• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia
Judul: Fate – saat nasib mempertemukan kita [New Edition]
Penulis: Orizuka
Penerbit: Authorized Books
Halaman: 297 hlm
Tahun terbit: 2012
ISBN: 9786029689426

sinopsis:

Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.

Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengar wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.

Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.

Demi mendapat kekayaan Keluarga Jang di Indonesia, dua putra keluarga Jang harus memenuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah Keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak-beradik ini lebih mirip seperti orang asing.

Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Namun, di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, nasib berkata lain.

Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak dapat diubah dengan tangan manusia.
Benarkah demikian?

Bagaimana Min Ho dan Min Hwan menghadapi nasib mereka? Sanggupkah mereka mengubahnya?


My Review

Well, saya dipermainkan oleh mbak Orizuka lagi. Hehehe...dengan sebuntel kisah yang [lagi-lagi] membuat saya bisa tidak tidur selama semalam penuh. Setelah Infinitely Yours, Fate membuka mata saya lebar-lebar tentang banyak hal. Dan ini point yang saya dapatkan dari membaca semalam.

Fate kisah yang mempertemukan persaudaraan dengan cara yang luar biasa sulitnya...
Kisah Jang Min Ho dan Jang Min Hwan yang begitu pelik. Sangat pelik, hingga membuat penulisnya harus memberikan satu per satu clue pada pembaca untuk membawa mereka kepada puncak klimaks emosi saat membaca kisah dua saudara senasib ini. Dari segi ide cerita, Fate sangatlah mencolok...tidak hanya menghadirkan konflik keluarga yang rumit namun juga konflik perasaan yang lebih pelik dari kisahnya sendiri. Seolah-olah, setiap kali satu tokoh merasakan rasa sedih dan senang, pembaca bisa merasakannya. Mbak Orizuka berhasil menyatukan kehidupan Jang Min Ho dan Jang Min Hwan dengan pembaca. Untuk yang satu ini saya tidak bisa membagi info lebih lanjut, kalian harus membacanya!

Setting Korea-Jakarta tidak lagi penting. Jadi yang terpenting adalag teruslah membaca hingga akhir cerita. Itu. Yang paling penting.

Karakterisasi yang sangat detail namun tidak deskriptif. Inilah yang saya suka dari sebuah novel. Saya menyukai gaya penulisan yang tidak menjelaskan, namun menunjukkan bagaimana karakter dan sifat-sifat tokoh di dalamnya dengan ungkapan kata-kata tokoh itu sendiri. Dengan perilaku mereka, hal-hal yang terjadi di sekitar mereka, tanpa harus menjelaskan bahwa tokoh ini blaa..blaa..blaa... Cara seperti novel Fate ini lebih berkesan dalam di hati dan membuat siapapun pasti membayangkan bagaimana bila tokoh dalam Fate benar-benar ada.

Jang Min Ho. Sosok laki-laki dan kakak yang kuat, tenang dan penyayang yang memiliki ketakutan akan kehilangan adik-adik yang dimilikinya. Min Ho, bisa dibilang menjadi sosok sempurna karena dia kaya, tampan dan pintar. Namun siapa sangka bila nasib berkata bahwa kehidupannya tidak seindah dunia dongeng...Min Ho tetap sosok kakak yang memiliki sihir ampuh untuk meluluhkan hati, Jang Min Hwan, adiknya.

Jang Min Hwan. kasar, tak punya hati, dan menyebalkan...seperti yang dikatakan Adena tentang Min Hwan. Sosok Min Hwan menjadi yang paling sentral di kisah Fate ini. secara semuanya bersumber dari dirinya. Laki-laki ini sungguh istimewa dengan segala kenyataan pahit hidupnya yang harus dia terima. Pesonanya sebagai penderita sindrom kelebihan rasa percaya diri ini tak ayal membuat Adena harus kalang kabut untuk mengakui bahwa dia juga menyukai pemuda ini. dari caranya memperlakukan Adena....oh sungguuuuh, Min Hwan adalah pemuda kasar yang melakukan perhatian melebihi yang dia duga. Min Hwan berhasil mengambil hati Adena dan tentu saya! Oh, man...for times I’m fallin in love with an imajinary guy...and he’s a fiction character...just wondering how if I can meet a guy like Min Hwan... He could make my heart warming before it getting messed badly...dia menyentuh tepat dimana seseorang tidak bisa menyadari perhatian besar yang dia tujukan sehingga membuat orang baru menyadari bahwa kepergian Min Hwan sangat menyiksa, itu berhasil Min Hwan lakukan pada Adena...ada saya akui terjadi pada saya... HAHAHAHAA...

Adena. Gadis ini tipe yang ngangenin dan enak buat dikerjain. Setidaknya itu bagi Min Hwan, tapi bagi Min Ho dia sosok adik yang dia sayangi. Oh, benarlah kata Nicole –kekasih Min Ho-bahwa Adena sungguh beruntung disayang dua Oppa... namun Adena juga menjadi kunci pada hubungan Min Ho dan Min Hwan...seandainya saja Adena tidak ada,,,bisa dibayangkan kisah Fate tidak akan sesemarak ini.

Anyway, tentang cover new edition ini, saya lebih suka yang lama... tapi agak menyesal juga mengapa saya telat membacanya. baru setelah new edtionnya sempat baca... Saya tidak bisa berbicara banyak lagi. Fate is a must read book for everyone who wants to find a good moral lesson and a such as heartwarming love story. I gave 5 stars of 5.

A lot of thanks and grateful to @KoreanUpdates @sayaquavi @t4tz18 for Seoul Vivor gift!
I just can’t believe that I was one of the 5 winners of #KadoTahunBaruKU


Ketika dapat info tentang kuis menulis itenary ke Seoul ini, awalnya aku kurang percaya diri untuk ikutan, tapi karena semangat menulis dan pergi ke Korea suatu hari nanti...aku ikut juga. Bahkan diawal sampai salah menulis alamat Twitter, tapi terimakasih banyak pada admin Joo yang ngasih ijin diperbaiki.
Announcement via Twitter:


Buku Seoul Vivor emang kereen banget dan bermanfaat untuk Kpoppers seperti saya ini yang ingin sekali ke Seoul! Daebaak @KoreanUpdates @sayaquavi @t4tz18!!!
I know how hard to elect the contestants. But, a big great thanks for you all!

###

My Book Review of SeoulVivor
Penulis: Lia Indra Andriana dan Tatz Sutrisno
Penerbit: Haru
Halaman: 210 full color
ISBN: 9786029832525

Fangiriling adalah hal yang sangat diimpikan oleh K-poppers. Bisa berkeliling Korea Selatan, Seoul adalah impian yang terwujud melalui buku ini. SeoulVivor sudah sharing banyak hal bagi pemula yang ingin fangirling sampai ke sana. Buku ini menyuguhkan itenari perjalanan ala pemula yang tetap nyaman asik dan menyenangkan dilengkapi dengan gambar dan ilusitrasi menarik full colours. SeoulVivor tentunya patut dimiliki dan dibaca oleh siapapun K-poppers itu! Daebaaak dua eonnie yang sudah melancong hingga Seoul, I do hope that someday I gotta be there!!! Big thanks to two of writers and Korean Updates!
So, I Married the Anti-fan


Judul : So, I Married the Anti-fan
Penulis : Kim Eun Jeong
Genre : Romance, comedy
Kategori : Fiksi, novel terjemahan
ISBN : 978-602-98325-4-9
Tebal : 550 hlmn
Harga : Rp. 60.000 (PO Rp. 54.000+ongkir)
Terbit : Maret 2012

Sinopsis

Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea. Tapi… Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan

Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti. Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikitpun maka mereka tidak segan-segan untuk bertindak.

(untuk info lengkapnya silakan berkunjung ke Penerbit Haru atau ke Twitter @penerbitharu)

====================================================================
My Antifan Story: Jika Aku Idola dan bertemu Antifan-ku


Just The Way My Antifans Hate Me


“Hai,” suaraku kuusahakan terdengar tenang dengan senyum tertarik manis di wajah. Tapi pemuda di depanku malah menyipitkan mata padaku dan berkerut kening. Senyumanku tidak dibalas, senyum yang sudah kulukis dengan kanvas wajah terbaikku dan ketulusan yang masih tersisa dari panggung konser yang baru saja aku turuni. Tapi, pemuda berjaket hitam dengan tulisan ‘Hate You’ itu membuatku terpaku dan menelan ludah. “Dia antifanku,”

Well, berbicara tentang idola dan antifan adalah hal yang sangat menarik. Semua yang diidolakan pasti memiliki kubu berseberangan, kubu yang tidak menyukainya atau alih-alih menyukai, mereka membencinya dan menyebut kubu mereka Antifan. Sebagai idola, keberadaan antifan itu juga merupakan suatu titik penting, sama seperti fans. Membayangkan diri saya dielu-elukan oleh fans yang mencintai saya namun di sisi lain, sekelompok orang mencibir dan merendahkan pasti kecewa rasanya. Dan apa lagi jika bertemu langsung, bertatap muka dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Pastilah antifan saya itu akan memicing ke arah saya dengan dahi berkerut dan diikuti kata-kata yang tidak enak didengar. Tatapan benci bagi siapapun tidak menyenangkan, apa lagi bagi idola yang banyak dicintai tapi juga banyak dibenci. Yah, serba salah memang. Sebagai idola saya nggak bisa memaksa mereka untuk berhenti menjadi antifan, terlebih meminta mereka untuk menyukai saya. Seandainya saya menjadi idola, lalu di suatu kesempatan setelah menggelar konser atau apa, dan bertemu dengan seorang antifan... saya akan tersenyum lembut karena saya tidak membenci antifan, meskipun mereka secara nyata membenci saya. :D. Bersikap seperti apa adanya, dan mencoba mencari hal apa yang salah pada diri saya hingga dia menjadi antifan saya.

Katakanlah saya seorang penyanyi wanita tersohor di antero dunia, kemudian harus menikah dengan orang yang sudah dijodohkan orang tua dan bingo! Dia adalah antifan saya. Setengah bencana, setengah anugerah. Saya harus bersiap-siap menjalani hidup dengan orang yang tidak menyukai saya dan mencoba untuk membuatnya menyukai saya, in case dalam keadaan seperti itu. Tapi hal yang lebih penting adalah, antifan bukan hanya sekedar orang-orang yang anti pada kita (idola), mereka adalah pengingat bagi idola untuk terus memperbaiki diri, berinstrospeksi diri dari apa-apa yang mereka kritikkan pada kita. Antifan itu justru menjadikan dunia idola menjadi lengkap. Dunia idola harus tetap seimbang dengan adanya fans dan antifans.

Tapi di sisi lain saya yakin, tidak ada yang abadi di dunia ini. Bahkan bisa saja seorang antifan akan berubah menjadi big fan yang justru mendukung idolanya suatu saat. Bukan berarti hal itu tidak mungkin, karena setiap hal memiliki kemungkinan. Begitu juga fans, mereka pun bisa berubah, yang tidak terlalu parah mungkin mereka tidak lagi mengidolakan saya, atau mengidolakan idola lain. Itu bukan suatu masalah yang harus dibesar-besarkan bagi saya. Tapi jika fan malah berubah menjadi antifan, itu artinya saya sudah tidak berhasil menjadi idola yang fans saya harapkan dan itulah waktu saya sebagai idola, untuk memperbaiki diri lagi.

“Jadi, apa yang kamu sukai dariku?”

Manekin yang mungkin terbuat dari es itu tidak bergeming atau tampak ingin menjawab. Tangannya berkacak pinggang sedangkan matanya memicing dengan seribu alasan dia membenci seorang superstar sepertiku ini, aku mencari-cari dari sekilan ribu alasan itu, berharap ada satu hal yang dia sukai dariku.

“Yang aku suka, yang aku suka aku membencimu,”

Aku menelan ludah, baiklah...aku ini bintang terkenal, wanita pula...jadi aku tidak akan bersikap sembarangan, “Kau tahu kenapa aku tidak menghalangimu dan teman-temanmu yang membenciku itu merusak konserku tadi? Kau tahu alasan aku diam saja saat kalian melemparkan telur ke panggung tadi?”

Aku akui antifanku ini mirip dengan idolaku sendiri, seorang aktor film action yang sudah merajai perfilman internasional, tapi dia membenciku.

“Karena aku mencintai antifans-ku, aku menyayangi mereka,”

Dia terbelalak hingga manik matanya nyaris jatuh ke lantai. Sebelum dia semakin tidak percaya aku lanjutkan kalimatku, “Kau, ya..memang antifanku. Tapi bagaimana jika idola yang kau benci ini mencintai antifans-nya?” aku tidak tahu jika dia semakin tersentak kaget. “Eh...aku bukan bermaksud aku mengatakan aku mencintaimu lo, yaa...”

Dia pingsan.


Sekian.

@sofiadhe ditulis dalam rangka partisipasi dalam Kuis My Antifan Story oleh Penerbit Haru ^_^
Judul Novel: Infinitely Yours
Penulis: Orizuka
Genre: Teen Romance (Young-Adult)
Penerbit: GagasMedia
Desain Cover: Jeffri Fernando
Halaman: 294 hlm

Sinopsis

Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi bagaimaba caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?
Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri-dan menjauhkan hati-pada akhirnya akan bertemu kembali.
Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya... Kau, aku dan perjalanan ini.


Benarlah, cetakan pertama novel ini adalah tahun 2011 dan saya baru membaca di cetakan pertama di tahun 2012. Saya sadar sudah hampir setahun atau belum genap setahun saya dihantui sosok Jingga yang entah mengapa membuat saya benar-benar ingin bunuh diri seperti yang dirasakan Rayan. Oh, Om Rayan... kasihan banget kamu Om... aku sampe pengen terjun dari kasur ke lantai baca kisah Om sama mbak Jingga yang kelewatan childishnya. Hahaha, mbak Orizuka suka banget ya nyiksa karakternya, om Rayan apa kabarnya mbak? Hehehe. Oke, ini review..bukan curhatan. Kembali ke novel.

I judge a book by its cover, at almost always. Jadi, sudah pasti kakak Jeffri yang mendesain covernya ini bikin saya jatuh hati, lagi-lagi. Dan baru setalah cetakan keduanya terbit, saya baru bisa membacanya, meskipun hanya pinjaman. Hiks, tapi tenang kok Mbak Orizuka, aku akan beli novelnya kok. Hehe..

Saya nggak tahu harus mulai dari mana. Mbak Orizuka nyaris nggak memberi saya kesempatan untuk mencari kesalahan dan titik lemah novel ketigabelasnya ini. Saya memang pembaca yang agak jahat, mencari letak kekurangannya, hehehe... ya setidaknya saya bisa menyeimbangkan rasa cinta itu dengan sedikit rasa menyelidiki.. looh apa hubungannya. Jadi, saya bingung harus berbicara kekurangannya, mari kita bicara tentang point positifnya.

Pertama. Jingga dan Rayan. Makhluk yang mungkin berasal dari planet yang berbeda ini membuat saya junkir balik, ketawa-ketiwi, sampai menangis maraung *haaalah, lupakan*. Bagi yang sudah membaca novel ini, saya nggak harus jelasin lagi, this novel tells you all. Tapi bagi yang belum, beneran deh, siap-siap bantal buat nyumbat mulut karena ketawa overtaking hingga juungkir balik meringis gemas karena perilaku Jingga dan Rayan yang... masyaallah...saya speechless dan mulai membayangkan apakah ada orang semacam mereka ini? Mereka berdua layaknya nyata. Sifat dan sikap mereka sama-sama punya sisi gelap terang yang jelas. Membuat mereka sepertinya benar-benar berseliweran setiap kali saya membuka halaman demi halaman novel bersetting Seoul ini.

Selain itu, analogi dalam cerita ini benar-benar BENAR. Teori tentang dua kutub magnet yang bertolak belakang jika kutub yang sama disatukan, dan sebaliknya dua kutub berbeda akan saling tarik menarik. Rayan dan Mariska itu kutub yang sama, namun Rayan dan Jingga adalah kutub yang berbeda. ‘Tuhan’ (baca: penulisnya) memang berencana membuat pembacanya memahami satu hal penting. Yaitu bahwa kesamaan atau persamaan tidak bisa bersatu dan bertahan lama, berbeda dengan perbedaan itu sendiri. Adanya perbedaan, itulah letak dimana dua hati itu disatukan dalam satu jalinan. Begitulah, jadi...yang sudah punya pasangan, dan sifat kalian berbeda seratus delapan puluh derajat, lebih baik syukurilah hal itu. Karena itu adalah cara Tuhan menyeimbangkan hidupmu agar tidak berjalan seperti permukaan datar. Life’s is never flat, and that’s the way of love too.

Kekurangan novel Infinitely Yours adalah... hm, mungkin terdapat di narasi tentang tempat-tempat lokasi plot ini ya. Deskripsinya seharusnya bisa lebih luwes dan mengena agar tidak terkesan sedang membaca itenary perjalanan. Tapi itu semua tercover dengan baik bersama cerita 294 halaman yang saya baca hanya dalam waktu semalam. Ini pertama kalinya saya memaksakan diri untuk membaca sebuah novel. Mbak Okke harus bertanggung jawab karena membuat saya lupa diri dan begadang dengan tawa-tawa menggelikan, kening berkerut gemas, dan airmata yang menganak sungai. What a kinda marvelous? Rasanya kayak nonton film, dan nggak pengen ada iklan satu pun yang nyelonong memutus cerita. Begitulah... sudah-sudah... saya bingung harus ngomong apa lagi. Dead speechless!

Maaf ya bagi yang baca... kalian jadi membaca setengah curhatan setengah review buku. T_T

Judul Novel: Rain Over Me
Penulis: Arini Putri
Genre: Teen Romance
Penerbit: GagasMedia
Desain Cover: Dwi Anissa Anindhika
Halaman: 352 hlm

Sinopsis:
Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Namun, ketika dia hadir dalam hidup-mu di antara kita-aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan padamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu-tapi..., bagaimana denganku?
Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?


Well, pertama kali GagasMedia memposting sinopsis ini melalui fanbase mereka di sini. Aku tersentak tak percaya. Sungguh, siapa pun yang menulis sinopsis itu pasti sudah sangat keterlaluan. Sedikit membuatku meratapi nasib yang sejalan dengan cuplikan singkat yang hanya ada di belakang cover biru nan indah itu. Dan sukses membuat saya mati kutu karena ingin segera membaca dan memiliki buku itu. Love at first sight dimulai dari desain cover birunya yang biruuuuu muda, warna seperti ini warna yang paling aku suka, langsung jatuh cinta tanpa alasan dan alasan itu muncul saat membaca sinopsisnya. GagasMedia memiliki buku-buku yang cantik luar dalam.

Dan, saya perlu perjuangan cukup berat untuk mendapatkan buku ini, meski tidak perlu berperang atau menyiapkan bom bunuh diri sih, *halah...apa sih?* sedikit bercerita, saya hampir saya berebut dengan seorang gadis yang juga hendak membeli buku itu. Tapi apa daya, daripada saya jadi pelanggan yang jahat, saya biarkan dia mengambil kopi terakhir novel ini sedangkan saya hanya bisa mencakar-cakar rak buku toko buku itu *stooop, sedikit berlebihan sih memang*. Dan Mbak Arini Putri telah membuat saya kembang-kempis merasakan drama dalam bentuk tulisan yang dia ramu dalam novel pertamanya ini. Rain Over Me secara keseluruhan bagi saya adalah novel bagus, favorit saya pula. Ceritanya sangat pelik, tapi tidak membuat pembaca berkerut-kerut kening karena bingung alur ceritanya. Yang utama, karakternya memang cukup bagus dan memuaskan. Tapi di sini ada beberapa kekurangannya:

Pertama, karakter Yuna dan Yoon Jeon-Seuk. Mereka berdua ini terlampau sempurna dan membuat saya jadi nggak begitu simpati. Hehehehe, Yuna baiknya minta ampun dan Jeon-Seuk berhati mulia seperti pangeran. Berbeda sekali dengan Hyun-Bin dan Chae-Rin yang memiliki sisi gelap dan terang yang seimbang, itu membuat 2 karakter tersebut lebih real untuk di kenali. Dan untuk ide cerita, sebenarnya ide cerita ini sudah banyak, namun karena penulisnya sangat pandai dan memiliki diksi yang bernilai lima dari lima bintang saya, kisah ini menjadi begitu menyentuh dan dramatic banget.

Kekurangannya masih sekitar typo dan kata ganti yang kurang tepat, kata ganti kepemilikan yang seharusnya –ku menjadi –nya. Dan beberapa cetakan yang kurang jelas. Tapi, tetap saja itu semua menjadi tertutupi dengan keseruan cerita ini.
Kelebihannya adalah novel ini seperti drama Korea, ya mungkin karena inspirasi mbak Arin ini juga datang dari sebuah drama Korea. Tapi overall benar-benar seperti drama. Point of view yang diambil dari setiap tokoh membuat pembaca seolah menonton kejadian lewat penuturan ‘aku’ sang tokoh itu.

Bagian favorit saya di novel ini adalah endingnya. Endingnya sudah tertebak, tapi bagian Jeon-Seuk yang datang ke TK tempat Yuna mengajar itu benar-benar ide bagus. Dialog mereka menyentuh sekali hingga saya tidak percaya kalau novelnya sudah habis saya baca. Pengen ada terusan cerita jadinya, (*eeh, jangan deh ntar malah jadi berepisod-episod kayak sinetron di negara in...*sensor*)

Untuk mbak Arin, teruslah menulis ya mbak. Aku tahu suatu hari nanti Kyuhyun-oppa akan berduet denganmu, eh... apa hubungannya coba? Hehehe, ya kali aja dia dengar novelmu dan terinspirasi membuatkan sountrack dan menjadikan novel mbak jadi drama beneran dan dimainkan oleh Kim Bum dan Kim So Eun. *ooke, ini mulai nggak jelas deh* But. Gamsa hamnida, eonni... Sudah berhasil menohok saya dengan sinopsis dan membuat saya tersenyum kembali dengan cerita eonni. ^_^ Hwaiting!

Judul Buku: Please Look After Mom

Penulis: Shin Kyung Sook

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: November 2011

Halaman: 296 hlm

Alih bahasa: Tanti Lesmana


Sepasang suami-istri berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah tanah dan mengira istrinya mengikuti di belakang. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tidak ada. Istrinya tertinggal di Stasiun Seoul.

Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini, perasaan-perasaannya, harapan-harapannya dan mimpi-mimpinya.

Review:
Kisah yang ditulis Shin Kyung Sook ini begitu memilukan sekaligus indah. Hilangnya seorang ibu yang tidak pernah terpikirkan oleh anak-anaknya, suaminya dan iparnya membuat mereka semua-keluarga yang dulu lebih mengabaikan sang Ibu daripada mendengar dan mencoba mengenalnya lebih jauh-sadar bahwa mereka sama sekali tidak begitu mengenal wanita yang penuh kekuatan dan kasih sayang itu.

Suami yang tidak bisa diandalkan, singkatnya. Sang Ibu harus memeras keringatnya membesarkan anak-anaknya. Saat dewasa mereka semua lebih mementingkan pekerjaan dan enggan untuk bersentuhan dengan Ibu secara lebih emosional, dan belum lagi kakak ipar yang malah terlihat seperti ibu mertua yang mengkritik apapun yang perempuan bernama Park So-nyo itu lakukan.

Begitu indah dan menyesakkan dada kisah ini dirangkai dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Dimulai dengan pembukaan dimana seolah pembaca adalah anak perempuan terakhir sang Ibu lalu anak laki-laki pertamanya, hingga point of view kisah ini diambil dari sisi ayah, suami sang Ibu, Istri, ipar yang hilang ini. Membuat setiap scene dan plotnya memang berubah sangat dinamis. Terasa sekali setiap perubahan point of view dengan emosi dan karakter yang berbeda-beda. Lalu saat sudut pandanganya berubah menjadi point of view sang Ibu, kisah ini semakin memilukan dengan rangkaian kata yang penuh emosi dan karakter kuat Ibu. Saat membaca buku Please Look After Mom ini, pembaca seolah disentakkan dengan kata kau, kamu. Seolah kisah ini adalah milik sang pembaca, dan buku ini mengingatkan tentang apa, siapa dan bagaimana perjuangan Ibu untuk menghidupi anak-anaknya, melayani suaminya yang suka pergi entah kemana dan mencoba bersabar saat ipar yang seolah mertua itu mulai membuatnya bingung dan kesal.

Kisah ini menggetarkan hati dengan ide-ide penulisnya yang bisa menggambarkan bagaimana seorang ibu bersikap dan mengambil keputusan demi anak-anak dan keluarganya.

Ibu, tiga huruf menjadi satu kata yang jika dijelaskan mungkin tinta selautan takkan cukup untuk menuliskan betapa besarnya pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan. Ibu, ibu berarti wanita... istri dan ibu untuk anak-anaknya.

Quotes Favorite

Mana bisa kita hanya melakukan apa yang kita sukai? Ada hal-hal yang mesti dilakukan, entah suka atau tidak. –Ibu

Bagaimana kau bisa hidup kalau tidak bisa menaruh percaya pada orang lain? Lebih banyak orang yang baik daripada yang jahat. –Ibu

Kalau kau mau angkat kaki dari dunia yang indah ini, silahkan saja minum-minum terus. –Ibu

Aku bahagia menjalani sekian banyak hari dalam hidupku, karena aku memilikimu. –Ibu

Kau membandingkan dirimu dengan ibu, akan tetapi Ibu sungguh tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Seandainya kau berada dalam posisi Ibu, kau tidak akan melarikan diri seperti ini, lari dari rasa takut. –Ibu


Annyeong Korea! Daebaaak!


Judul: Annyeong Korea
Penulis: Elvira Fidelia Tanjung
Penerbit: GagasMedia
Halaman:272 hlm

Seperti yang saya bayangkan buku perjalanan ini benar-benar memberi kita banyak kisah lucu dan inspiratis untuk segera melakukan perjalanan ke Korea. Well, awalnya saya bingung sewaktu membeli buku ini karena ada satu buku lain yang juga sedang saya incar. Tapi pilihan pun jatuh pada buku Annyeong Korea ini. Dan saya tidak menyesal sama sekali.

Saya banyak mendapatkan info-info yang mendukung untuk dijadikan referensi tulisan saya.

Annyeong Korea memiliki kelebihan dari segi penuturan penulisnya yang mudah dan enak dibaca. Jadi siapa saja pasti nyaman membacanya, juga diselingi dengan cerita lucu dan konyol si penulis sewaktu menjelajag berbagai sudut Korea. Sedikit typo pada beberapa kata namun tidak mengganggu.

Well, ini buku yang patut dibaca bagi siapa saja yang ingin berangkat ke Korea dengan tujuan belajar dan menjelajah!
It's always exciting to come back for book reviewing again. And for the first time in 2012 I'd like to review this book. Ya, Oppa & I by Lia Indra Andriana and Orizuka. Well, every Kpoppers should have known both of the writers, right? They are two of writers in Indonesia who interest in Korean genre. Setelah membaca buku ini hanya dalam waktu kurang lebih 3-4 jam dengan segala jeda dan usikan dari luar, akhirnya inilah review dari saya. Well sebelumnya ini novel saya pinjam dari teman saya Riefa, hehehe maaf... karena belum punya budget untuk beli novel lagi setelah dirampok di toko buku kemaren, (loooh kok curhat?)



Oppa & I


Judul : Oppa & I
Penulis: Orizuka & Lia Indra Andriana
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 156 hlm


Sinopsis

Jae In:

‘Oppa’.

Apa panggilan itu tidak terdengar lucu? Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?

Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?

Apa kau senang melihatku seperti ini?

Jae Kwon:

Jae In-a.

Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini? Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!

Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!

Oppa akan melindungimu!


Novel ini bercerita tentang keluarga. Ya, tentang dua saudara kembar (Park Jae Kwon dan Park Jae In). Karena perceraian kedua orang tua mereka (Park Jae Bin dan Sandy, wanita asal Indonesia), mereka harus terpisah dengan jarak Jakarta-Korea. Singkatnya, Jae Kwon memiliki hidup enak dan nyaman di Korea sedangkan Jae In harus menderita di Jakarta karena setelah eomma mereka bercerai dengan appa, Sandy harus menerima kalau bank tempatnya bekerja bangkrut. Dan, suatu ketika entah bagaimana Jae Bin menemukan keluarganya dan mengajak Sandy, mantan istrinya untuk rujuk kembali. Namun apa? Mereka harus tinggal di Korea, membuat Jae In harus meninggalkan tempat yang selama 5 tahun dia tinggali.

Sesampainya di Korea, pastilah hal yang tidak ingin dia ketahui adalah kakak kembarnya, Jae Kwon. Entah apa yang bisa membuat anak laki-laki itu bisa tersenyum begitu lebar sedangkan Jae In merasakan sebuah pengkhianatan dari seorang kakak kembar yang selama 5 tahun tidak mempedulikannya.

Hingga mereka masuk sekolah yang sama...dan masalah pun dimulai di sini.


Persahabatan, cinta monyet dan Keluarga mewarnai novel ringan ini. Cocok untuk usia SMA terlebih yang masih unyu-unyu... Oppa & I memiliki kelebihan karena cerita yang dibangun lebih cenderung kepada permasalahan keluarga yang sering dikesampingkan oleh remaja-remaja sekarang. Dan tentunya lagi setting Korea dan budayanya membuat novel yang awalnya beredar online ini menarik begitu banyak perhatian di kalangan remaja yang sedang terkena virus Hallyu, virus Korean boyband dan girlband yang juga sukses membuat saya demam karena terkena jenis virus itu.

Satu lagi yang bikin betah bacanya. Selain bikin airmata tersedot-sedot, ceritanya bikin ngakak juga ternyata karena Jae Kwon yang kelewat konyol dan Jae In yang kelewat judes. Bahkan ada ilustrasi di akhir novel. Ampuuuun, aku gak bisa berhenti ketawa.. Hahahah..

Well, gak heran kalau novel ini bisa sukses! Daebaak! Untuk penulisnya, mbak Orizuka dan mbak Lia... Hmmm, aku kira Oppa & I bisa looh jadi trilogi atau bahkan tetralogi... siapa tahu ada penerbit di Korea yang mau nerjemahin jadi bahasa Korea dan eh, siapa sangka ada produser tertarik dan dijadiin film. Ahh..indahnyaa... Anyway, harus dibarengi dengan semangat dan usaha keras untuk bisa terwujud!

"Ia tidak suka ditinggalkan, jadi dia tidak ingin meninggalkan" -Jae In.

Quote yang aku suka dari ucapan Jae In, yaaa... sederhana kalau tidak ingin ditinggalkan jangan ninggalin orang gitu aja... :-)

Terimakasih untuk Oppa & I dari Riefa yang sudah meminjamkan aku buku-bukunya yang belum aku balikin. Dan, aku gak sabar nunggu buku baru dari mbak Orizuka dan mbak Lia.
Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd