• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia

Goodreads: Lengking Burung Kasuari

Judul: Lengking Burung Kasuari
Penulis: Nunuk Y. Kusmiana
Editor: Sasa
Desain Sampul/Isi: Fauzi Fahmi/Nur Wulan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2017
Halaman: 224 hlm
ISBN: 9786020339825
Penghargaan: Pemenang Unggulan Sayembara Novel DKJ 2016
Rating-ku: 🌟🌟🌟🌟/4 dari 5 🌟

Blurb:
“Tukang potong kep sedang mencari kepala anak-anak.”
Aku bergeming. Tak merasa perlu gemetar seperti ketika pertama kali mengetahui kep itu artinya apa. “Ah, yang macam beginian cuma cerita omong kosong saja,” aku menyahut begitu dengan nada tak acuh.
Sendy jadi tersinggung. Ia mendelik, mengangkat kepalanya, dan memelototiku, “Baik, kalau tidak percaya. Coba saja kalau tidak percaya. Lihat akibatnya nanti.”
“Jembatannya sudah jadi. Tidak perlu lagi kepala anak-anak,” aku menantangnya.
“Perlu kepala anak-anak,” Sendy ngotot. “Tetap perlu.”
“Mau ditanam di mana lagi?”
“Di bawah jembatan. Memang mau di mana lagi?”
“Kenapa mau tidak takut sama dia?” tanyaku. “Kamu anak-anak juga, sama seperti aku.”
“Tidak sama. Tukang potong kep suka kepala anak-anak berambut lurus.”

First Impression
Aku hampir meninggalkan tokbuk Gramedia Kediri dengan tangan kosong hari itu. Sewaktu aku lewat di deretan dekat pintu keluar dan melihat buku ini, mataku langsung tertuju pada pojok kiri atas. Terdapat logo Pemenang Unggulan Novel DKJ 2017. Dengan semakin banyaknya buku-buku baru yang terbit, aku justru sering bingung untuk membeli mana yang worth to read, worth to spend. Akhirnya pilihanku jatuh pada buku-buku berlogo ini. Begitu aku baca blurb di atas, tentu saja aku hanya bisa membawanya menghampiri meja kasir.

Sekilas cerita buku ini benar-benar membawaku ke masa anak-anak, saat aku masih suka main masak-masakan, siang-siang ketika terik matahari panas, menolak perintah ibuk tidur siang. Bermain tak kenal waktu. Dan juga tukang potong kep. Sementara di daerahku punya julukan sendiri, tukang pek (Bhs. Jawa: ‘pek’ artinya memiliki/merebut/culik). Nah, enggak dinyana sebutannya mirip banget, cuma dibalik. Jadi, setiap kali dulu aku ngotot main terus di halaman rumah siang-siang. Pasti diancam dengan, “Nanti kamu digondol sama tukang pek, diikat, dimasukan ke dalam karung dan enggak bisa kembali ke rumah.

Penggambaran tukang potong kep di Lengking Burung Kasuari pun mirip banget. Menceritakan kehidupan anak-anak dari keluarga tentara yang tinggal di kompleks perumahan dinas (begitu yang kutangkap), penulis mencoba menghadirkan konflik anak-anak, keluarga, masalah-masalah domestik, hingga politik di buku ini. Tidak melupakan sentuhan tentang kehidupan di tengah-tengah keberagaman, Nunuk Y. Kusmiana menghadirkan ritme hidup keluarga tentara Indonesia yang senantiasa bersinggungan dengan masalah yang ada di tahun 1970 ini, ketika Irian Jaya bergabung dengan Republik Indonesia.

Jadi, apakah benar ini cerita thriller anak-anak seperti yang digambarkan blurb?
Antologi adalah genre di bulan April untuk Reight Book Club Read Along. Genre ini merupakan salah satu genre yang jarang aku baca dan tak banyak koleksi buku antologi di rak pribadi. Dan bulan ini aku masih membaca buku dari penulis buku bulan Maret lalu yaitu Dee Lestari. Antologi 11 Cerita Pendek dan kumpulan 11 lagu bertajuk Rectoverso menjadi teman membaca bulan April ini. 

 

179 halaman
Bentang Pustaka, 2013

Rectoverso adalah kumpulan 11 cerita pendek yang mengangkat tema besar cinta dan segala pernak-perniknya. Dee Lestari juga menyempurnakan kumpulan cerpennya ini dengan sebuah album bertajuk sama dengan bait-bait syair di awal cerita yang dijadikan lagu. Pasti tahu jargon, “Malaikat juga tahu, aku yang jadi juaranya”, kan? Beberapa lagu dari album ini juga sempat menghiasi ruang dengar penikmat musik Indonesia. Rectoverso adalah paket lengkap. Rectoverso tak hanya hadir dalam bentuk kata-kata di dalam buku atau nada-nada dalam lagu, tapi beberapa judulnya diangkat menjadi satu rangkaian kisah dalam satu judul film.Buku, musik dan film betapa lengkap penginderaan untuk sebuah karya.

Sebelas judul cerita pendek di sini mayoritas adalah tentang cinta dan perasaan yang tak tersampaikan yang tak dimengerti. Kesan itu yang terasa sangat kuat dari kisah-kisahnya. Cerpen pertama “Curhat buat Sahabat” mengisahkan perempuan dan laki-laki yang sudah bersahabat lama yang terjebak dalam friendzone stadium akut. :P
Sementara cerpen “Hanya Isyarat” benar-benar seratus persen kisah ngenes mengagumi dan mencinta seseorang dari jauh tanpa bisa menyampaikan perasaannya.
Ini pertama kalinya Blind Date With Book dilaksanakan oleh teman-teman dari Klub Buku Kediri. Meskipun hanya kami berempat (Mbak Dewi, Liya, Andika dan saya), BDWB tetap berjalan seru dan menyenangkan. Kami sepakat bertemu di Monumen Simpang Lima Gumul dan tepat di dalam monumennya kami memulai blind date ini. Nah, Imipramine inilah yang menjadi teman kencanku bulan Mei ini. 

Judul: Imipramine
Penulis: Nova Riyanti Yusuf
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN:  9792207821 
Paperback, 159 pages

Kesan pertama
Jujur, aku tidak bisa menebak kisah seperti apa yang akan kutemukan dalam buku ini. Mengenal penulisnya pun baru pertama kali ini. Setelah browsing sedikit akhirnya tahu kalau penulis adalah dokter yang juga aktif di bidang politik. Nah, begitu mulai membaca saya langsung pusing. Banyak sekali istilah-istilah kedokteran dan ilmiah yang tidak semuanya saya mengerti. Dan hal itu cukup membuat alis mengernyit.

Ide Cerita dan Alur
Berbau psiko-seksual, politik dan konspirasi. Intrik konflik tiap tokoh bertautan dengan pengupasan karakterisasi di setiap halamannya adalah ide yang menarik. Tetapi yang aku sayangkan adalah perpindahan sudut pandang antara tokoh yang satu dengan yang lainnya, dan penekanan pada siapa tokoh utamanya tidak begitu diperhatikan oleh penulis. Seharusnya penulis membuat perpindahan karakter atau sudut pandang dengan memberikan petunjuk bagi pembaca. Hal ini membuat saya kurang bisa memahami rantai ceritanya karena seolah-olah semua konflik batin tiap tokoh tumpah ruah tanpa jejak yang jelas. Dan mungkin ini keterbatasan saya sebagai pembaca, saya tidak menemukan apa makna Imipramine yang dimaksud. Imipramine adalah nama sebuah zat obat kimia yang memiliki efek tertentu pada manusia namun seolah-olah di sini ada tokoh yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Impramine.


Layout
Desain kovernya bagus, simpel dan misterius. Tetapi sayang sekali penataan di dalam bukunya tidak diperhatikan dengan baik. Adanya perbedaan jenis font dan judul-judul di awal bagian cerita justru membuat bingung ketika membaca. Apa maksudnya font di bagian sini dibedakan dengan font di bagian yang lain?

Overall, buku ini akan jadi lebih bagus lagi jika kembali diperhatikan tatanan layout isinya dan disempurnakan alur-alurnya yang belum jelas. It was okay but it is not my cup of tea.

Adalah mimpi yang menjadi nyata untuk bisa bertemu langsung dan berinteraksi dengan seorang Dewi 'Dee' Lestari. Awalnya saya masih ragu untuk mempercayai bahwa ini benar-benar terjadi. Tanggal 29 Maret 2015, tepatnya di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya, saya melihat sosok nyata penulis idola saya ini. Dalam agenda bertajuk Dee's Coaching Clinic, Mbak Dewi Lestari membuka seluas-luasnya kesempatan bagi yang berkeinginan kuat untuk menulis dan bergelut di dunia sastra untuk berdiskusi seputar dunia penulisan. Ada beberapa poin penting yang dikupas satu per satu di sini yaitu, 1. Berpikir kreatif, 2. Riset menulis, 3. Pemetaan Cerita, 4. Karakter dan beberapa tips menulis ala Dewi Lestari.

Coaching Clinic penulisan ini diawali dengan pembahasan pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang sudah dikirimkan melalui e-mail sebelumnya. Hal yang menjadi pondasi coaching clinic kali ini adalah 'berpikir kreatif'. Mbak Dewi Lestari pun memulai diskusi dengan membongkar apa itu berpikir kreatif. Ringkasan tentang isi Dee's Coaching Clinic Surabaya kemarin seluruhnya bersumber dari penjelasan langsung Mbak Dewi Lestari dengan penulisan ulang dan adaptasi sebisa yang saya lakukan.

1. Berpikir Kreatif
Berpikir kreatif adalah modal dasar bagi seorang penulis. Tapi masih sering kita keliru mendefinisikan apa itu berpikir kreatif. Berpikir untuk harus bikin cerita yang lain dari yang lain akan mengganggu proses kreatif itu sendiri. Menurut Dee Lestari, seseorang yang berpikir kurang kreatif akan hanya berhenti pada dirinya sendiri.

Berpikir kreatif adalah memperluas medan kesadaran diri.

Gelombang adalah novel yang membuka rangkaian kegiatan membacaku tahun 2015. Seolah seperti tarian selamat datang, Alfa Sagala menyambutku dengan gulungan gelombang perasaan yang berkecamuk hingga kini. Dan sebenarnya aku ingin menyimpan sendiri kesanku tentang Gelombang tanpa membuat catatan atau review buku seperti biasanya. I want this feeling for myself, not even a word about my Alfa Sagala I want to share. Tapi godaan bertemu sang kreatornya menumbuhkan semangat lain. I want to meet the author and shout out loud this feeling for Alfa. Sekali lagi, Dee Lestari menghajar para pembacanya dengan melemparkan mereka ke arus kisah Gelombang. Dan membuat kami para pembacanya tetap saja menanti dengan degup jantung penasaran akan Intelegensi Embun Pagi atau #IEP. Sama saja, mau pembaca yang berkomentar tidak puas, kurang dapet greget dan sebagainya dari Gelombang atau pembaca yang serta merta menyukai kisah Alfa Sagala ini. Semuanya tetap berakhir dengan keinginan supaya kisah selanjutnya bisa segera kami nikmati. Bukti ketajaman pena Dee Lestari tetap menggores di hati para pembacanya.

Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd