleh Gagasmedia tahun ini. Setelah sukses dengan seri Setiap Tempat Punya Cerita, seri 7 Deadly Sins, tahun ini Gagasmedia memiliki banyak proyek buku seri yang segenre meskipun tidak secara cerita saling berhubungan. Selain seri Time Travel ini adalah seri Love Cycle.

Sebagai penyuka fantasi dan sci-fi—meskipun belum bisa dikatakan fans beneran—aku selalu tertarik dengan sesuatu yang bernapaskan fantasi dan sci-fi. Pengetahuanku tentang karya-karya fantasi dan sci-fi sendiri pun sama sekali tidak bisa dikatakan banyak. Selain itu, belum banyak penulis tanah air yang memfokuskan dan mengkhususkan diri sebagai penulis fiksi ilmiah dan fantasi secara penuh. Dan ketika novel ini rilis, aku beneran nggak sabar pengen baca!



Judul               : To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis            : Jenny Han
Penerbit          : Penerbit Spring
Tahun terbit   : April, 2015 (cetakan pertama)
Halaman         : 380 hlm
ISBN               : 9786027150515
Genre              : Novel Remaja, Terjemahan
Penerjemah    : Airien Kusumawardani

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.
Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.
Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya dan cowok terkeren di sekolah.

S
ebelumnya aku ingin berterima kasih kepada Penerbit Spring dan @Libri Ra karena berkat blog tour dan giveaway-nya aku bisa mendapatkan novel keren ini! Aku juga sangat menikmati event blog tour ini dan berhasil mengikuti hampir seluruh blog tour dan giveawaynya. Tapi sayang sekali aku tidak bisa ikut kuis Finale-nya karena ada masalah dengan laptop. Tetapi, rasanya mendapatkan novel To All The Boys I’ve Loved Before saja ini sudah sangat aku syukuri dan ini membuatku sangat senang. Baru novel ini yang bisa kulibas habis hanya dalam waktu singkat tahun ini! Aku hanya butuh waktu satu kali duduk selama tiga jam mulai jam dua belas malam sampai jam tiga pagi untuk mengikuti kisah Lara Jean dan surat-surat cintanya.
~ First Impression ~
Kurasa bukan aku saja yang jatuh hati pada novel ini karena sampulnya yang sangat cantik. Penampilan novel ini dengan sampul yang sudah terkonsep sangat matang ini sangat menarik. Selain enak dipandang, sampul To All The Boys I’ve Loved Before ini menurutku sudah sebagus poster film. Konsep yang begitu matang dan terencana terlihat jelas dari sampulnya dan juga model yang menjadi Lara Jean di sampul tersebut sungguh amat mendekati kemiripan dengan tokoh Lara Jean.
Dari segi ceritanya, kisah Lara Jean sudah menarik untuk dibaca. Di zaman modern seperti sekarang cewek seperti apa sih yang masih menulis surat diam-diam untuk cowok yang dia taksir? Bagaimana nasib cewek itu kalau sampai surat-suratnya diterima oleh orang-orang yang dia tulis dalam surat cintanya? Ini mungkin bukan ide paling brilian, tetapi kisah Lara Jean sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Mass Market Paperback, 264 pages
Published January 22nd 2015 by Gramedia Pustaka Utama
original title Ally: All These Lives
ISBN 139786020308845
 SINOPSIS

Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?


Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata “pulang” punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk “pulang”? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya. 

With You [book review]

Judul: With You

Penulis: Christian Simamora & Orizuka (GagasDuet)

Penerbit: GagasMedia

Halaman: 298 hlm

ISBN: 9797805735

Ini adalah salah satu novel GagasDuet yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca Beautiful Mistake dan With You adalah GagasDuet adalah yang kedua. Saya memang agak ketinggalan, tapi tidak ingin melewatkan novel yang well, saya tahu dari teman-teman kalau GagasDuet Kak Chris dan Kak Orizuka ini bikin geger, dalam arti yang positif tentunya.

Duet Gagas kali ini emang rada-rada kontroversial, *ciee...lebay deeh...* karena kiblat dan aliran Kak Chris dan partnernya Kak Orizuka yang melenceng jauuuuh. Tulisan-tulisan kak Chris terkenal dengan gaya centil, romansa yang meletup-letup dan membuat berdebar jantung yang membacanya, (catet, dari judul-judul buku yang udah Kak Chris tulisan aja udah jelas banget kayak gimana ngegemesinnya tulisan kak Chris itu kaan?) dan Kak Orizuka yang memiliki penulisan yang kalem, teen-centered, melow seperti naik kano di danau paling tenang di dunia namun selalu memberikan kesan mendalam hingga terakhir-terakhir aku nangis baca buku Kak Orizuka yang berjudul Fate, lalu I For You yang juga diterbitkan oleh GagasMedia.

With You terdiri dari dua kisah yang masing-masing ditulis oleh Kak Chris dan Kak Orizuka. Cinderella Rockefella oleh Christian Simamora dan Sunrise oleh Orizuka. Dan berikut adalah review dari saya untuk masing-masing novela ini.

Cinderella Rockefella by Christian Simamora

Gaya centil, meletup-letup, dan selalu menyajikan suatu kisah dengan cara yang membawa nuansa santai dan mengalir selancar air terjun Niagara, Kak Chris emang rajanya bikin pembaca dag-dig-dug seperti yang dirasakan oleh karakter-karakter dalam novela ini. Memang sih saya baru kali ini membaca tulisan kak Chris, tapi dari beberapa teman yang saya jumpai, mereka selalu bilang kalau novel-novel kak Chris emang bener-bener maknyus. Cara bertutur yang terkesan ngeflow dan nggak dibuat-buat melankolis-malah terkesan cablak dan blak-blakan-membuat gaya penulisan seperti Kak Chris ini meninggalkan kesan ‘iiih, gemesss!’ di tengah perjalanan membaca hingga sampai di kata terakhir novelnya.

Dan Oh well, seriously! Abis baca Cinderella Rockefella biasanya di otakku akan berputar lagu apa yang seolah disetel otomatis untuk menyesuaikan kesanku setelah membaca. Dan apa lagu yang saat itu berdendang dalam benakku? Melinda – Cinta Satu Malam, OOOMAIGAT! Cindy beneran jatuh cinta dalam waktu semalaman! GILEEE, Jere kayaknya udah ngejampi-jampiin Cindy lewat kesederhanaan dan apa adanya cowok itu. Dan oh, shit, I gotta say it! And they’re tryin’ to attract one each other! Aku kadang gak terlalu suka sama romansa yang hanya didasari oleh ketertarikan fisik, (say it, dari penceritaan antara Cindy dan Jere udah jelas kalau fisik jadi main appeal di sini, tapi lambat laun mulai berubah dari hati ke hati, halah kayak rubrik di majalah aja.. -__-“). Tapi novela ini pengecualian, begitu membaca, aku terhipnotis sama cara kak Chris bercerita. OMG, master Chris emang jago bikin pembacanya ketawa-ketiwi-merengut-ketawa-senyum-senyum-merengut lagi-lalu akhirnya bilang ‘haaah, ya ampuuun...gemes deh gue!’

Abis baca tulisannya Kak Chris bentuk dan cara mereviewku jadi rada-rada nggak biasa yah...kok aku jadi ikutan centil, sih? Whooaa...

Sunrise by Orizuka

Khas Kak Orizuka. Cerita manis, bergaya remaja yang ringan dan mengalir seperti air mancur yang tenang tapi ada kejutan-kejutan manis yang terselip di scene atau plotnya. Tidak seperti Kak Chris yang hampir selalu membuat pembacanya kipas-kipas karena saking panasnya plot antara Cindy and Jere. Dua gabungan novella yang istimewa, seratus delapan puluh derajat berbeda tapi dengan cantiknya membuat kesan yang sulit dilupakan. Ide cerita di Sunrise ini menurutku tidak terlalu baru (tentang pasangan yang baru putus lalu balikan), tapi selalu Kak Orizuka membungkus kisahnya dengan ide-ide cemerlang lainnya. Memberikan sentuhan romantic dan exotic pantai dan laut di Karimunjawa sukses membawaku merasakan seolah-olah cerita ini bergerak seperti FTV yang kadang aku tonton sepulang dari kampus. Hahaha. Pesona Karimunjawa memang menjadi titik daya tarik dan poin plus. Tapi kisah-kisah antara Juna dan Lyla itulah yang membuatku kadang tersenyum dengan haru dan menahan tawa karena masa remaja mereka. Ungkapan-ungkapan yang dipakai Kak Orizuka inilah yang selalu menarik, membuat gaya penulisannya tidak membosankan dan berciri khas.

Dan patutlah saya memberikan bintang lima dari lima yang saya punya untuk duet ini. It’s totally different but damn so touching! After you stroke down from the roller-coaster effect as you finished reading Cinderella Rockefella, you are to dance slowly but gracefully like you’re dancing on the ocean’s wave when you’re in Sunrise pages. Believe me or not!

Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd