• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia

ig: @sofiadheril

Judul: The Problem With Forever
Penulis: Jennifer L. Armentrout
Alih Bahasa: Airien Kusumawardani
Editor: Fidyastria Saspida
Desain Sampul: Credit to Dream catcher ©123RF Butterflies ©Freepik.com
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 427 hlm
ISBN: 978-602-04-3622-7
Genre: Young-Adult, Romance
Rating-ku: 3 🌟

Blurb:
"Tdk apa-apa, Ingat? Aku janji aku akan melindungimu selamanya. Tapi jangan bersuara." Dia meremas bahu Mallory.
"Diam saja, dan saat... saat aku kembali, aku akan baca cerita untukmu, oke? Cerita si kelinci bodoh itu."
Jangan bersuara.
Suara langkah kaki terdengar di koridor.
Jangan bersuara.
Bagi Mallory 'Mouse' Dodge, diam adalah pelindung. Baginya, cara terbaik untuk bertahan hidup adalah dengan tidak mengatakan apa-apa. Empat tahun berlalu sejak mimpi buruknya terjadi, dan dia mulai khawatir rasa takut akan membuatnya terperangkap selamanya.
Tapi masa lalu yang buruklah yang membuat hidup Mallory terkurung. Apalagi setelah satu sosok yang dulu dikenalnya kini datang tanpa dia duga. Pada akhirnya Mallory harus memilih, tetap diam atau berbicara dengan lantang—demi semua orang yang dicintainya, kehidupan yang diinginkannya, dan kenyataan yang harus diutarakannya.

First Impression
Awalnya aku tahu buku ini versi Englishnya lebih dulu, kukira buku ini adalah sejenis buku non-fiksi. Semacam ‘Note to Self’-nya Conor Franta. Tetapi ternyata The Problem With Forever adalah novel young-adult yang cukup populer di luar sana. Ketika melihat versi terjemahan Elex Media ini, aku lumayan tertarik dengan covernya dan saat @tourianpeekybook mencari bookstagrammer untuk book tour novel ini, aku enggak ragu untuk ikutan. Yeay, dan aku senang sekali karena terpilih untuk kedua kalinya (setelah book tour Kersik Luai). 
IG @sofiadheril

Judul: Kersik Luai
Penulis: LM Cendana
Editor: Nurti Lestari
Desain Sampul: LM Cendana
Penerbit: Histeria
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 508 hlm
ISBN: 978-602-6380-98-2
Genre: Distopia, Fantasi, Indonesian Dystopia
Rating-ku: 🌟🌟🌟🌟/5



Blurb:
Beberapa dekade selanjutnya, Tanah Air memasuki era distopia yang telah dikuasai golongan oligarkis. Seorang manusia buatan, Btari, yang dinyatakan sebagai kloningan gagal hendak dibuang menuju pelosok negeri untuk dijadikan budak. Di tengah perjalanan, helikopter yang ditumpanginya ditembak jatuh di Laut Jawa. Di pesisir pantai, ia ditemukan seorang revolusioner, Nagara, yang mengajarkannya banyak hal. Kemanusiaan, nasionalisme, dan cinta.

First Impression
Penasaran. Sejauh yang kutahu, belum banyak penulis dalam negeri yang menghasilkan karya dari genre distopia, fantasi dan science-fiction. Penasaran adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan saat pertama mengetahui novel Kersik Luai. Dan ketika di Instagram @tourianpeekybook ada event pencarian host untuk book tour buku ini, aku langsung mendaftar dan yay! Terpilih. 

Kersik Luai mencoba mengangkat isu-isu yang erat dengan perubahan budaya yang terjadi di Indonesia di masa depan ketika teknologi sudah menguasai hidup manusianya hingga ke akar. Namun, dibalik itu masih ada orang-orang yang memegang kuat warisan budaya dan adat istiadat pribumi dan mereka yang hanya ingin kesatuan negaranya seperti dulu ketika Bhinneka Tunggal Ika masih dipegang teguh oleh setiap warganya. Selain itu, ide besar cerita ini sangat menarik dan memperkaya sastra kita yang selama ini masih berputar-putar di genre romance. Berbalut science-fiction dan distopia, Kersik Luai mengisahkan tentang keadaan yang bisa berakibat buruk jika sebagai warga Indonesia, kita lupa untuk melestarikan budaya yang menjadi jati diri Indonesia.
Goodreads

Judul: The Forbidden Wish
Penulis: Jessica Khoury
Alih Bahasa: Mustika
Editor: Novianita
Desain Sampul: Junweise
Penerbit: Spring
Tahun Terbit: Maret, 2017
Halaman: 404 hlm
ISBN: 978-602-60443-3-4
Genre: Fantasi, Retelling
Rating-ku: 🌟🌟🌟🌟/5


Gadis itu adalah Jinni terkuat dari semua jin.
Pemuda itu adalah pencuri jalanan.
Saat Aladdin menemukan lampu Zahra, gadis itu dilontarkan kembali ke dunia yang tidak dilihatnya selama ratusan tahun. Kemerdekaannya terikat pada lampu, mengharuskannya untuk memenuhi tiga permintaan Aladdin.
Namun, saat raja dari para jin menawarkan kebebasan kepada Zahra, gadis itu mengambil kesempatan itu, hanya untuk menyadari bahwa dia jatuh cinta pada pencuri jalanan itu.
Saat kemerdekaannya hanya bisa diraih dengan mengkhianati Aladdin, jalan manakah yang akan dia pilih? Apakah kebebasannya sepadan dengan kehancuran hatinya?


First Impression
Begitu pertama melihat kemunculan buku ini di katalog Spring, aku excited banget pingin tahu gimana cerita retelling Aladdin dan Jinni ini. Seperti The Lunar Chronicles yang juga merupakan retelling dari beberapa dongeng seperti Cinderella, Little Redding Hood, Rapunzel dan Snow White itu, The Forbidden Wish menyajikan sentuhan kisah dari fantasi Timur Tengah. Tentu saja waktu itu enggak ragu lagi buat pre-order buku ini. 

Dan, membaca buku ini lebih seru lagi karena aku ikut reading project di @readersquad.id! Kegiatan ini berisi kegiatan baca bareng dengan judul buku yang sama dan setiap hari sesuai jadwal, pesertanya mengupdate perkembangan kegiatan membacanya lewat akun Instagram masing-masing. Alhasil, aku gemes sendiri dengan ceritanya dan enggak bisa tahan pingin bikin artwork berupa foto-foto. Wah, pertama kalinya ikut baca bareng dan memberikan kesan yang enggak terlupakan karena salah satu artwork-ku dinotice sama Jessica Khoury! Waaaak! Aku tahu, ini lebay. Hahaha. Tapi dari sini aku mulai pingin main #bookstagram.

Goodreads

Judul: Underwater
Penulis: Marisa Reichardt
Alih Bahasa: Mery Riansyah
Editor: Ayu Yudha
Desain Sampul: emsn32
Penerbit: Spring
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 330 hlm
ISBN: 9786026044341
Genre: Young Adult, Realistic Fiction, Mental Illness
Rating-ku: 4🌟🌟🌟🌟/dari 5🌟

Blurb:
Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.
Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki-lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman-temannya, tidak mampu ke sekolah.

Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar....

First Impression
Kepingan blurb di ataslah yang pertama kalinya menarik perhatianku untuk novel ini. Awalnya, aku tidak ada ekspektasi apa-apa (akhir-akhir ini memang tidak punya ekspektasi berlebih untuk bacaan tertentu karena kebanyakan yang kubaca adalah karya debut) sampai aku mulai membaca bab awal novel ini. Enggak kerasa aja udah dapat beberapa halaman. Ringan, tapi sekaligus menyimpan muatan yang berat dan menarik dan membuat penasaran sejak awal. Meskipun aku sudah menebak garis besar ceritanya (dan ternyata tebakanku benar, yay!), yang membuat aku terus membacanya hingga akhir adalah benar-benar penasaran dengan endingnya.

Sebagian diri Morgan Grant akan mengingatkan kita (mungkin) pada diri kita sendiri yang berada di tengah stress, depresi dan frustrasi saat mengalami kejadian buruk. Sebagian diri Morgan Grant berbagi denganmu tentang hal-hal yang tak sanggup kamu bicarakan dengan orang lain kecuali dirimu sendiri. Dia juga mencoba menunjukkan bahwa dia masih memiliki kekuatan saat keadaan membuatnya harus bertindak demi orang-orang yang dicintai. Meskipun jika itu artinya kita harus memberanikan diri menghadapi ketakutan terbesar.

Goodreads: Lengking Burung Kasuari

Judul: Lengking Burung Kasuari
Penulis: Nunuk Y. Kusmiana
Editor: Sasa
Desain Sampul/Isi: Fauzi Fahmi/Nur Wulan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 224 hlm
ISBN: 9786020339825
Penghargaan: Pemenang Unggulan Sayembara Novel DKJ 2016
Rating-ku: 🌟🌟🌟🌟/4 dari 5 🌟

Blurb:
“Tukang potong kep sedang mencari kepala anak-anak.”
Aku bergeming. Tak merasa perlu gemetar seperti ketika pertama kali mengetahui kep itu artinya apa. “Ah, yang macam beginian cuma cerita omong kosong saja,” aku menyahut begitu dengan nada tak acuh.
Sendy jadi tersinggung. Ia mendelik, mengangkat kepalanya, dan memelototiku, “Baik, kalau tidak percaya. Coba saja kalau tidak percaya. Lihat akibatnya nanti.”
“Jembatannya sudah jadi. Tidak perlu lagi kepala anak-anak,” aku menantangnya.
“Perlu kepala anak-anak,” Sendy ngotot. “Tetap perlu.”
“Mau ditanam di mana lagi?”
“Di bawah jembatan. Memang mau di mana lagi?”
“Kenapa mau tidak takut sama dia?” tanyaku. “Kamu anak-anak juga, sama seperti aku.”
“Tidak sama. Tukang potong kep suka kepala anak-anak berambut lurus.”

First Impression
Aku hampir meninggalkan tokbuk Gramedia Kediri dengan tangan kosong hari itu. Sewaktu aku lewat di deretan dekat pintu keluar dan melihat buku ini, mataku langsung tertuju pada pojok kiri atas. Terdapat logo Pemenang Unggulan Novel DKJ 2017. Dengan semakin banyaknya buku-buku baru yang terbit, aku justru sering bingung untuk membeli mana yang worth to read, worth to spend. Akhirnya pilihanku jatuh pada buku-buku berlogo ini. Begitu aku baca blurb di atas, tentu saja aku hanya bisa membawanya menghampiri meja kasir.

Sekilas cerita buku ini benar-benar membawaku ke masa anak-anak, saat aku masih suka main masak-masakan, siang-siang ketika terik matahari panas, menolak perintah ibuk tidur siang. Bermain tak kenal waktu. Dan juga tukang potong kep. Sementara di daerahku punya julukan sendiri, tukang pek (Bhs. Jawa: ‘pek’ artinya memiliki/merebut/culik). Nah, enggak dinyana sebutannya mirip banget, cuma dibalik. Jadi, setiap kali dulu aku ngotot main terus di halaman rumah siang-siang. Pasti diancam dengan, “Nanti kamu digondol sama tukang pek, diikat, dimasukan ke dalam karung dan enggak bisa kembali ke rumah.

Penggambaran tukang potong kep di Lengking Burung Kasuari pun mirip banget. Menceritakan kehidupan anak-anak dari keluarga tentara yang tinggal di kompleks perumahan dinas (begitu yang kutangkap), penulis mencoba menghadirkan konflik anak-anak, keluarga, masalah-masalah domestik, hingga politik di buku ini. Tidak melupakan sentuhan tentang kehidupan di tengah-tengah keberagaman, Nunuk Y. Kusmiana menghadirkan ritme hidup keluarga tentara Indonesia yang senantiasa bersinggungan dengan masalah yang ada di tahun 1970 ini, ketika Irian Jaya bergabung dengan Republik Indonesia.

Jadi, apakah benar ini cerita thriller anak-anak seperti yang digambarkan blurb?
Goodreads
Judul: Semua Ikan Di Langit
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Grasindo
Halaman: 259 hlm
ISBN: 9786023758067

Sinopsis
Pekerjaan saya memang kedengaran membosankan—mengelilingi tempat yang itu-itu saja, diisi kaki-kaki berkeringat dan orang-orang berisik, diusik cicak-cicak kurang ajar, mendengar lagu aneh tentang tahu berbentuk bulat dan digoreng tanpa persiapan sebelumnya—tapi saya menggemarinya. Saya senang mengetahui cerita manusia dan kecoa dan tikus dan serangga yang mampir. Saya senang melihat isi tas yang terbuka, membaca buku yang dibalik-balik di kursi belakang, turut mendengarkan musik yang dinyanyikan di kepala seorang penumpang... bahkan kadang-kadang menyaksikan aksi pencurian.

Trayek saya memang hanya melewati Dipatiukur-Leuwipanjang, sebelum akhirnya bertemu Beliau, dan memulai trayek baru: mengelilingi angkasa, melintasi dimensi ruang dan waktu.

 

Dunia Sofia

Selamat Tahun Baru 2017! Menyambut tahun yang baru, Dunia Sofia akan kembali aktif dengan posting resensi buku yang lebih rajin dan teratur lagi. Aku punya setumpuk bacaan yang belum bisa kubaca semua di tahun kemarin dan setumpuk buku yang belum sempat aku resensi. Untuk mengawali tahun ini aku punya empat buku yang rencananya akan aku baca dan baca ulang di bulan Januari ini. Buku-buku itu adalah:

Hola, aku kembali dengan berita bagus nih. Akhirnya bisa beres-beres blog dan bersih-bersih sarang laba-laba karena saking lamanya aku enggak ngurusin blog ini. 

Belakangan ini lagi tekun main di platform menulis Storial.co dan aku sedang punya proyek menulis novel bergenre science fiction yang bernapaskan romance. Novel berjudul The Neighborhood yang sedang aku kerjakan mulai kutulis bulan Juli 2016 dan sampai saat ini bulan November 2016 sudah mencapai bab ke30. Novel ini masih on going jadi masih dalam tahap penulisan sekaligus riset. Yup, bagi kalian yang suka novel science fiction dan kisah romance yang tidak biasa silakan baca online di sini: The Neighborhoood. Aku akan cerita lebih banyak soal novel itu di postingan selanjutnya karena ini saatnya berbagi keseruan. Yay, it's giveaway time!



Pict: google.
Judul: The Chronicles of Audy: O2
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun terbit: 2016
Halaman: 364 hlm
ISBN: 9786027742864

Hai, namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai cowok yang kusukai memutuskan untuk meneruskan sekolah ke luar negeri.
Ketika aku sedang berpikir tentang nasib hubungan kami, dia memintaku menunggu.
Namun ternyata, tidak cuma itu. Dia juga memberikan pertanyaan yang membuatku ketakutan setengah mati.
Di saat aku sedang kena galau tingkat tinggi, masalah baru (lagi-lagi) muncul.
Seseorang yang tak pernak kulirik sebelumnya, sekarang meminta perhatianku!
Ini adalah kronik dari kehidupanku yang sepertinya akan selalu ribet. Kronik dari seorang Audy.



Summary
Yey, akhirnya seri terakhir dari The Chronicles of Audy sudah rilis! Semenjak mengikuti seri ini aku tidak bisa tidak menantikan kelanjutan dari cerita Audy. Orizuka memang hampir tidak pernah membuatku kecewa dengan kisah yang dia tulis.

Audy Nagisa adalah mahasiswa tingkat akhir yang seperti pada umumnya, terkena masa kritis kuliah yaitu skripsi. Awal pelik kehidupan Audy dimulai saat dia butuh uang untuk membayar kos yang membuatnya jebak dalam kontrak sepihak dengan Regan Rashad, pengacara muda tampan yang sedang membutuhkan pengasuh untuh adiknya terkecilnya bernama Rafael. Hidup Audy pun terbelit di antara anggota keluarga Rashad lain yaitu Romeo anak kedua dan Rex anak ketiga. Dimulai dari tersiksanya menjadi pengasuh Rafael si anak ajaib sekaligus naksir Regan dan patah hati karena Regan sudah punya tunangan. Lalu ditembak si berondong Rex. Lalu Romeo yang tiba-tiba mencari-cari perhatian. Dan tidak boleh ketinggalan adalah skripsi yang tak kunjung selesai. Audy mendapati kisah hidupnya mendapatkan sedikit titik terang.

from google. Aku suka sekali covernya. Cocok!
Judul: All She Was Worth – 'Melacak Jejak'
Penulis: Miyuki Miyabe
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016
Halaman: 480 hlm
ISBN: 978-602-03-2686-3

Genre: Misteri, Detektif

Yeay, akhirnya Reight Book Club baca bareng sampai di bulan Juni! Saatnya untuk baca buku bergenre Misteri. Sebenarnya aku jarang sekali membaca genre ini dan benar-benar tidak tahu referensi buku misteri yang bagus. Jadi aku bertanya pada salah satu teman yang suka baca misteri dan dapat beberapa rekomendasi salah satunya All She Was Worth karya Miyuki Miyabe ini. Saat meminta referensi, aku memastikan novelnya tidak memuat hal-hal berdarah-darah atau proses pembunuhan sadis. Jadi pilihanku jatuh pada novel ini yang ternyata setelah kubaca sangat menarik. Yuk, simak lebih lanjut!

Sinopsis
Seorang perempuan cantik lenyap tanpa jejak, namun hasil penyelidikan menunjukkan dia bukanlah sosok seperti yang ditampilkan selama ini. Apakah dia korban, pembunuh, atau kedua-duanya? Di negara yang melacak para penduduknya dengan saksama, bagaimana bisa dua perempuan memiliki identitas yang sama, lalu menghilang tanpa jejak? Di tengah masyarakat Jepang yang serba konsumtif, banyak orang terjebak utang, lalu jatuh ke dalam jerat para rentenir gelap yang sangat berbahaya, sehingga kadang-kadang pembunuhan menjadi satu-satunya jalan keluar.


(pic: google)

Jenny Han
Penerbit Spring
356 hlm, September 2015

Masih dalam maraton reading challege tahun ini bersama Reight Book Club, bulan Mei ini adalah bulan Romance. Jujur sejujurnya, aku sedikit banyak menghindari membaca kisah-kisah yang melankolis, romantis ataupun erotis. Entahlah, rasanya setiap kali aku memegang buku dengan sampul bernuansa romantis dan manis, dalam hati aku meringis. Kapan hari-hariku sewarna dengan sampul novel-novel romance yang ada di rak bukuku. Dan aku pun sadar bahwa sebagian besar buku milikku yang ada adalah romance dari remaja hingga dewasa muda, beberapa ada juga sih yang dewasa (ehem). Dan kenapa aku jadi curcol di review buku yang harusnya profesional ini? Oke, aku mulai membuat diriku sendiri tampak menyedihkan di laman yang harusnya menampilkan reviewku yang memang sebagian besar adalah curhatan (selama membaca buku dan yang berkaitan dengan buku). Oke, pada dasarnya saya cenderung curcol saat menulis. -__-

Untuk genre Romance bulai Mei, aku memilih buku sekuel dari ‘To All The Boys I’ve Loved Before’ karangan Jenny Han yang berjudul ‘P.S. I Still Love You’. Sebelumnya aku sudah membaca buku pertamanya dan benar-benar gemas dan kesal dengan Lara Jean. Bagaimana kisahnya di buku sekuelnya ini? Makin menarik tentunya.

Sinopsis
Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter. Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.
Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali. Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Ringkasan
Kisah Lara Jean dan Peter Kavinsky ternyata berlanjut. Yang tadinya hanya sandiwara kini benar-benar dilakoni keduanya. Kontrak pura-pura pacaran tempo hari, yang menarik permasalahan untuk mendatangi hidup Lara Jean yang aman dan tenang-tenang saja dan mengguncangnya. Lara Jean benar-benar menulis surat cintanya lagi kepada Peter dan ingin menyerahkan surat itu pada pemuda tersebut. Begitu perasaan Lara Jean yang sebenarnya diketahui oleh Peter, mereka pun kembali terjalin dalam hubungan. Kali ini sungguhan. Oh betapa Lara Jean adalah gadis yang paling beruntung.























Orizuka adalah penulis novel Indonesia yang tidak diragukan lagi karya-karyanya. Telah begitu banyak novel remaja dan young-adult yang dia tulis dan mewarnai dunia literasi modern Indonesia. Karyanya yang berjudul ‘The Chronicles of Audy’ ini tentu saja selalu dinantikan oleh para pembaca setia Orizuka dan memberikan warna tersendiri pada karya Orizuka yang berseri seperti Oppa and I series yang ditulis bersama Lia Indra Andriana. Mengusung tema realistic young-adult, Orizuka menyuguhkan kisah hidup seorang gadis bernama Audy Nagisa yang kronik kehidupannya dimulai ketika dia mentok mengerjakan skripsi dan dikejar-kejar tunggakan uang kosannya. Di sini saya akan mereview dua novel sekaligus dari TCA, yaitu TCA: 4R Buku 1 dan TCA: 21 Buku 2. Buku ke-3 dari ‘The Chronicles of Audy’ akan rilis pertengahan tahun ini dan pastinya saya tidak sabar untuk membacanya. Tapi dalam penantian buku ketiganya, saya ingin mengulas tentang dua seri dari ‘The Chronicles of Audy’ ini!

Pandangan Pertama
Didesain dengan nuansa cokelat muda, sampul novel ‘The Chronicles of Audy: 4R’ dan ‘The Chronicles of Audy: 21’ memiliki kesamaan dalam konsep sampul seperti novel-novel serial lain. Tentu saja ini tepat sekali karena novel ini merupakan novel serial. Buku 1 dipulas dengan nuansa merah sementara Buku 2 dengan warna biru. Ilustrasi kotak surat dalam Buku 1 pun mendukung cerita dengan simbolis sementara di buku 2 dengan ilustrasi perahu yang menyimbolkan ‘ship’ atau hubungan antartokohnya. Sampulnya tidak terlalu rumit dan minimalis tapi tetap saja menarik. Pilihan font yang dipakai juga sangat cocok dengan tema novel ini.

Sementara itu, di bagian dalam buku layout benar-benar diperhatikan. Penggunaan font yang tidak terlalu artistik dan rumit membuat nuansa cerita yang mengalir dan ringan dapat dirasakan ketika membaca. Karena ceritanya terpusat pada Audy yang sifatnya apa adanya dan cenderung menggemaskan, font yang dipilih pun mendukung dengan karakter tokoh. Ukuran font sangat pas menurutku, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Sangat nyaman untuk dibaca. Ada juga bookmark yang terselip di bukunya. Desain bookmark-nya memang sangat unik, yang menggambarkan kelima tokoh utama dari novel ini: Audy, Regan, Romeo, Rex dan Rafael. Tentu saja itu sangat menarik perhatian para pembaca dan membuat pembaca harap-harap cemas dapat bookmark dengan karakter mana. Sepertinya, bookmark Regan banyak banget ya, yang Rex kok jarang sih.. hehehe.




Judul: Time After Time
Penulis: Aditia Yudis
Penerbit: Gagasmedia
Tahun: 2015
Halaman: 280 hlm
ISBN: 9789797807894
Genre: fantasy, romance, time travel

Waktu bisa saja mengelabuimu
Mengambil yang kau inginkan. Menjauhkan yang kau impikan. Memberi yang tak pernah kau harapkan. Mendatangkan seseorang yang nyaris tak kau duga.
Lewat sebuah paket misterius, pintu masa lalu terbuka. Kau tiba-tiba saja diberi kesempatan menelusuri rahasia. Akankah kau mengambil kesempatan yang mungkin hanya ada dalam dongeng belaka?
Lasja yang masih berkabung atas kematian ayahnya memutuskan mengambil kesempatan ini. Ada kenangan indah bersama sang Ayah yang ingin ia ulang. Ada rahasia tentang Ibu yang ingin ia ketahui kebenarannya.
Namun ada kalanya, masa lalu memang seharusnya dibiarkan menjadi masa lalu. Perjalanan waktu itu seharusnya tak pernah terjadi. Untuk apa jika hanya membuatnya kehilangan lagi?
Ketika kehilangan satu hal, kau akan mendapatkan hal lain yang lebih berarti. Lasja pernah percaya akan hal itu. Tetapi, tidak kali ini, ketika tidak hanya cinta, masa lalu pun ternyata mengkhianatinya.
Ia hanya ingin kembali, bagaimanapun caranya. Akankah waktu mampu membawa gadis itu kembali juga membuatnya jatuh cinta sekali lagi?

~ First Impression ~
Pertama kali tahu tentang novel ini lewat gambar yang diunggah sama Adit di facebooknya. Aku masih ingat gambar itu sebuah tagline tentang novel terbarunya ini. Dan aku langsung antusias tak sabar ingin novel itu cepat terbit. Kali ini Adit memberikan sentuhan fantasi dalam kisah romannya. Selain itu akhirnya Gagasmedia memberikan sentuhan berbeda pada karya-karya yang diterbitkannya karena sejauh ini aku belum pernah tahu ada genre fantasi yang diterbitkan Gagasmedia. Dan ketika semua proses menunggu novel ini selesai dan covernya diunggah secara resmi oleh Gagasmedia, aku semakin berharap bisa mengikuti kisah Lasja dalam Time After Time. Ohya, novel ini merupakan seri Time Travel yang dikeluarkan oleh Gagasmedia tahun ini. Setelah sukses dengan seri Setiap Tempat Punya Cerita, seri 7 Deadly Sins, tahun ini Gagasmedia memiliki banyak proyek buku seri yang segenre meskipun tidak secara cerita saling berhubungan. Selain seri Time Travel ini adalah seri Love Cycle.

Sebagai penyuka fantasi dan sci-fi—meskipun belum bisa dikatakan fans beneran—aku selalu tertarik dengan sesuatu yang bernapaskan fantasi dan sci-fi. Pengetahuanku tentang karya-karya fantasi dan sci-fi sendiri pun sama sekali tidak bisa dikatakan banyak. Selain itu, belum banyak penulis tanah air yang memfokuskan dan mengkhususkan diri sebagai penulis fiksi ilmiah dan fantasi secara penuh. Dan ketika novel ini rilis, aku beneran nggak sabar pengen baca!

Mass Market Paperback, 264 pages
Published January 22nd 2015 by Gramedia Pustaka Utama
original title Ally: All These Lives
ISBN 139786020308845
 SINOPSIS

Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?


Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata “pulang” punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk “pulang”? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya. 


Novel yang membuatku tidak meragukan pepatah:
from Google.

Entah mengapa aku merasa sangat berjodoh dengan novel anak-anak. Bisa kubilang kalau aku lebih jatuh cinta pada novel anak-anak daripada novel-novel young-adult atau dewasa. Mungkin karena pada dasarnya aku memang menyukai anak-anak. Salah satu novel yang kubaca di bulan Maret 2015 ini adalah Wonder karya R.J Palacio. Sudah sejak Januari ingin kubaca tapi harus kembali ke rak karena beberapa kesibukan lainnya.



Judul             : Wonder
Penulis          : R.J Palacio
Penerbit        : Corgi Childrens
Tahun terbit : Januari 2012
Halaman       : 315
Bahasa           : Inggris
Genre             : Novel Anak-anak 

You can't blend in when you were born to stand out.
My name is August. I won't describe what I look like. Whatever you're thinking, it's probably worse.

August Pullman wants to be an ordinary ten-year-old. He does ordinary things. He eats ice cream. He plays on his Xbox. He feels ordinary - inside.

But Auggie is far from ordinary. Ordinary kids don't make other ordinary kids run away screaming in playgrounds. Ordinary kids don't get stared at wherever they go.

Born with a terrible facial abnormality, Auggie has been home-schooled by his parents his whole life, in an attempt to protect him from the cruelty of the outside world. Now, for the first time, he's being sent to a real school - and he's dreading it. All he wants is to be accepted - but can he convince his new classmates that he's just like them, underneath it all?

Narrated by Auggie and the people around him whose lives he touches forever, Wonder is a funny, frank, astonishingly moving debut to read in one sitting, pass on to others, and remember long after the final page. (Goodreads synopsis).
 
Wonder mengisahkan seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bernama August Pullman. Auggie begitu panggilannya, adalah anak yang normal seperti anak-anak kebanyakan kecuali dalam satu hal. Wajahnya. Ia mengidap sebuah kelainan genetik yang mengakibatkan wajahnya tidak seperti orang normal kebanyakan. Serangkaian operasi bedah sudah dilalui Auggie sejak ia masih bayi namun tetap saja tidak banyak membantu. Kedua mata Auggie tidak pada tempat yang semestinya, salah satu matanya turun hingga ke pipi dan yang satu lebih kecil dari yang lain. Hidung Auggie pun jika kuimajinasikan menyerupai hidung rata Voldemort. Dan mulutnya sumbing karena bentuk rahang Auggie yang tidak normal. Kedua telinganya pun berada di posisi yang tidak seimbang.
Apakah kau pernah merasakan rasa heran dan takjub yang sangat dalam pada satu waktu sekaligus? Hanya ada rasa ingin tahu di otak dan juga hatimu? Hingga rasa-rasanya kau takkan melakukan apapun sampai kau menyuapi rasa ingin tahu itu dengan beberapa sendok penemuan-penemuan dan jawaban?

     
(picture from google)

Hal itulah yang kupelajari dari kisah Ben Wilson (Wonderstruck – Brian Selznick) dan Liesel Memminger (The Book Thief – Markus Zuzak). Kedua anak ini diliputi oleh rasa ingin tahu akan sesuatu yang memanggil hati mereka. Ben Wilson yang tuli melakukan perjalanan dari Minnesota, Gunflint ke New York City hanya berbekal alamat lama pada selembar pembatas buku demi menemukan siapa sebenarnya dirinya. Liesel Meminger yang baru saja kehilangan adik laki-lakinya dan harus tinggal bersama Pria Berhati Akordion dan Wanita Berjubah Petir tidak bisa berhenti mencuri buku-buku yang seharusnya terlarang pada waktu itu. Rasa penasaran mereka bagaikan makhluk buas yang kelaparan.

Sudah menjadi ciri-ciri para anak bahwa mereka memiliki rasa ingin tahu yang tak hanya tinggi tetapi besar. Mereka tak akan berhenti setelah menemukan jawaban untuk pertanyaan pertama mereka, mereka terus mengejar jawaban untuk pertanyaan di kepala mereka yang sama tak terhitungnya dengan jumlah konstelasi bintang di angkasa.

Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd