Selasa, 06 November 2012

Menujuh [book review]



Judul             : Menuju(h)
Penulis     : Aan Syafrani, Iru Irawan, Mahir Pradana, Maradilla Syachridar, Sundea, Theoresia Rumthe dan Valiant Budi.
Penerbit      : GagasMedia (2012)
Halaman      : 250 hlm

Buku ini adalah persembahan dari @salamatahari (Sundea) atas terpilihnya fotoku dalam #KuisMenujuh yang diadakan @salamatahari dan @GagasMedia. Kumpulan cerita ini adalah buku kumpulan cerita kedua setelah Filosofi Kopi yang menjadi salah satu favoritku.

Menuju(h) bercerita tentang hari-hari yang bercerita. Hari-hari yang membentang selama satu minggu penuh. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu.

“Hari punya sistem pergantian yang teratur sehingga ia tak pernah merasa sesak karena ditinggalkan” – Menuju(h)

Ya, begitulah hari. Dia setia mengiringi manusia dalam pergiliran waktu.
Buku ini penuh warna. Masing-masing perncerita memiliki warna dan cara. Mencipta cerita berdasarkan nama hari-hari. Warna Senin tak sama dengan Kamis dan begitulah seterusnya. Mereka bercerita dengan hari-hari. Menghasilkan satu minggu penuh warna dan makna yang berwujud buku Menuju(h) ini.

Dan Jum’at, cerita di hari ini menjadi yang paling berkesan untukku.

Mahir Pradana.
Dia menulis dan bercerita tentang hari Jum’at. Dua ceritanya ‘Follow Friday’ dan ‘Moonliner’ adalah dua cerita yang terhubung, atau memang satu kesatuan cerita? Aku langsung menyukai sosok Safir meski di ‘Follow Friday’ dia jadi yang terintimidasi tapi itulaj proses dimana seseorang mulai menyadari bahwa dirinya pantas untuk mimpi yang lebih besar. Safir, sunggu dia akan menjadi penulis hebat masa depan.

‘Moonliner’ membawanya pada sebuah pemberhentian yang dia tuju, hati Regina. Jika kamu, Safir, benar ada, aku pasti akan senang membaca tulisan-tulisanmu.

Kak Mahir, Safir ini Kak Mahir sendiri, ya? Hihihi ^_^

Aku suka Menuju(h). Satu minggu yang berwarna-warni. Salut untuk ketujuh pencerita. Seandainya seminggu ada delapan hari, aku ingin menyelip di antara kalian. ^_^

Aku jatuh hati pada cover dan ilustrasinya. Jeffri Fernando selalu membingkis buku GagasMedia sehingga menawan hati. Dan untuk Lala Bohang, ilustratornya. Aku suka sekali visual yang kakak buat. It seems like to be childish drawings but they name their character!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar