• Home
  • Stories I Write
    • The Neighborhood
    • Everything Starts to Shine
    • Love in Fall
    • Not All Stars Belong to The Sky
      • Pemantik Api
      • Isvargita
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Writing Hacks
  • REVIEW POLICY AND RATING SYSTEM
  • CONTACT ME
Dunia Sofia


Judul               : To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis            : Jenny Han
Penerbit          : Penerbit Spring
Tahun terbit   : April, 2015 (cetakan pertama)
Halaman         : 380 hlm
ISBN               : 9786027150515
Genre              : Novel Remaja, Terjemahan
Penerjemah    : Airien Kusumawardani

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.
Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.
Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya dan cowok terkeren di sekolah.

S
ebelumnya aku ingin berterima kasih kepada Penerbit Spring dan @Libri Ra karena berkat blog tour dan giveaway-nya aku bisa mendapatkan novel keren ini! Aku juga sangat menikmati event blog tour ini dan berhasil mengikuti hampir seluruh blog tour dan giveawaynya. Tapi sayang sekali aku tidak bisa ikut kuis Finale-nya karena ada masalah dengan laptop. Tetapi, rasanya mendapatkan novel To All The Boys I’ve Loved Before saja ini sudah sangat aku syukuri dan ini membuatku sangat senang. Baru novel ini yang bisa kulibas habis hanya dalam waktu singkat tahun ini! Aku hanya butuh waktu satu kali duduk selama tiga jam mulai jam dua belas malam sampai jam tiga pagi untuk mengikuti kisah Lara Jean dan surat-surat cintanya.
~ First Impression ~
Kurasa bukan aku saja yang jatuh hati pada novel ini karena sampulnya yang sangat cantik. Penampilan novel ini dengan sampul yang sudah terkonsep sangat matang ini sangat menarik. Selain enak dipandang, sampul To All The Boys I’ve Loved Before ini menurutku sudah sebagus poster film. Konsep yang begitu matang dan terencana terlihat jelas dari sampulnya dan juga model yang menjadi Lara Jean di sampul tersebut sungguh amat mendekati kemiripan dengan tokoh Lara Jean.
Dari segi ceritanya, kisah Lara Jean sudah menarik untuk dibaca. Di zaman modern seperti sekarang cewek seperti apa sih yang masih menulis surat diam-diam untuk cowok yang dia taksir? Bagaimana nasib cewek itu kalau sampai surat-suratnya diterima oleh orang-orang yang dia tulis dalam surat cintanya? Ini mungkin bukan ide paling brilian, tetapi kisah Lara Jean sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.


pic: Goodreads(dot)com
Judul              : Girls in The Dark
Penulis           : Akiyoshi Rikako
Penerbit          : Haru
Terbit             : Mei 2014
Tebal             : 279 hlm
ISBN             : 978-602-7742-31-4
Genre       : J-Lit, remaja, thirller, dark, psycho, Tantangan Membaca 2015: Buku-buku “karya” Dini Novita Sari

Sinopsis
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu? Gadis itu mati. Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily. Pembunuhan? Bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu. Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyaa, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi... Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang? – Girls in The Dark.

First Impression
Saya tidak pernah membaca novel bergenre thriller, horror, suspense atau apapun yang berbau pertumpahan darah, kegilaan, psycho dan hal-hal gelap seperti ini. Bacaan saya selama ini jika dianalogikan yaitu seperti pelangi, berwarna-warni ceria, juga seperti es-krim tiga rasa cokelat-vanila-strawberry dan berbau teori konspirasi atau sci-fi. Saya anti pada bacaan apapun yang menggandung unsur kegelapan. Tapi Tantangan Membaca ‘karya’ Dini Novita Sari mengubah segalanya. ‘Girls in The Dark’ adalah novel pertama sepanjang sejarah membaca novel saya yang berbau dark-thriller. Jujur saya kurang menyukai genre seperti itu. Saya tidak bisa membaca sesuatu yang berisi adegan berdarah-darah dan pembunuhan. Tapi ‘Girls in The Dark’ ternyata tidak seseram yang saya kira. Cocoklah untuk sebagai kudapan pembuka jika saya ingin menambah daftar bacaan saya dari genre serupa.
Postingan Lama Beranda

HELLO THERE!

I am Sofia, the author of this blog. This is memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

BBI #1701352

BBI #1701352

Categories

Adult Artikel BBIHUT6 BBIHUT6Marathon Blue Valley Series Book Tour Book Tour Host Books Cover Debut Author Dee Dee's Coaching Clinic Dewi Lestari Distopia Dystopia English Falcon Publishing Fantasy Fantasy-Mistery Fiction Filosofi Gramedia Graphic Novel Harry Potter Historical Romance Indonesia Indonesian Author Indonesian Novel J-Lit Korea Lara Jean Metropop National Bestseller Novel Novel DKJ Poems PostingBareng Reading Challenge Reight Book Club Resensi Retelling Review Romance Romantics Sastra Supernova Teen Thriller Time Travel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie blog tour character child story detektif giveaway literature misteri movie murder orizuka prosa sci-fi suspense tips menulis young-adult

TO READ

The Graveyard Book
Gerbang Trinil
Girl in Translation
Hollow City
Hallucinations
The Man Who Touched His Own Heart: True Tales of Science, Surgery, and Mystery
The Geography of You and Me
All The Bright Places


Dheril Sofia's favorite books »
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

@SOFIADHERIL

Copyright 2014 Dunia Sofia.
Designed by Odd