• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia
Judul: I For You
Penulis: Orizuka
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 379 halaman
ISBN: 978-979-780-554-8
Tahun: 2012 cetakan kedua

I FOR YOU – Cinta yang selalu menjagaku


Princessa dan Benji memang ditakdirkan untuk selamanya. Itulah yang seharusnya. Namun, suatu ketika tameng yang selama ini menjaga mereka untuk tetap bersama mulai perlahan-lahan pudar karena suatu hal yang bernama cinta. Bagaimana jadinya apabila kisah dongeng berakhir tidak seperti dongeng-dongeng putri dan pangerannya? Tidak ada ‘dan mereka pun bahagian selamanya...’ untuk mengakhiri kisah mereka? Bagaimana jika putri yang seharusnya dijaga oleh seorang yang sudah dijadikan pangeran baginya menemukan sosok pangeran lain? Dan bagaimanakah kisah pangeran yang tidak bisa memilih antara tanggung jawab dan hatinya? Surya dan Bulan hanya kakak-adik yang hidup dalam tekanan kesusahan ekonomi setelah kedua orang tua mereka meninggal. Kehidupan mereka tidak lagi sama seperti remaja-remaja lainnya yang diwarnai dengan hura-hura, bersenang-senang, bermalas-malasan dan pacaran.

Bagi Surya hal yang menduduki peringkat nomor satu dalam hidupnya adalah belajar, suatu janji yang dulu belum sempat dia buktikan pada ayah dan ibunya. Surya hanya ingin fokus hingga dia mencapai apa yang dia impikan namun saat seorang putri manja dan polos masuk ke hari-harinya, ke hidupnya... Surya mulai tidak mengerti mengapa hatinya justru bertolak belakang dengan otaknya. Bulan yang sehari-harinya harus mengurus rumah, menyiapkan roti untuk
dijual di kantin sekolah menjadi gadis yang sangat kuat, lebih kuat daripada yang Benji duga. Sosoknya yang sederhana menyimpan kekuatan yang begitu besar, hingga seolah tidak ada lagi yang bisa melindunginya membuat Benji selalu merasa remeh saat bertemu dengannya.



Princessa – bermata hazel, berambut cokelat yang indah, namun sifat terus terangnya terkadang membuatnya terkesan sombong dan tidak peduli. Tidak ada yang tidak ingin seperi dia, semuanya ingin menjadi seorang putri yang memiliki pangeran seperti Benji, menjadi Cessa.

Benjamin (Benji) – sosok pangeran sempurna, tampan, baik hati dan...hm, dia memang seorang pangeran.

Surya – cowok jutek nan galak ini memang harus diacungi jempol, kegeniusannya memang sudah terbukti. Namun memang menjadi Surya tidaklah mudah.

Bulan – sederhana dan bercahaya seperti bulan. Kesederhanaanya membuat seorang pangeran seperti Benji bahkan merasa Bulan telah ‘memanah hatinya’.



Mereka dipertemukan, disatukan lalu dipisahkan. Semuanya harus menerima keadaan yang tidak mereka pahami, hati mereka pun tidak mempercayai mengapa semua itu harus terjadi. Yang mereka harus lakukan hanyalah untuk saling mempercayai. Untuk saling mempercayai bahwa mereka ada diperuntukkan satu sama lain, saling melengkapi.

“Nggak semua fakta harus dikatakan” – Benji

“Tidak semua permintaan maaf harus diterima” – Benji

“Selambat apapun lo jalan, gue ikutin:” – Surya



Kisah I For You ini mengingatkan aku pada suatu novel karya Winna Efendi berjudul Remember When yang mengisahkan empat orang, (Moses, Freya, Adrian dan Gia), sedangkan disini ada Surya, Cessa, Benji dan Bulan. Keempat-empatnya memiliki kisah yang sangat berbeda, namun ada benang merah yang sama. Kalau mau tahu ya beli dan baca dua-duanya saja (Remember When dan I For You). Sama-sama menyentuh di hati.

Mungkin semuanya pun sudah tahu nama Orizuka di dunia kepenulisan dan novelis, penulis yang satu ini memang memiliki something special yang selalu diwujudkan dalam buku-bukunya. Meskipun idenya sangat sederhana dan bahkan sudah pernah ada dan dibuat, kelebihan seorang penulis terletak bagaimana dia menyampaikan dan merangkai ide tersebut menjadi sesuatu yang berbeda. Dan Kak Orizuka, you did it awesome! Karena hal-hal seperti inilah yang membuat saya juga selalu berpacu ingin menjadi penulis yang bisa membuat hal sederhana menjadi luar biasa, one of my best inspiration is Orizuka and her novels. Meskipun dulu aku melewatkan karya-karya terdahulu kak Orizuka, aku yakin mereka semua pasti bagus. Sejauh ini aku sudah membaca, (Oppa and I, Fate, Infinitely Yours, Best Friends Forever, dan I For You) dan semuanya benar-benar sederhana namun memiliki keistimewaan tersendiri. Someday I want my own novels becomes as touching as Kak Orizuka’s! hehehehe.

Judul: Lola and the Boy Next Door

Penulis: Stephanie Perkins

Penerbit: Dutton Books

Halaman: 338 hlm

ISBN:9780525423287

Lola Nolan is just trying to get over her first love by keeping up her relationship with Max, her rockstar boyfriend. Lola comes to the blur of her life when her beautiful nightmare across her over the night. The twins Bells come back, the two of Bell. Calliope and Cricket Bell. Those whom Lola won’t think about even she really tries to forget that in the past they had such a frienemiship. Calliope was too much about her and always be the one who put Lola in a pair of shoe that no one would take it upon to stand on. She always has a crash with Calliope as their last broken friendship. But Cricket? Lola spends all of her life to try to over him.

When the deal with her two dads, her mother who never wants to take care of her and put Lola in Nathan dan Andy’s side while she was supposed to try a new life but always failed. And the deal with the boyfriend, Max. Lola has to proof everyboby that she’s good and deserve to get the one, the one who’s good also, the one whose name is Cricket Bell.

Cricket (geek, innocent, unforgettable)

Kisah ini mungkin mirip dengan kisah-kisah lain serupa. Tentang cinta pertama masa kecil yang tetap tinggal di hati pemiliknya. Tentang keluarga yang harus dipertahankan dan tentang mendapatkan kepercayaan orang. Lola, I say she’s a kinda talented fashion designer someday. She’s smart dan knows what she should do with the wigs, make ups, dress, boots and other accesories rather than she knows how worth she is to deserve someone like a very valuable Cricket Bell. Lola melewati hari-hari terberat dalam hidupnya. Hari-hari dia menjadi pembohong, berbohong pada Nathan dan Andy, kedua ayahnya, berbohong pada Max, pada Cricket dan pada dirinya sendiri.

Clashes and clashes are the part of life. So does it with Lola’s. When she knew that the Bell’s family set back to the house next door, she can’t imagine how to survive when the twins are always shadowing at her windows. Actually, Lola can make it easy, but the more she runs the more everything’s blurred. So Lola stop and take the decision. Desicion to let her self saying the truth. The truth that she can try to love Norah, the mother, again despite of her disapearance when Lola is still baby up to before now. It’s also about the truth that Max is not the one anymore because the one has always been Cricket.

The cherries are meeting in time. When she can see thing clearly and filled with full of Lola. Not the one who was lost and insecured. The first love meets and tied together, like what she has dreamt about. She and Cricket. Lola and the boy next door.

The story is fast moving and naughty. Very teenagers I thought, those who like something like sweets and heartwarming will like this novel. Apart from the part of how stupid Lola, but I can’t judge that the stupiness of Lola doesnt take any part of the story, stupid Lola makes it story, I just can feel a ‘click’ when she and Cricket are going so much with their unrevealed desire each other. Making me jealous so badly, I shouldn’t say that Cricket deserves someone more than Lola while the fact they seem definitely made for being together. (T_T)

It’s the first english teenage novel I read and I surprised with a lot of slangs and free compounding form of words. It’s nnice and great to see that it’s easy made the word that explain the story. Yeah, maybe i am lame for not updating this but i should fill up the blank bottle of my experience in reading teens novels. Especially those written in english. It can help my exploring english and i can increase it as well as i use it when reading. You know what, I think english in the real one is like in the novel tales. The sentences, the expression and the words play. It’s a little distraction with how dump Lola and how coward Cricket, but that’s why this story ends perfectly because it’s like what Cricket said “I know you aren’t perfect. But it’s a person’s imperfections that make them perfect for someone else.”

I LOVE CRICKET!!! @_@


Judul: Best Friends Forever

Penulis: Orizuka

Penerbit: Puspa Populer

Halaman: 168 hlm

Tahun: 2012

ISBN: 9786028287760


Persahabatan Sid, Landa, Rama dan Cokie yang memiliki kisah unik ini benar-benar menarik untuk diikuti. Sayang, HSP dan Love United aku belum membaca dua judul sebelumnya. Hehe, karena ini adalah hadiah ulang tahun dari temanku, sungguh gak nyangka kalau aku dapat novelnya Kak Orizuka. Hohoho...


Aku pikir kalau ceritanya hanya romance remaja seperti yang sudah-sudah. Tapi aku salah. Aku benar-benar salah. Meskipun ceritanya tentang remaja SMP, SMA dan kuliah sama sekali nggak segampang dan seringan teenlit-teenlit lain. Best Friends Forever cenderung mengisahkan Sid, Lando, Rama dan Cokie melalui masalah mereka masing-masing yang disampaikan oleh penulisnya dengan apik. Ide cerita apa saja pasti akan menjadi luar biasa tergantung bagaimana penulis merangkai dan mengolah emosi jalan ceritanya. Dan Best Friends Forever inilah buktinya. Aku menyukai ide-ide sederhana yang digarap menjadi luar biasa. It’s like making something special from the ordinaries. Dan sekali lagi, kak Orizuka menulisnya dengan pas. Tidak berlebihan dan tidak kurang. Semuanya pas. Hingga saat aku membacanya nggak kerasa udah berakhir ceritanya.


-Sid-

Sid diceritakan sebagai si pirang yang entah bagaimana dia mendapat rambut pirangnya itu. (Kak Orizuka, emangnya Sid kenapa ya kok rambutnya bisa pirang gitu?) hehe, karakternya periang, yang selalu jadi ice breaker bersama Julia pacarnya. Keduanya ini benar-benar cocok, si cowoknya cute dan usil, si Julia cerewet dan meletup-letup. Hahaha, mereka bikin suasana jadi nggak garing.

-Lando-

Lando. Nggak usah dipanjang-panjangin deh. Lando, ini keren, pinter tapi evil mood on-nya nggak bisa di turn off. Sampai-sampai Sid harus siap-siap kalau si Lando ngamuk. Sosok Lando ini seperti prince of ice, yak bener banget. Jika Sid ice breaker, Lando ini cool karena kepinterannya dan cool karena sikap dingin plus juteknya. Tipe-tipe kayak gini nih yang kadang malah bikin klepek-klepek. Jarang ngomong, sekalinya ngomong bikin orang beku jadi es. Whoa...prince of ice.

Rama

Si pahlawan kesiangan. Rama. Huuft. Benar kata Lando, Rama emang nggak pernah bisa berhenti mencampuri urusan orang lain. Dan memang Rama selalu bisa memecahkan masalah orang lain. Rama bahkan yang menyelamatkan Lando dari kemungkinan dia tidak bisa sekolah dan terus menjadi anak brandalan. Rama, the Hero. Yak, dia bijaksana dan suka ngasih ceramah ini itu buat nyadarin orang yang dia hadapin. Sampai-sampai Lando eneg liat Rama dan nggak tahan juga, tapi akhirnya mereka berteman juga. Rama, dia ini sosok penengah yang aduh...keren.

Cokie

Tampan. Tampan. Tampan. Apa lagi? Tampan. Duh, kayaknya Cuma itu yang bisa kubilang tentang Cokie. Eh, satu lagi. Dari keempat karakter itu. Cokie hanya satu kelebihannya, dia yang paling tampan paling banyak fansnya. -___- Cokie kelewat tampannya sih, jadi aku nggak bisa jelasin lebih. Kak Orizuka bisa menjelaskan tampannya Cokie tanpa harus menjelaskan Cokie punya ini, punya itu tapi ya yang baca pasti bayangin gimana tampannya si Cokie ini. Hebat, Kak Ori!

Huh, kayaknya kalau mau review jalan ceritanya nggak asik deh. Hehehe, karena pasti lebih seru kalau kalian dapet kejutan dengan langsung baca aja Best Friends Forever ini.

Kisah mereka berempat diawali dengan kisah Lando (mereka masih SMP nih). Mereka jadi berteman karena satu perkelahian dengan geng SMA lain yang malakin mereka. Nah lalu kisahnya masih pas mereka SMP, tapi udah kelas 9 nih ceritanya jadi udah mau jadi SMA. Nah, ini menceritakan Rama yang bertemu Lara dan seperti biasanya Rama mengurusi masalah orang lain (Lara). Setelah itu mereka lulus dan masuk SMA yang sama. Di sini mulai kisah Lando dan Aida (tapi sayang hanya sedikit). Lalu Sid dan Julia yang dapet masalah sama adik Julia. Dan pas kuliah, ganti kisahnya Cokie deh. Tapi dijamin ini keren banget. Sumpah. Kayak nonton film yang ada ‘several years ago...’ lalu berpindah jadi scene ‘several years later...’ keren deh!

Aku penasaran sama si Lando dan Aida. Gimana ceritanya mereka jadian? Hm, aku sempat berharap kalau akan ada plot tentang Lando dan Aida, udah ngarep eh ternyata udah ganti cerita. Yah, gak apa-apalah. Siapa tahu ntar kak Ori mau bikin lagi. Wehehehe. Pas baca Best Friends Forever sumpah yang ada di otakku, Harry, Liam, Zayn dan Nial yang One Direction! WHOAAA~~~

Baca BFF ini bikin aku lupa kalau novel ini hadiah ulang tahunku yang ke-20. Berasa umurku balik ke 4-5 tahun lalu deh. Hahaha. Bagi yang suka teenlit BFF cocok banget jadi bacaan pas senggang di liburan. Sekali duduk dan nggak bisa berhenti baca. And Orizuka’s novels make me want to meet her directly!!! @_@


Judul : Beautiful Mistake

Penulis: Sefryana Khairil & Prisca Primasari

Penerbit: GagasMedia (2012)

Halaman: 260 hlm

ISBN: 979-780-539-0

Well, meski agak telat membaca karya duet mbak Sefry dan mbak Prisca ini aku merasakan benang merah antara kedua kisah berbeda yang terbukukan dalam satu judul Beautiful Mistake. Dreamland dan Chokoreto memang dua kisah yang sama sekali tidak berhubungan namun punya benang merah sehingga bisa disimpulkan menjadi Beautiful Mistake. Salut untuk kedua penulis hebat ini!

Aku tidak terlalu rajin mereview buku, hanya sebagian yang jadi favortiku aku review. Karena itu mungkin reviewku terlalu dangkal, yah…hehehe, tapi memang ini yang mungkin bisa menjadi feedback dariku mengenai karya-karya penulis favoritku. Maklum ya mbak Sef, mbak Pris… :D

~~~Dreamland~~~


Ini tentang mimpi yang sudah tidak bisa Nadine lanjutkan, harapannya yang harus dia hapus. Tapi suatu ketika Nadine menemukan harapan baru dan mimpi yang baru bersama Fajar, hanya saja lelaki itu terlalu takut akan semua hal dan ragu pada mimpi yang ingin dia wujudkan bersama Nadine, sosok yang hadir dalam kehampaan yang ditinggalkan seseorang di hati Fajar. (Sedikit aja, nanti jadi spoiler gak seru, kan?)

Anyway, aku pikir kisahnya sederhana tapi penulisnya membuatnya istimewa dari caranya bertutur. Mbak Sefry yang kuketahui juga menyukai dunia fotografi seakan-akan menghadirkan sosok Nadine dari dirinya, kisah ini memang lebih baik ditulis sepanjang kisah Dreamland, tidak terlalu panjang…apabila kisah Nadine dan Fajar dijadikan satu novel sendiri mungkin tidak akan terasa ‘dreamland’nya, tidak akan menjadi seistimewa Dreamland ini. :) Aku menyukai quotes dan beberapa bagian dari Dreamland yang syarat makna. Khas mbak Sefry.

Salah satunya adalah: “Ada yang aneh dan ada yang hilang, aku coba cari ternyata nggak bisa aku temuin karena semua yang hilang itu ada di kamu.” – Dreamland by Sefryana Khairil.

Mungkin karena sudah dijatah berapa halaman, jadi kesannya plot bergerak begitu cepat. Aku agak bingung sama Fajar yang memang benar menurutku dia pengecut. Hehe, maaf ya Om Fajar, soalnya Om sih bikin mbak Nadine bingung…(iya nggak mbak Nadine?). Dan juga temennya Nadine yang terkesan tidak mendukung Nadine dan Fajar, berbeda dengan Omen yang seringkali menasihati Fajar dengan bijak. Setting Bali, fotografer dan bartender, ay! Mbak Sef, briliaant~~!

***Chokoreto***

Karya mbak Prisca identik dengan Jepang, Rusia, musik klasik, dan cokelat. Bagi mbak Prisca mungkin menulis karyanya adalah pekerjaan paling menyenangkan karena bisa menuliskan apa yang menjadi kesukaannya menjadi sebuah karya yang bisa dibaca banyak orang, menjadi lebih dari sekedar naskah, menjadi buku. :D Chokoreto…Hmm, cokelat dan musik klasik, alunan piano…yah, aku mungkin seperti Yuki dalam Chokoreto yang tidak pandai mengutarakan apa pikiran dan isi hatinya dengan mudah di depan banyak orang, tapi mungkin aku juga tidak sepandai mbak Prisca yang mampu menuliskan kisah Chokoreto menjadi begitu istimewa. :D

Masih tentang mimpi dan kenyataan yang bertolak belakang.

Akai tahu bahwa hatinya tidak berada di kafe cokelat Chokoreto karena setiap hari dia masih menyembunyikan mimpinya untuk bisa berdiri di balairung Eropa yang megah dengan piano grand gagah. Impiannya sejak dulu untuk menjadi pianis seperti yang ibunya impikan juga mau tidak mau harus menunggu atau bahkan ditinggalkan. Akai tidak ingin kehilangan ayah setelah dia kehilangan ibunya. Tapi hari itu dia tahu ada yang berubah dari dirinya, saat tetangga barunya Yuki memainkan piano mesikpun itu hanya simplifikasi dari gubahan ternama.

Yuki, nasibnya malang sekali. Dia tidak mampu mewujudkan mimpinya sendiri. Menjadi penulis ternyata tidak hanya tentang menulis, mengajukan ke penerbit, menunggu berbulan-bulan untuk tahu apakah akan terbit, menghadapi editor yang konon galak, ini itu dan lagi sebagainya, tapi juga membuatnya harus berhadapan dengan orang banyak dalam kegiatan promosi. Yuki phobia untuk berbicara di depan banyak orang, dia akan berubah kaku, seperti robot rusak saat menghadapi banyak orang. Tapi dia ingin sekali karyanya bisa dibaca banyak orang. Dan mau tidak mau dia harus berlatih untuk terbiasa berbicara di depan umum. Dan Kai-kunlah yang membantunya meniti mimpinya perlahan.

Begitu pula Yuki, dia pun membantu Akai untuk mengembalikan mimpi yang sempat Akai ingin lupakan. Karena Yukilah, Kai kembali bermain piano setelah meninggalkannya.

Bersama cokelat panas dan musik klasik, kisah Chokoreto benar-benar khas mbak Prisca. Dengan sentuhan musik klasik dan Rusia, lalu latar Jepangnya membuat Chokoreto enak dibaca. Ada juga quote favoritku. “Kita akan selalu bersama yang kita cintai…” terlepas bagaimana pengertian ‘bersama’ itu ya…aku memaknainya bersama bukan hanya kita hidup bersama orang yang kita cintai secara fisik, namun lebih. :) Hanya saja aku ingin sekali bertanya, mengapa selalu Jepang? Mengapa selalu musik klasik dan Rusia, mbak Pris? Kapan-kapan Korea atau asli Indonesia boleh juga mbak… :D hehehe.. ^^V

Beautiful Mistake. Dreamland dan Chokoreto memang dua kesalahan indah yang pada akhirnya menjadi terasa begitu benar dan indah. Disanalah benang merahnya. :-) Thanks to the duet!

…dan mungkin yang aku pahami dari novela ini adalah…

~~Terkadang kita membutuhkan orang lain untuk mewujudkan mimpi kita.~~


Juara Pertama 100% Romance Indonesia Gagasroman

Judul: Hujan dan Teduh
Penulis: Wulan Dewatra
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 256 hlm
ISBN: 9797804984

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan....




Kisah Hujan dan Teduh ini sangat tidak terduga. Gak nyangka bakalan begini ceritanya. Padahal awalnya kupikir ini cerita remaja pada umumnya, tapi...oh ternyata kejutan-kejutan yang ada di dalamnya sangat membuatku harus geleng-geleng. Dari covernya kukira ceritanya sejenis dengan Remember When atau Once Upon a Love, tapi ternyata oooh jauh berbeda..

Kelebihan dari Hujan dan Teduh ini adalah bagaimana kata-kata puitis dan imajinatif yang dipakai mbak Wulan terangkai menjadi begitu bermakna. Memang di sanalah letak poin lebih dari Hujan dan Teduh yang mungkin membuat novel ini jadi Juara Pertama Gagas Romance. Meskipun aku tidak terlalu suka jalan ceritanya yang flash back yang menurutku kurang memiliki kaitan dengan kejadian sekarang di Hujan dan Teduh.. Jadi, di novel ini diceritakan secara flash back: ada part yang menceritakan masa lalu tokoh utama kemudian dilanjutkan dengan part pada masa sekarang tokohnya berada. Menurutku kurang berkaitan antara kisah Bintang dan Kaila yang diselang-seling dengan kisah Bintang dengan Noval.

Selain itu, entah mengapa aku tidak memiliki simpati pada semua tokoh di sini. Terkadang saat membaca novel, pasti akan ada tokoh yang menjadi favoritku atau paling tidak aku simpati pada tokoh itu. Tapi di Hujan dan Teduh entah mengapa aku tidak menemukan sosok tokoh yang pas di hatiku.

Kisah ini tidak bisa ditebak. Tapi ada part yang paling aku suka, yaitu endingnya yang memberikan kesan bahwa kisah Bintang dan Noval yang seolah-olah akan berakhir putus selamanya menjadi kembali berjalan dan...akan menjadi cerita yang panjang, menjadi kisah yang panjang bagi mereka.

Yang sudah membaca novel ini bagaimana menurut kalian? It's like unpredictable story with a sweet ending story.
Judul: Fate – saat nasib mempertemukan kita [New Edition]
Penulis: Orizuka
Penerbit: Authorized Books
Halaman: 297 hlm
Tahun terbit: 2012
ISBN: 9786029689426

sinopsis:

Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.

Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengar wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.

Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.

Demi mendapat kekayaan Keluarga Jang di Indonesia, dua putra keluarga Jang harus memenuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah Keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak-beradik ini lebih mirip seperti orang asing.

Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Namun, di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, nasib berkata lain.

Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak dapat diubah dengan tangan manusia.
Benarkah demikian?

Bagaimana Min Ho dan Min Hwan menghadapi nasib mereka? Sanggupkah mereka mengubahnya?


My Review

Well, saya dipermainkan oleh mbak Orizuka lagi. Hehehe...dengan sebuntel kisah yang [lagi-lagi] membuat saya bisa tidak tidur selama semalam penuh. Setelah Infinitely Yours, Fate membuka mata saya lebar-lebar tentang banyak hal. Dan ini point yang saya dapatkan dari membaca semalam.

Fate kisah yang mempertemukan persaudaraan dengan cara yang luar biasa sulitnya...
Kisah Jang Min Ho dan Jang Min Hwan yang begitu pelik. Sangat pelik, hingga membuat penulisnya harus memberikan satu per satu clue pada pembaca untuk membawa mereka kepada puncak klimaks emosi saat membaca kisah dua saudara senasib ini. Dari segi ide cerita, Fate sangatlah mencolok...tidak hanya menghadirkan konflik keluarga yang rumit namun juga konflik perasaan yang lebih pelik dari kisahnya sendiri. Seolah-olah, setiap kali satu tokoh merasakan rasa sedih dan senang, pembaca bisa merasakannya. Mbak Orizuka berhasil menyatukan kehidupan Jang Min Ho dan Jang Min Hwan dengan pembaca. Untuk yang satu ini saya tidak bisa membagi info lebih lanjut, kalian harus membacanya!

Setting Korea-Jakarta tidak lagi penting. Jadi yang terpenting adalag teruslah membaca hingga akhir cerita. Itu. Yang paling penting.

Karakterisasi yang sangat detail namun tidak deskriptif. Inilah yang saya suka dari sebuah novel. Saya menyukai gaya penulisan yang tidak menjelaskan, namun menunjukkan bagaimana karakter dan sifat-sifat tokoh di dalamnya dengan ungkapan kata-kata tokoh itu sendiri. Dengan perilaku mereka, hal-hal yang terjadi di sekitar mereka, tanpa harus menjelaskan bahwa tokoh ini blaa..blaa..blaa... Cara seperti novel Fate ini lebih berkesan dalam di hati dan membuat siapapun pasti membayangkan bagaimana bila tokoh dalam Fate benar-benar ada.

Jang Min Ho. Sosok laki-laki dan kakak yang kuat, tenang dan penyayang yang memiliki ketakutan akan kehilangan adik-adik yang dimilikinya. Min Ho, bisa dibilang menjadi sosok sempurna karena dia kaya, tampan dan pintar. Namun siapa sangka bila nasib berkata bahwa kehidupannya tidak seindah dunia dongeng...Min Ho tetap sosok kakak yang memiliki sihir ampuh untuk meluluhkan hati, Jang Min Hwan, adiknya.

Jang Min Hwan. kasar, tak punya hati, dan menyebalkan...seperti yang dikatakan Adena tentang Min Hwan. Sosok Min Hwan menjadi yang paling sentral di kisah Fate ini. secara semuanya bersumber dari dirinya. Laki-laki ini sungguh istimewa dengan segala kenyataan pahit hidupnya yang harus dia terima. Pesonanya sebagai penderita sindrom kelebihan rasa percaya diri ini tak ayal membuat Adena harus kalang kabut untuk mengakui bahwa dia juga menyukai pemuda ini. dari caranya memperlakukan Adena....oh sungguuuuh, Min Hwan adalah pemuda kasar yang melakukan perhatian melebihi yang dia duga. Min Hwan berhasil mengambil hati Adena dan tentu saya! Oh, man...for times I’m fallin in love with an imajinary guy...and he’s a fiction character...just wondering how if I can meet a guy like Min Hwan... He could make my heart warming before it getting messed badly...dia menyentuh tepat dimana seseorang tidak bisa menyadari perhatian besar yang dia tujukan sehingga membuat orang baru menyadari bahwa kepergian Min Hwan sangat menyiksa, itu berhasil Min Hwan lakukan pada Adena...ada saya akui terjadi pada saya... HAHAHAHAA...

Adena. Gadis ini tipe yang ngangenin dan enak buat dikerjain. Setidaknya itu bagi Min Hwan, tapi bagi Min Ho dia sosok adik yang dia sayangi. Oh, benarlah kata Nicole –kekasih Min Ho-bahwa Adena sungguh beruntung disayang dua Oppa... namun Adena juga menjadi kunci pada hubungan Min Ho dan Min Hwan...seandainya saja Adena tidak ada,,,bisa dibayangkan kisah Fate tidak akan sesemarak ini.

Anyway, tentang cover new edition ini, saya lebih suka yang lama... tapi agak menyesal juga mengapa saya telat membacanya. baru setelah new edtionnya sempat baca... Saya tidak bisa berbicara banyak lagi. Fate is a must read book for everyone who wants to find a good moral lesson and a such as heartwarming love story. I gave 5 stars of 5.
Till We Meet Again by Yoana Dianika
My rating: 4 of 5 stars

Juara Ketiga 100% Roman Indonesia

Judul Novel: Till We Meet Again – menjemput cinta di Austria
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: GagasMedia
Tahun terbit: 2011
Halaman: 294 hlm

Sinopsis:

Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali.

Aku bilang, senyumannya waktu itu tak akan berarti apa-apa. Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa. Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu. Karena dia aku jadi ingin mengulang waktu.

Dan suatu hari, kami bertemu lagi.

Di saat berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama. Perasaanku melayang ke langit ketujuh karena bertemu lagi dengan dirinya. Jantungku berdetak lebih cepat seolah hendak meledak ketika berada di dekatnya. Aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin, “Ah ini bakal jadi masalah. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu,”

Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya.


My review:

Semua penulis yang diorbitkan oleh GagasMedia sepertinya harus banyak berterimakasih kepada desainer cover yang membungkus kisah indah mereka dengan sentuhan apik dan menarik. Saya tidak pernah bosan untuk mengatakan bahwa setiap kali datang ke toko buku, cover yang menarik perhatian saya pastilah novel dari GagasMedia. Till We Mee Again memiliki sentuhan musik biola dalam ceritanya, ilustrasi animatis di covernya mewakili kisah di dalamnya dengan baik. Warna dan detail bercak-bercak seperti di kertas lama membuat penampilan luar novel ini seklasik kota Wina yang menyimpan banyak hal yang classic.

Well, based on the story...ini bukan cerita yang sangat spesial atau memiliki kesan unik. Kenangan yang berkesan di masa kecil dan akhirnya bergaung hingga dewasa. Sudah dari awal mereka (tokoh) diciptakan untuk bersama oleh penulisnya. Tapi, sisi menarik dari novel ini adalah detail-detail kecil yang terselip manis dan tidak berkesan seperti narasi datar. Riset yang dilakukan kemungkinan besar memanglah cukup sulit dan mendetail, dan tentunya berhasil memulas kisah sederhana di dalamnya menjadi semakin menarik untuk dibaca.

Penuturan penulisnya pun memiliki gaya bahasa yang enak dibaca dan cukup menarik. Meski banyak notes tentang bahasa asing yang sulit dilafalkan bila sama sekali tidak mengenal bahasa Jerman. Setting Wina, Austria, sudah dipersiapkan dengan matang karena cerita di novel ini based on classical music, and as for sure Wina adalah kota musik klasik, sepertinya semua musik klasik berasal dari sana dan berkembang di sana. Makanya pemilihan setting tempat memang sangat cocok bila digabungkan dengan kisah Elena dan Chris.

Nah, cuplikan singkat saja dari saya tentang kisah di novel Till We Meet Again ini. Elena adalah anak indo Austria-Indonesia yang memiliki kenangan yang tidak bisa dia lupakan. Tentang mendiang Mom-nya dan sudut taman Stadtpark dan seorang anak laki-laki yang sudah memberinya kue khas Austria yang tidak bisa dia lupakan. Hingga mimpi untuk kembali dan mencari pangeran itu hadir dalam bentuk nyata saat Elena diizinkan kuliah di Wina.

Elena seorang violinist yang berbakat seperti ibunya menemukan kisah cintanya di sini, di kota klasik yang menyimpan banyak hal kecil yang berkesan, mulai dari bahagia hingga pilu. Elena menemukan sosok yang dia cari meskipun harus mengalami kesalahan dalam ‘meletakkan cintanya’.

Hingga Chris membeberkan yang sebenarnya, Elena menyadari betapa dia sangat bodoh karena tidak sadar bahwa pangeran kaiserschmarrn-nya sudah ada di depan matanya, selalu ada untuknya di saat tertawa dan tangisnya. Christoper von Schwind dan Elena Sebastian Admaja sudah dipertemukan kembali di bawah naungan kota Wina yang melankolis dan klasik. Menjemput cinta di Austria. More about this story, you should read by yourself, this is classical and fluid story from Yoana Dianika, it’s third winner of 100% Roman Asli Indonesia.

View all my reviews
The Windflower - Pemenang RRA Award untuk kategori Best Classic Historical Romance (1994)

Judul: The Windflower – takluk di bawah pesonamu
Penulis: Sharon dan Tom Curtis
Penerbit: GagasMedia
Alih bahasa: Endang Sulistyowati
Halaman: 626 hlm
Tahun terbit: 2011
ISBN: 9789797805142
Genre: Dewasa/Adult

Sinopsis:
Merry Wilding mendambakan petualangan... namun yang dia dapat malah penculikan dan dikirim ke kapal yang paling ditakuti di lautan.

Merry tidak punya pilihan lain kecuali tunduk pada perintah pemilik kapal, sang bajak laut misterius berambut keemasan. Dan meskipun kata-kata setajam duri sering meluncur keluar dari sana. Bibir itu juga yang mengenalkan gadis itu pada ciuman memabukkan yang tak akan pernah dia lupakan. Laki-laki itu tampak begitu berbahaya, sekaligus membuatnya hampir tak bisa bernapas karena dikuasai gairah.

Devon Crandall hanya bermaksud untuk merayu tawanannya itu sedikit dan mengorek informasi darinya. Tapi dia tidak pernah menduga sepasang mata biru milik perempuan itu bisa membuat Devon semakin mengingininya.

Sang bajak laut dan tawanannya saling membujuk, saling menggoda...siapa akhirnya yang jadi pemenangnya?


My review:

The First is always about the cover. Dari semua edisi The Windflower baik dalam bahasa inggris atau yang sudah diterjemahkan, cover dari Mbak Anissa dari GagasMedia ini yang paling bagus dan sesuai dengan mata saya. Windflower itu sendiri adalah nama sejenis bunga yang menjadi sebutan untuk Merry dari Devon. Desainnya bagus seperti sebuah lukisan cat minyak. Always nice to see the cover.

Well, seharusnya saya pikir ulang untuk membaca novel bergenre dewasa. Ingat, DE-WA-SA. Tentunya saya sempat syok dan semakin terperangah dengan plot-plot yang menggambarkan genre dewasa tersebut. Tapi di sisi lain, cerita yang ditulis oleh pasangan suami-istri Sharon dan Tom Curtis ini sebenarnya menarik, tentunya bukan dilihat dari seberapa intens adegan romantis di sini.

Kisah yang menceritakan penculikan Merry dari kapal yang akan membawanya ke Inggris menjadi semakin menegangkan dan membuat ‘petualangan’ tidak terbayangkan. Merry, gadis yang polos tidak pernah tahu dunia luar kecuali ladang jagungnya, harus berhadapan dan mengalami serangkaian kejadian yang menyedihkan, memalukan dan menegangkan bersama segerombolan perompak di Black Joke. Belum lagi dia harus berurusan dengan pria misterius bernama Devon. Devon salah satu perompak di sana. Namun pesonanya sama sekali tidak memancarkan perompak bengis dan kejam, tapi bukan berarti Devon tidak memiliki sifat perompak itu. Merry harus menerima perlakukan tidak menyenangkan bahkan menyakitkan jika Devon mulai tidak bisa menguasai akal sehatnya. Tapi saat itulah, mereka berdua mulai menyadari bahwa sejak pertemuan pertama mereka di kedai minuman, dimana Merry dibawa oleh Carl, kakaknya untuk menggambar wajah-wajah perompak itu untuk kepentingan pemerintahan Amerika, mereka sudah jatuh cinta.

Perjalanan kapal Black Joke benar-benar memberikan banyak pelajaran pada Merry. Hingga cinta yang murni itu terbukti ketika malaria menyerangnya. Devon seperti orang gila karena setiap detik dia mengkhawatirkan kondisi Merry yang semakin buruk. Di sinilah Devon menampakkan betapa dia menyayangi Merry. Namun perlahan misteri di antara Merry dan Devon yang mereka sembunyikan mulai terkuak. Sang perompak dan tawanannya, mereka sudah mengetahui rahasia mereka.

Di luar bagaimana adegan yang menurut saya terlalu ‘romantis’, saya menyukai ceritanya, kecuali pada bagian yang membuat kepala saya pening. Yah, bisa dibaca sendiri novel yang menerima anugerah RRA tahun 1994 sebagai Best Classic Historical Romance ini, asalkan sudah sesuai dengan usia (Hehehehe). Baru di bab ke-24 dari 32 bab saya menyukai kisah ini. Tentang bagaimana takdir ternyata memang sudah berkata bahwa Merry dan Devon akan bersatu, tentang cinta yang bersatu dalam sebuah pernikahan. Tidak menyangka jika hubungan ‘aneh’ sang perompak dan tawanannya yang selama di kapal menjadi semakin aneh dan menegangkan itu berakhir dengan manis. Pada bagian bab ke 32, endingnya, saya sebut itu yang manis, bukan romantis ala novel-novel bergenre dewasa, yaa...

“Merry Wilding, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan di dunia ini,” ujar Devon dengan suara yang sangat lembut, “Mungkin termasuk satu atau dua hal yang tidak kau inginkan, Tapi pertama-tama, Cinta, aku akan memberikan namaku,”

Bukankah itu bisa disebut sebuah lamaran yang sangat manis? Siapa yang menyangka jika Devon adalah seorang the Duke of Cyr?

Ada beberapa bagian yang membuat narasi menjadi terlalu membosankan dan menjenuhkan. Narasi yang terlalu bertele-tele dengan kalimat berfrase panjang memang identik terjadi di novel terjemahan karena memang bahasa awalnya, bahasa Inggris, memiliki susunan kalimat yang tidak sesederhana bahasa indonesia. Saya tidak tahu apakah plot romantis di sini yang menjadikan novel ini meraih penghargaan, apakah karena penulisnya menggambarkan bagaimana adegan dua tokoh yang saling jatuh cinta itu yang membuat novel ini istimewa? Tapi menurut saya yang membuat novel ini berkesan baik dan bagus bagi saya adalah beberapa dialog yang saya kutip dari Merry dan Devon.

Quotes:

“Betapa indahnya hidup kita. Aku memberimu hidupku dan semua momen di dalamnya,” – Merry

“Dan, aku akan memberimu hidupku, dalam kedamaian, dan jika datang cobaan yang berat, aku juga akan memberikan jiwaku padamu,” – Devon.

“Cintaku, aku akan selalu membawanya bersamaku, dan menjaganya,” – Merry.

Untuk yang ingin membaca kisah perompak dan tawanannya ini, harus membaca sendiri bagaimana petualangan dan kisah yang terjadi di atas kapal Black Joke ini. Tapi tidak disarankan untuk pembaca remaja di bawah sembilan belas tahun yaaa... Ini genrenya belum sesuai untuk yang masih unyu-unyu dan imut-imut. Masih ada novel lain yang sesuai dan bagus kok. Inget, novel juga punya standarisasi usia yang membatasi siapa boleh membaca. Jadilah pembaca yang bijak dengan memilih bacaan yang sesuai dan bermanfaat, serta mendukung usia kamu. You should find the right and appropriate one to read if you want to have good mind after reading the book. Always nice to be wise, right? Ingat itu yaa. Saya juga akan menerapkan cara ini. Setelah ini lebih baik saya mengkonsumsi genre remaja dan anak-anak saja, bagi saya sendiri saya belum pantas membaca genre dewasa, *inget usia yang remaja bukan dewasa juga bukan...*

Dan saya nggak bisa membayangkan bagaimana jika novel ini difilmkan. Oh, Tuhan, tidak... *mungkin saya nonton yang udah disensor saja deeeh..., :P* Seandainya novel ini bukan genre dewasa, atau setidaknya masih di level remaja yang ringan-ringan, saya akan menjadikan The Windflower sebagai favorit saya. Tapi, sepertinya ada yang lain untuk jadi pilihan. Cukup dengan tiga bintang dari lima bintang saya.
Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu. Pertahananku begitu rapuh akan pesonamu. Potongan-potongan kejadian indah berlompatan, menyesaki benakku dengan imaji dirimu; dari caramu membuatku tersipu, tatapan dalam langsung ke arahku, sampai kata-kata manis yang kuingat selalu.

Merindukanmu membuatku sempat lupa kenapa aku harus melupakanmu. Kau cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kekasih yang tak pernah kumiliki. Kau memori yang harusnya kusimpan di dalam kotak dan kubuang jauh-jauh….

Dan di suatu hari tak terduga itu, aku tersenyum dan menangis pilu karena dirimu

Penulis: Aditia Yudis
Penerbit: GagasMedia
Tahun: 2011
Halaman: 192 hlm

my review:

Entah bagaimana Ferio sudah hadir dan tinggal di hati Lolita. Ya, Lolita mencintai Ferio dengan segenap hati dan segalanya. Mendamba padanya dan mengharap padanya. Lolita menginginkan Ferio sebagai cintanya.

Lolita. Nama itu mungkin pernah hadir dalam hari-hari Ferio. Namun tak sebanding dengan bagaimana Drupadi mengisi semua harinya, mendampinginya, bersahabat dengannya, lalu jatuh cinta padanya. Setidaknya Ferio merasa jika cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Drupadi mungkin memiliki perasaan yang lebih dari sekedar sahabat padanya, namun Ferio tidak pernah tahu jika untuk memilikinya saja seperti hal yang mustahil akan terjadi.

Drupadi begitu mengenal Ferio melebihi siapapun. Gadis itu terlalu memasuki kehidupan pemuda itu dalam-dalam dan dia sadar jika dia sudah tinggal di sana begitu lama, begitu dekat. Dia sadar jika ada perasaan yang mulai tumbuh menindih rasa persahabatan itu. Mengubahnya merasakan kenangan manis dengan Ferio, Banana Boy itu. Namun, persahabatan, cinta dan keyakinan membuatnya harus memilih di antara ketiga hal itu. Drupadi meninginkan Ferio, namun dia tidak bisa. Karenanya dia tidak memilih cinta.

Seperti rantai yang tak bersambut, Ferio harus menerima keputusan Drupadi untuk tidak pernah menjalin hubungan selain persahabatan. Dan malangnya Lolita harus merasakan nasib yang sama seperti Ferio. Cinta mereka tidak pernah bisa bersatu. Ketiganya. Drupadi... Ferio... Lolita... mereka seperti anak rantai yang lepas dari kaitannya.

Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan...sebuah kisah yang indah menyakitkan.


"You Better Move On." -Ferio to Lolita.
-Once Upon a Love by Aditia Yudis.


find also in http://www.goodreads.com/book/show/12983905-once-upon-a-love

A lot of thanks and grateful to @KoreanUpdates @sayaquavi @t4tz18 for Seoul Vivor gift!
I just can’t believe that I was one of the 5 winners of #KadoTahunBaruKU


Ketika dapat info tentang kuis menulis itenary ke Seoul ini, awalnya aku kurang percaya diri untuk ikutan, tapi karena semangat menulis dan pergi ke Korea suatu hari nanti...aku ikut juga. Bahkan diawal sampai salah menulis alamat Twitter, tapi terimakasih banyak pada admin Joo yang ngasih ijin diperbaiki.
Announcement via Twitter:


Buku Seoul Vivor emang kereen banget dan bermanfaat untuk Kpoppers seperti saya ini yang ingin sekali ke Seoul! Daebaak @KoreanUpdates @sayaquavi @t4tz18!!!
I know how hard to elect the contestants. But, a big great thanks for you all!

###

My Book Review of SeoulVivor
Penulis: Lia Indra Andriana dan Tatz Sutrisno
Penerbit: Haru
Halaman: 210 full color
ISBN: 9786029832525

Fangiriling adalah hal yang sangat diimpikan oleh K-poppers. Bisa berkeliling Korea Selatan, Seoul adalah impian yang terwujud melalui buku ini. SeoulVivor sudah sharing banyak hal bagi pemula yang ingin fangirling sampai ke sana. Buku ini menyuguhkan itenari perjalanan ala pemula yang tetap nyaman asik dan menyenangkan dilengkapi dengan gambar dan ilusitrasi menarik full colours. SeoulVivor tentunya patut dimiliki dan dibaca oleh siapapun K-poppers itu! Daebaaak dua eonnie yang sudah melancong hingga Seoul, I do hope that someday I gotta be there!!! Big thanks to two of writers and Korean Updates!

Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2012
Halaman: 432 hlm
ISBN: 9789792278132

Sinopsis:
Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York... Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan... Tentang impian yang bertahan di antara keraguan... Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.
Awalnya, Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu-malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya-tanya bagaimana dia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.
Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.


My Review:

Alex Hirano harus menerima jika pertemuan pertamanya dengan gadis bernama Mia Clark itu akan menjadi bencana bagi karir pianisnya. Jadwal sepanjang tahun harus dia batalkan karena tangannya harus dibebat setelah gadis itu terguling dan menubruknya. Membuatnya cacat, begitu Alex selalu mengungkit masalah. Sementara Mia adalah seorang gadis yang penuh perasaan bersalah, dan tulus ingin membantu. Guru tari di sekolah tari di New York itu menawarkan waktu-waktunya yang berharga untuk membantu Alex di rumahnya, ya sebagai pengurus rumah dan pembantu. Setidaknya begitulah kesepakatan yang mereka jalani. Mia menawarkan bantuan sukarela namun dia tidak tahu dengan siapa dia berurusan. Alex, si pangeran es ini cukup memperlakukannya dengan tidak baik namun ternyata benih lain mulai tumbuh di antara mereka.

Itu diawali saat Alex melihat tarian Mia di sekolah lamanya, Julliard. Mereka tidak tahu jika dulu mereka satu almamater. Saat itu Alex terpesona pada malaikat kegelapannya. Namun dia sadar, jika Ray Hirano, adiknya itu juga mengincar gadis bermata hitam itu.
Cinta tumbuh di antara Alex dan Mia, begitulah jadinya. Namun di tengah derita penyakit jantungnya Mia ingin menyembunyikan hal itu dari Alex karena dia tidak ingin mengkhawatirkanya, hingga Alex menemukan sendiri jika ternyata gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta pada kopi buatan Mia itu mengidap penyakit jantung. Saat Mia memutuskan untuk kembali ke panggung pertunjukan, Alex sangsi karena kondisi Mia yang tidak baik. Namun itu mimpi Mia seumur hidupnya dan dia memilih, dia sudah memilih.

Serangan itu terjadi setelah pertunjukan selesai. Serangan yang membuat Mia harus dirawat intensif di rumah sakit. Saat itulah menjadi hal yang paling memilukan, Mia ingin menghindar dari Alex karena tidak ingin menambah beban pria itu. Namun Alex tidak bisa hidup tanpa berada di sisi Mia. Dan maut yang harus memisahkannya. Lagu yang Alex buat tatkala dia ingat pada Mia, Sunshine Becomes You, adalah lagu yang mengingatkannya tentang cahaya matahari dan rumput hijau saat pikirannya tertuju pada Mia.


I’d like to apriciate Ilana Tan who paint a lot of colours here, in her fifth novel, Sunshine Becomes You. It’s been always surprising since her writing has proven that imagination and words combined into a bundle of amazing papers. Ilana Tan selalu membawa pembacanya ke alur cerita yang melankolis dan lembut. Tidak membuat pembacanya bosan di tengah karena pengantarnya sudah menarik pembacanya dan mungkin meski endingnya sudah tertebak, tetap saja akan ada senyum dan airmata yang mengakhiri lembaran novelnya ditutup. Kisah Alex Hirano dan Mia Clark bukanlah ide cerita yang spesial. Mereka bertemu, membenci, jatuh cinta dan salah satu harus meninggalkan salah satunya. Namun, sekali lagi dengan balutan setting dan diksi kata yang membuat pembaca tidak pernah merasa jenuh membuat semuanya terbaca dengan spesial. Namun saya lebih menyukai Autumn in Paris karya dari tetralogi 4 Musim karya Ilana Tan. Kisah Alex dan Mia di Sunshine Becomes You tidak sememilukan Autumn in Paris yang membuat saya menitikan airmata hingga halaman terakhir 4 of 5 stars to Sunshine Becomes You.
Judul Novel: Infinitely Yours
Penulis: Orizuka
Genre: Teen Romance (Young-Adult)
Penerbit: GagasMedia
Desain Cover: Jeffri Fernando
Halaman: 294 hlm

Sinopsis

Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi bagaimaba caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?
Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri-dan menjauhkan hati-pada akhirnya akan bertemu kembali.
Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya... Kau, aku dan perjalanan ini.


Benarlah, cetakan pertama novel ini adalah tahun 2011 dan saya baru membaca di cetakan pertama di tahun 2012. Saya sadar sudah hampir setahun atau belum genap setahun saya dihantui sosok Jingga yang entah mengapa membuat saya benar-benar ingin bunuh diri seperti yang dirasakan Rayan. Oh, Om Rayan... kasihan banget kamu Om... aku sampe pengen terjun dari kasur ke lantai baca kisah Om sama mbak Jingga yang kelewatan childishnya. Hahaha, mbak Orizuka suka banget ya nyiksa karakternya, om Rayan apa kabarnya mbak? Hehehe. Oke, ini review..bukan curhatan. Kembali ke novel.

I judge a book by its cover, at almost always. Jadi, sudah pasti kakak Jeffri yang mendesain covernya ini bikin saya jatuh hati, lagi-lagi. Dan baru setalah cetakan keduanya terbit, saya baru bisa membacanya, meskipun hanya pinjaman. Hiks, tapi tenang kok Mbak Orizuka, aku akan beli novelnya kok. Hehe..

Saya nggak tahu harus mulai dari mana. Mbak Orizuka nyaris nggak memberi saya kesempatan untuk mencari kesalahan dan titik lemah novel ketigabelasnya ini. Saya memang pembaca yang agak jahat, mencari letak kekurangannya, hehehe... ya setidaknya saya bisa menyeimbangkan rasa cinta itu dengan sedikit rasa menyelidiki.. looh apa hubungannya. Jadi, saya bingung harus berbicara kekurangannya, mari kita bicara tentang point positifnya.

