Selasa, 11 September 2012

With You [book review]

With You [book review]

Judul: With You

Penulis: Christian Simamora & Orizuka (GagasDuet)

Penerbit: GagasMedia

Halaman: 298 hlm

ISBN: 9797805735

Ini adalah salah satu novel GagasDuet yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca Beautiful Mistake dan With You adalah GagasDuet adalah yang kedua. Saya memang agak ketinggalan, tapi tidak ingin melewatkan novel yang well, saya tahu dari teman-teman kalau GagasDuet Kak Chris dan Kak Orizuka ini bikin geger, dalam arti yang positif tentunya.

Duet Gagas kali ini emang rada-rada kontroversial, *ciee...lebay deeh...* karena kiblat dan aliran Kak Chris dan partnernya Kak Orizuka yang melenceng jauuuuh. Tulisan-tulisan kak Chris terkenal dengan gaya centil, romansa yang meletup-letup dan membuat berdebar jantung yang membacanya, (catet, dari judul-judul buku yang udah Kak Chris tulisan aja udah jelas banget kayak gimana ngegemesinnya tulisan kak Chris itu kaan?) dan Kak Orizuka yang memiliki penulisan yang kalem, teen-centered, melow seperti naik kano di danau paling tenang di dunia namun selalu memberikan kesan mendalam hingga terakhir-terakhir aku nangis baca buku Kak Orizuka yang berjudul Fate, lalu I For You yang juga diterbitkan oleh GagasMedia.

With You terdiri dari dua kisah yang masing-masing ditulis oleh Kak Chris dan Kak Orizuka. Cinderella Rockefella oleh Christian Simamora dan Sunrise oleh Orizuka. Dan berikut adalah review dari saya untuk masing-masing novela ini.

Cinderella Rockefella by Christian Simamora

Gaya centil, meletup-letup, dan selalu menyajikan suatu kisah dengan cara yang membawa nuansa santai dan mengalir selancar air terjun Niagara, Kak Chris emang rajanya bikin pembaca dag-dig-dug seperti yang dirasakan oleh karakter-karakter dalam novela ini. Memang sih saya baru kali ini membaca tulisan kak Chris, tapi dari beberapa teman yang saya jumpai, mereka selalu bilang kalau novel-novel kak Chris emang bener-bener maknyus. Cara bertutur yang terkesan ngeflow dan nggak dibuat-buat melankolis-malah terkesan cablak dan blak-blakan-membuat gaya penulisan seperti Kak Chris ini meninggalkan kesan ‘iiih, gemesss!’ di tengah perjalanan membaca hingga sampai di kata terakhir novelnya.

Dan Oh well, seriously! Abis baca Cinderella Rockefella biasanya di otakku akan berputar lagu apa yang seolah disetel otomatis untuk menyesuaikan kesanku setelah membaca. Dan apa lagu yang saat itu berdendang dalam benakku? Melinda – Cinta Satu Malam, OOOMAIGAT! Cindy beneran jatuh cinta dalam waktu semalaman! GILEEE, Jere kayaknya udah ngejampi-jampiin Cindy lewat kesederhanaan dan apa adanya cowok itu. Dan oh, shit, I gotta say it! And they’re tryin’ to attract one each other! Aku kadang gak terlalu suka sama romansa yang hanya didasari oleh ketertarikan fisik, (say it, dari penceritaan antara Cindy dan Jere udah jelas kalau fisik jadi main appeal di sini, tapi lambat laun mulai berubah dari hati ke hati, halah kayak rubrik di majalah aja.. -__-“). Tapi novela ini pengecualian, begitu membaca, aku terhipnotis sama cara kak Chris bercerita. OMG, master Chris emang jago bikin pembacanya ketawa-ketiwi-merengut-ketawa-senyum-senyum-merengut lagi-lalu akhirnya bilang ‘haaah, ya ampuuun...gemes deh gue!’

Abis baca tulisannya Kak Chris bentuk dan cara mereviewku jadi rada-rada nggak biasa yah...kok aku jadi ikutan centil, sih? Whooaa...

Sunrise by Orizuka

Khas Kak Orizuka. Cerita manis, bergaya remaja yang ringan dan mengalir seperti air mancur yang tenang tapi ada kejutan-kejutan manis yang terselip di scene atau plotnya. Tidak seperti Kak Chris yang hampir selalu membuat pembacanya kipas-kipas karena saking panasnya plot antara Cindy and Jere. Dua gabungan novella yang istimewa, seratus delapan puluh derajat berbeda tapi dengan cantiknya membuat kesan yang sulit dilupakan. Ide cerita di Sunrise ini menurutku tidak terlalu baru (tentang pasangan yang baru putus lalu balikan), tapi selalu Kak Orizuka membungkus kisahnya dengan ide-ide cemerlang lainnya. Memberikan sentuhan romantic dan exotic pantai dan laut di Karimunjawa sukses membawaku merasakan seolah-olah cerita ini bergerak seperti FTV yang kadang aku tonton sepulang dari kampus. Hahaha. Pesona Karimunjawa memang menjadi titik daya tarik dan poin plus. Tapi kisah-kisah antara Juna dan Lyla itulah yang membuatku kadang tersenyum dengan haru dan menahan tawa karena masa remaja mereka. Ungkapan-ungkapan yang dipakai Kak Orizuka inilah yang selalu menarik, membuat gaya penulisannya tidak membosankan dan berciri khas.

Dan patutlah saya memberikan bintang lima dari lima yang saya punya untuk duet ini. It’s totally different but damn so touching! After you stroke down from the roller-coaster effect as you finished reading Cinderella Rockefella, you are to dance slowly but gracefully like you’re dancing on the ocean’s wave when you’re in Sunrise pages. Believe me or not!

1 komentar:

  1. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus