Senin, 03 September 2012

Then I Hate You So [book review]

Judul: Then I Hate You So
Penulis: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 320 hlm

Aku gak bisa menikmati jalan ceritanya. Karakternya. Penyampaian penulis tentang alur dan adegannya membuatku tidak merasakan apa-apa ketika membacanya. Mungkin sebagaian pembaca sudah menamatkan novel ini, tapi aku tidak bisa terus membacanya. Jujur, aku kecewa karena ekspektasiku besar untuk novel ini yang bersetting Korea dan Jepang. Dua negara yang menjadi favoritku namun entah mengapa aku tidak bisa terbawa atmosfer yang ada dalam cerita ini. Aku jujur, aku berhenti tanpa mengetahui kelanjutan ceritanya karena semakin aku membaca semakin aku kecewa dengan gaya penulisan yang menurutku tidak cukup menyampaikan rasa karakternya. Aku bukan ahli dalam menilai tulisan seseorang karena aku pun masih belajar menulis juga, namun aku ingin berkata jujur pada penulisnya tentang cara bertuturnya yang terlalu kaku dan tidak mengalir seperti air. Seperti membaca artikel berita saja di bagian pertama novel ini. Kesanku, 'loh, ini novel apa laporan kejadian,sih?' maaf, bukan maksudku untuk mencela atau menyakiti, tapi itulah yang kurasakan ketika membacanya. Aku berusaha bertahan dan terus membaca, namun baru sampai di bab awal (2-3) aku berhenti, karena apa? Karena aku tidak begitu tertarik setelah mencapai bab dimana karakter-karakternya terasa tidak nyata. Satu hal lagi, mungkin karena aku tidak menyukai gaya penulisan Andry ini yang menurutku terlalu lugas dan kurang terasa sastra atau bahasanya kurang puitis. Aku cenderung menikmati tulisan yang mengalir seperti air dan meninggalkan bekas teduh dan melankolis setelah membacanya, jenis-jenis novel yang syarat akan makna puitis dan kental dengan perasaan karakternya. Hal-hal itulah yang tidak bisa kudapatkan dari novel ini dan berakhir dengan aku tidak melanjutkan membaca. Mungkin lain kali aku akan membaca ulang novel ini jika moodku cocok, untuk melihat lagi kenapa aku menaruhnya kembali ke meja dan mengambil novel judul lain karena merasa 'lelah' membaca cerita yang menurutku tidak memiliki benang merah di awalnya. Tapi aku menunggu karta Andry selanjutnya, dan berharap akan memiliki 'crush' dengan karya berikutnya! ^_^
Sekian terimakasih dan mohon maaf sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar