Selasa, 25 September 2012

Perahu Kertas [book review]

Perahu Kertas karya Dee

Perahu Kertas karya Dee


Menikmati romansa Kugy dan Keenan melalui lembar demi lembar kisah Perahu Kertas. Novel ini menemaniku dalam perjalanan menuju pulau Dewata, Bali untuk tugas English Outing semester ini. Sungguh, baru kali ini aku membaca sebuah kisah dan seolah terjun langsung dalam settingnya. Membacanya dalam perjalanan ke Bali membuatku bisa merasakan bahwa Kugy dan Keenan begitu nyata, ada di dekatku saat aku membaca dan mereka berseliweran dengan adegan-adegan tiap plotnya di depanku.

Perahu Kertas karya Dee ini memiliki ruang eksplorasi yang begitu luas. Durasi kisahnya pun berpindah dari tahun ke tahun dan teras begitu dinamis dan bergerak seperti apa adanya. Dee memang tidak perlu diragukan lagi karya-karyanya yang sudah populer, tapi benar terbukti sudah bahwa Dee penulis yang begitu jeli dengan kisah yang dia tulis. Kugy dia tulis dengan begitu detail dan rapi, caranya menggambarkan seorang Kugy yang berantakan dan pengkhayal menjadikan karakter ini begitu nyata. Keenan, si misterius yang memiliki sejuta kejutan dan keindahan, aku kagum dengan Dee yang menemukan Keenan di hamparan manusia karakter yang pernah ada. Keenan, begitu unik begitu memikat, sama seperti Kugy.

Karakter yang dibangun di Perahu Kertas memanglah memiliki kekuatan dan stabil. Mereka memiliki cela dan sisi baik, seimbang. Itulah yang menghadirkan kesan nyata dan hidup pada setiap karakternya.

Ide cerita dan detail-detailnya. Dee memang begitu kreatif. Apa itu surat untuk Neptunus, Radar Neptunus, Agen Neptunus dan segala pernak-pernik dongeng-dongeng dan lukisan Kugy juga Keenan. Ide-ide unik seperti inilah yang membawa nyawa tersendiri untuk memberi kisah ini sebuah makna.

Sebenarnya sudah sejak novel ini terbit oleh Bentang aku ingin membelinya, namun yah..karena lagi-lagi berurusan dengan kantong yang tidak cukup tebal aku harus menundanya hingga kabar novel ini diangkat ke layar lebar tersebar. Aku mencari versi cover sebelum dijadikan versi movienya tapi mendapatkan novel dengan cover movienya. Yah, tak masalah. Malah senang banget karena bisa melihat Keenan ada di sampul depan. :P
Adipati Dolken alias Keenan
Dan aku memang tidak bisa berkata apa-apa lagi selain, Aku menikmati setiap debaran Kugy dan Keenan, setiap remuk hancur hati mereka dan setiap kata-kata yang merangkai kisah Perahu Kertas ini. Karya yang memang luar biasa dan layak ditransformasi ke sebuah layar lebar. Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk menonton filmnya, berharap film Perahu Kertas masih berlayar di area Kediri sampai bulan Oktober saat film part 2nya rilis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar