Please Look After Mom: Book Review


Judul Buku: Please Look After Mom

Penulis: Shin Kyung Sook

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: November 2011

Halaman: 296 hlm

Alih bahasa: Tanti Lesmana


Sepasang suami-istri berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah tanah dan mengira istrinya mengikuti di belakang. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tidak ada. Istrinya tertinggal di Stasiun Seoul.

Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini, perasaan-perasaannya, harapan-harapannya dan mimpi-mimpinya.

Review:
Kisah yang ditulis Shin Kyung Sook ini begitu memilukan sekaligus indah. Hilangnya seorang ibu yang tidak pernah terpikirkan oleh anak-anaknya, suaminya dan iparnya membuat mereka semua-keluarga yang dulu lebih mengabaikan sang Ibu daripada mendengar dan mencoba mengenalnya lebih jauh-sadar bahwa mereka sama sekali tidak begitu mengenal wanita yang penuh kekuatan dan kasih sayang itu.

Suami yang tidak bisa diandalkan, singkatnya. Sang Ibu harus memeras keringatnya membesarkan anak-anaknya. Saat dewasa mereka semua lebih mementingkan pekerjaan dan enggan untuk bersentuhan dengan Ibu secara lebih emosional, dan belum lagi kakak ipar yang malah terlihat seperti ibu mertua yang mengkritik apapun yang perempuan bernama Park So-nyo itu lakukan.

Begitu indah dan menyesakkan dada kisah ini dirangkai dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Dimulai dengan pembukaan dimana seolah pembaca adalah anak perempuan terakhir sang Ibu lalu anak laki-laki pertamanya, hingga point of view kisah ini diambil dari sisi ayah, suami sang Ibu, Istri, ipar yang hilang ini. Membuat setiap scene dan plotnya memang berubah sangat dinamis. Terasa sekali setiap perubahan point of view dengan emosi dan karakter yang berbeda-beda. Lalu saat sudut pandanganya berubah menjadi point of view sang Ibu, kisah ini semakin memilukan dengan rangkaian kata yang penuh emosi dan karakter kuat Ibu. Saat membaca buku Please Look After Mom ini, pembaca seolah disentakkan dengan kata kau, kamu. Seolah kisah ini adalah milik sang pembaca, dan buku ini mengingatkan tentang apa, siapa dan bagaimana perjuangan Ibu untuk menghidupi anak-anaknya, melayani suaminya yang suka pergi entah kemana dan mencoba bersabar saat ipar yang seolah mertua itu mulai membuatnya bingung dan kesal.

Kisah ini menggetarkan hati dengan ide-ide penulisnya yang bisa menggambarkan bagaimana seorang ibu bersikap dan mengambil keputusan demi anak-anak dan keluarganya.

Ibu, tiga huruf menjadi satu kata yang jika dijelaskan mungkin tinta selautan takkan cukup untuk menuliskan betapa besarnya pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan. Ibu, ibu berarti wanita... istri dan ibu untuk anak-anaknya.

Quotes Favorite

Mana bisa kita hanya melakukan apa yang kita sukai? Ada hal-hal yang mesti dilakukan, entah suka atau tidak. –Ibu

Bagaimana kau bisa hidup kalau tidak bisa menaruh percaya pada orang lain? Lebih banyak orang yang baik daripada yang jahat. –Ibu

Kalau kau mau angkat kaki dari dunia yang indah ini, silahkan saja minum-minum terus. –Ibu

Aku bahagia menjalani sekian banyak hari dalam hidupku, karena aku memilikimu. –Ibu

Kau membandingkan dirimu dengan ibu, akan tetapi Ibu sungguh tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Seandainya kau berada dalam posisi Ibu, kau tidak akan melarikan diri seperti ini, lari dari rasa takut. –Ibu


Share this:

ABOUT THE AUTHOR

logophile • memorabilia of my adventure as a writer, a reader, a translator and a light seeker •

0 comments