Sabtu, 21 Mei 2016

P.S. I Still Love You – Jenny Han


(pic: google)

Jenny Han
Penerbit Spring
356 hlm, September 2015

Masih dalam maraton reading challege tahun ini bersama Reight Book Club, bulan Mei ini adalah bulan Romance. Jujur sejujurnya, aku sedikit banyak menghindari membaca kisah-kisah yang melankolis, romantis ataupun erotis. Entahlah, rasanya setiap kali aku memegang buku dengan sampul bernuansa romantis dan manis, dalam hati aku meringis. Kapan hari-hariku sewarna dengan sampul novel-novel romance yang ada di rak bukuku. Dan aku pun sadar bahwa sebagian besar buku milikku yang ada adalah romance dari remaja hingga dewasa muda, beberapa ada juga sih yang dewasa (ehem). Dan kenapa aku jadi curcol di review buku yang harusnya profesional ini? Oke, aku mulai membuat diriku sendiri tampak menyedihkan di laman yang harusnya menampilkan reviewku yang memang sebagian besar adalah curhatan (selama membaca buku dan yang berkaitan dengan buku). Oke, pada dasarnya saya cenderung curcol saat menulis. -__-

Untuk genre Romance bulai Mei, aku memilih buku sekuel dari ‘To All The Boys I’ve Loved Before’ karangan Jenny Han yang berjudul ‘P.S. I Still Love You’. Sebelumnya aku sudah membaca buku pertamanya dan benar-benar gemas dan kesal dengan Lara Jean. Bagaimana kisahnya di buku sekuelnya ini? Makin menarik tentunya.

Sinopsis
Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter. Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.
Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali. Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Ringkasan
Kisah Lara Jean dan Peter Kavinsky ternyata berlanjut. Yang tadinya hanya sandiwara kini benar-benar dilakoni keduanya. Kontrak pura-pura pacaran tempo hari, yang menarik permasalahan untuk mendatangi hidup Lara Jean yang aman dan tenang-tenang saja dan mengguncangnya. Lara Jean benar-benar menulis surat cintanya lagi kepada Peter dan ingin menyerahkan surat itu pada pemuda tersebut. Begitu perasaan Lara Jean yang sebenarnya diketahui oleh Peter, mereka pun kembali terjalin dalam hubungan. Kali ini sungguhan. Oh betapa Lara Jean adalah gadis yang paling beruntung.

Rabu, 04 Mei 2016

Rectoverso [April book review]

Antologi adalah genre di bulan April untuk Reight Book Club Read Along. Genre ini merupakan salah satu genre yang jarang aku baca dan tak banyak koleksi buku antologi di rak pribadi. Dan bulan ini aku masih membaca buku dari penulis buku bulan Maret lalu yaitu Dee Lestari. Antologi 11 Cerita Pendek dan kumpulan 11 lagu bertajuk Rectoverso menjadi teman membaca bulan April ini. 


179 halaman
Bentang Pustaka, 2013

Rectoverso adalah kumpulan 11 cerita pendek yang mengangkat tema besar cinta dan segala pernak-perniknya. Dee Lestari juga menyempurnakan kumpulan cerpennya ini dengan sebuah album bertajuk sama dengan bait-bait syair di awal cerita yang dijadikan lagu. Pasti tahu jargon, “Malaikat juga tahu, aku yang jadi juaranya”, kan? Beberapa lagu dari album ini juga sempat menghiasi ruang dengar penikmat musik Indonesia. Rectoverso adalah paket lengkap. Rectoverso tak hanya hadir dalam bentuk kata-kata di dalam buku atau nada-nada dalam lagu, tapi beberapa judulnya diangkat menjadi satu rangkaian kisah dalam satu judul film.Buku, musik dan film betapa lengkap penginderaan untuk sebuah karya.

Sebelas judul cerita pendek di sini mayoritas adalah tentang cinta dan perasaan yang tak tersampaikan yang tak dimengerti. Kesan itu yang terasa sangat kuat dari kisah-kisahnya. Cerpen pertama “Curhat buat Sahabat” mengisahkan perempuan dan laki-laki yang sudah bersahabat lama yang terjebak dalam friendzone stadium akut. :P
Sementara cerpen “Hanya Isyarat” benar-benar seratus persen kisah ngenes mengagumi dan mencinta seseorang dari jauh tanpa bisa menyampaikan perasaannya.