Pertama. Jingga dan Rayan. Makhluk yang mungkin berasal dari planet yang berbeda ini membuat saya junkir balik, ketawa-ketiwi, sampai menangis maraung *haaalah, lupakan*. Bagi yang sudah membaca novel ini, saya nggak harus jelasin lagi, this novel tells you all. Tapi bagi yang belum, beneran deh, siap-siap bantal buat nyumbat mulut karena ketawa overtaking hingga juungkir balik meringis gemas karena perilaku Jingga dan Rayan yang... masyaallah...saya speechless dan mulai membayangkan apakah ada orang semacam mereka ini? Mereka berdua layaknya nyata. Sifat dan sikap mereka sama-sama punya sisi gelap terang yang jelas. Membuat mereka sepertinya benar-benar berseliweran setiap kali saya membuka halaman demi halaman novel bersetting Seoul ini.

Selain itu, analogi dalam cerita ini benar-benar BENAR. Teori tentang dua kutub magnet yang bertolak belakang jika kutub yang sama disatukan, dan sebaliknya dua kutub berbeda akan saling tarik menarik. Rayan dan Mariska itu kutub yang sama, namun Rayan dan Jingga adalah kutub yang berbeda. ‘Tuhan’ (baca: penulisnya) memang berencana membuat pembacanya memahami satu hal penting. Yaitu bahwa kesamaan atau persamaan tidak bisa bersatu dan bertahan lama, berbeda dengan perbedaan itu sendiri. Adanya perbedaan, itulah letak dimana dua hati itu disatukan dalam satu jalinan. Begitulah, jadi...yang sudah punya pasangan, dan sifat kalian berbeda seratus delapan puluh derajat, lebih baik syukurilah hal itu. Karena itu adalah cara Tuhan menyeimbangkan hidupmu agar tidak berjalan seperti permukaan datar. Life’s is never flat, and that’s the way of love too.

Kekurangan novel Infinitely Yours adalah... hm, mungkin terdapat di narasi tentang tempat-tempat lokasi plot ini ya. Deskripsinya seharusnya bisa lebih luwes dan mengena agar tidak terkesan sedang membaca itenary perjalanan. Tapi itu semua tercover dengan baik bersama cerita 294 halaman yang saya baca hanya dalam waktu semalam. Ini pertama kalinya saya memaksakan diri untuk membaca sebuah novel. Mbak Okke harus bertanggung jawab karena membuat saya lupa diri dan begadang dengan tawa-tawa menggelikan, kening berkerut gemas, dan airmata yang menganak sungai. What a kinda marvelous? Rasanya kayak nonton film, dan nggak pengen ada iklan satu pun yang nyelonong memutus cerita. Begitulah... sudah-sudah... saya bingung harus ngomong apa lagi. Dead speechless!

Maaf ya bagi yang baca... kalian jadi membaca setengah curhatan setengah review buku. T_T

Judul Novel: Rain Over Me
Penulis: Arini Putri
Genre: Teen Romance
Penerbit: GagasMedia
Desain Cover: Dwi Anissa Anindhika
Halaman: 352 hlm

Sinopsis:
Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Namun, ketika dia hadir dalam hidup-mu di antara kita-aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan padamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu-tapi..., bagaimana denganku?
Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?


Well, pertama kali GagasMedia memposting sinopsis ini melalui fanbase mereka di sini. Aku tersentak tak percaya. Sungguh, siapa pun yang menulis sinopsis itu pasti sudah sangat keterlaluan. Sedikit membuatku meratapi nasib yang sejalan dengan cuplikan singkat yang hanya ada di belakang cover biru nan indah itu. Dan sukses membuat saya mati kutu karena ingin segera membaca dan memiliki buku itu. Love at first sight dimulai dari desain cover birunya yang biruuuuu muda, warna seperti ini warna yang paling aku suka, langsung jatuh cinta tanpa alasan dan alasan itu muncul saat membaca sinopsisnya. GagasMedia memiliki buku-buku yang cantik luar dalam.

Dan, saya perlu perjuangan cukup berat untuk mendapatkan buku ini, meski tidak perlu berperang atau menyiapkan bom bunuh diri sih, *halah...apa sih?* sedikit bercerita, saya hampir saya berebut dengan seorang gadis yang juga hendak membeli buku itu. Tapi apa daya, daripada saya jadi pelanggan yang jahat, saya biarkan dia mengambil kopi terakhir novel ini sedangkan saya hanya bisa mencakar-cakar rak buku toko buku itu *stooop, sedikit berlebihan sih memang*. Dan Mbak Arini Putri telah membuat saya kembang-kempis merasakan drama dalam bentuk tulisan yang dia ramu dalam novel pertamanya ini. Rain Over Me secara keseluruhan bagi saya adalah novel bagus, favorit saya pula. Ceritanya sangat pelik, tapi tidak membuat pembaca berkerut-kerut kening karena bingung alur ceritanya. Yang utama, karakternya memang cukup bagus dan memuaskan. Tapi di sini ada beberapa kekurangannya:

Pertama, karakter Yuna dan Yoon Jeon-Seuk. Mereka berdua ini terlampau sempurna dan membuat saya jadi nggak begitu simpati. Hehehehe, Yuna baiknya minta ampun dan Jeon-Seuk berhati mulia seperti pangeran. Berbeda sekali dengan Hyun-Bin dan Chae-Rin yang memiliki sisi gelap dan terang yang seimbang, itu membuat 2 karakter tersebut lebih real untuk di kenali. Dan untuk ide cerita, sebenarnya ide cerita ini sudah banyak, namun karena penulisnya sangat pandai dan memiliki diksi yang bernilai lima dari lima bintang saya, kisah ini menjadi begitu menyentuh dan dramatic banget.

Kekurangannya masih sekitar typo dan kata ganti yang kurang tepat, kata ganti kepemilikan yang seharusnya –ku menjadi –nya. Dan beberapa cetakan yang kurang jelas. Tapi, tetap saja itu semua menjadi tertutupi dengan keseruan cerita ini.
Kelebihannya adalah novel ini seperti drama Korea, ya mungkin karena inspirasi mbak Arin ini juga datang dari sebuah drama Korea. Tapi overall benar-benar seperti drama. Point of view yang diambil dari setiap tokoh membuat pembaca seolah menonton kejadian lewat penuturan ‘aku’ sang tokoh itu.

Bagian favorit saya di novel ini adalah endingnya. Endingnya sudah tertebak, tapi bagian Jeon-Seuk yang datang ke TK tempat Yuna mengajar itu benar-benar ide bagus. Dialog mereka menyentuh sekali hingga saya tidak percaya kalau novelnya sudah habis saya baca. Pengen ada terusan cerita jadinya, (*eeh, jangan deh ntar malah jadi berepisod-episod kayak sinetron di negara in...*sensor*)

Untuk mbak Arin, teruslah menulis ya mbak. Aku tahu suatu hari nanti Kyuhyun-oppa akan berduet denganmu, eh... apa hubungannya coba? Hehehe, ya kali aja dia dengar novelmu dan terinspirasi membuatkan sountrack dan menjadikan novel mbak jadi drama beneran dan dimainkan oleh Kim Bum dan Kim So Eun. *ooke, ini mulai nggak jelas deh* But. Gamsa hamnida, eonni... Sudah berhasil menohok saya dengan sinopsis dan membuat saya tersenyum kembali dengan cerita eonni. ^_^ Hwaiting!
Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd