Senin, 18 Juni 2012

Hujan dan Teduh [book review]


Juara Pertama 100% Romance Indonesia Gagasroman

Judul: Hujan dan Teduh
Penulis: Wulan Dewatra
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 256 hlm
ISBN: 9797804984

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan....




Kisah Hujan dan Teduh ini sangat tidak terduga. Gak nyangka bakalan begini ceritanya. Padahal awalnya kupikir ini cerita remaja pada umumnya, tapi...oh ternyata kejutan-kejutan yang ada di dalamnya sangat membuatku harus geleng-geleng. Dari covernya kukira ceritanya sejenis dengan Remember When atau Once Upon a Love, tapi ternyata oooh jauh berbeda..

Kelebihan dari Hujan dan Teduh ini adalah bagaimana kata-kata puitis dan imajinatif yang dipakai mbak Wulan terangkai menjadi begitu bermakna. Memang di sanalah letak poin lebih dari Hujan dan Teduh yang mungkin membuat novel ini jadi Juara Pertama Gagas Romance. Meskipun aku tidak terlalu suka jalan ceritanya yang flash back yang menurutku kurang memiliki kaitan dengan kejadian sekarang di Hujan dan Teduh.. Jadi, di novel ini diceritakan secara flash back: ada part yang menceritakan masa lalu tokoh utama kemudian dilanjutkan dengan part pada masa sekarang tokohnya berada. Menurutku kurang berkaitan antara kisah Bintang dan Kaila yang diselang-seling dengan kisah Bintang dengan Noval.

Selain itu, entah mengapa aku tidak memiliki simpati pada semua tokoh di sini. Terkadang saat membaca novel, pasti akan ada tokoh yang menjadi favoritku atau paling tidak aku simpati pada tokoh itu. Tapi di Hujan dan Teduh entah mengapa aku tidak menemukan sosok tokoh yang pas di hatiku.

Kisah ini tidak bisa ditebak. Tapi ada part yang paling aku suka, yaitu endingnya yang memberikan kesan bahwa kisah Bintang dan Noval yang seolah-olah akan berakhir putus selamanya menjadi kembali berjalan dan...akan menjadi cerita yang panjang, menjadi kisah yang panjang bagi mereka.

Yang sudah membaca novel ini bagaimana menurut kalian? It's like unpredictable story with a sweet ending story.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar