Siapa sih yang gak kepengen
dapat buku gratis? Apa lagi kalau bukunya itu novel karya Jenny Han, To All The
Boys I’ve Loved Before yang diterjemahkan oleh Penerbit Spring. Dalam rangka blog tour
dan giveaways, Penerbit Spring bekerja sama dengan beberapa blogger buku. Salah
satunya adalah Biondy (http://kireinasekai.blogspot.com).
Nah, siapapun boleh ikutan
giveaways ini, lho! Hadiahnya juga keren banget, ada novel To All The Boys I’ve
Loved Before by Jenny Han dan hadiah kejutan menarik dari Penerbit Spring bagi
pemenang kuis finale. Serangkaian event blog tour dan giveaways ini mengharuskan
siapa saja yang ikut untuk blog-walking ke blog-blog buku yang jadi host-nya.
Di setiap host akan ada giveaway berhadiah novel TATBILB dan ada potongan puzzle
yang harus dilengkapi untuk dikumpulkan ke Penerbit Spring untuk ikut kuis
finalenya.
Gak sabar pengen ikutan?
Langsung saja kunjungi website Penerbit Spring atau fanpage-nya. Kalian juga
bisa langsung mampir ke blog Biondy di (http://kireinasekai.blogspot.com)
untuk ikutan giveaway yang dia adakan di blognya sekarang! Tunggu apa lagi? Ayo
ikutan, siapa tahu bisa beruntung dapat hadiah keren dari Penerbit Spring!
This blog post is dedicated to celebrate Blog Buku Indonesia Anniversary which is book blog My Heaven on Earth rolls a giveaway for the celebration. It is about what book I want to watch as a movie and my thought comes to a sad beautiful tragic The Fault in Our Stars by John Green.
 |
| The Fault in Our Stars – John Green |
#1 New York Times Bestseller sekaligus Best Young-Adult Fiction Goodreads Choice Awards 2012 ini pasti sudah tidak asing lagi bagi para penikmat novel Young-Adult atau dewasa-muda.
The Fault in Our Stars adalah sebuah novel yang berkisah tentang Hazel Grace, seorang penderita kanker yang memiliki pandangan berbeda tentang hidupnya yang bergantung pada tabung oksigennya. Sebelum dia bertemu dengan Augustus Waters, anak laki-laki yang begitu memikat meskipun pada nyatanya dia hanya punya satu kaki, Hazel Grace cenderung menjalani hari-harinya bersama kanker dengan kemurungan dan hal-hal yang tidak bersemangat. Augustus Waters telah membuatnya merasa bahwa menjadi enam belas tahun yang kemana-mana harus menyeret tabung oksigen di atas troli dan selang pernapasan di mulut dan hidung merupakan hal terindah bagi Hazel. Augustus pula yang mewujudkan keinginan Hazel untuk bisa bertemu dengan penulis favoritnya Peter Van Houten yang malang. Mereka melewati hari-hari penuh kesakitan dan kebahagiaan bersama.