Jumat, 30 Desember 2016

Menuju 2017


dokumen pribadi

Setelah sekian lama blog ini menganggur (ya Tuhan, aku sudah sangat menelantarkan tempat tulisan-tulisan awalku lahir ini), aku kangen menulis resensi buku atau sekadar menulis iseng dan agak ngawur di sini seperti dulu. Akhir-akhir ini lebih sering menjadi penimbun buku daripada pembaca yang rajin membuat resensi atau review. Lebih sering menulis cerita (Alhamdulillah, akhirnya aku punya rasa percaya diri untuk menulis lagi) di sebuah platform menulis. Kapan-kapan akan kuceritakan tentang tempat main baruku ini.

Nah, sebagai doa akhir dan awal tahun untuk blog ini, aku berharap bisa rutin mengisi blog ini lagi dengan resensi buku atau perkembangan menulisku. Mungkin bisa tips menulis atau sekadar curhatan penulis labil. Semoga tahun 2017 gejala-gejala penimbun buku yang menjangkitiku bisa sembuh. Aku enggak mau jadi penimbun buku, suwerrr! 

Ini bukan summary apa saja yang sudah kulakukan atau kucapai di tahun 2016 ini. Ugh, baik dari segi readingscape atau reality-scape enggak ada yang menarik untuk diceritakan kecuali pada bulan Juli 2016 lalu aku jatuh sakit dan harus meninggalkan salah satu pekerjaanku (yang sampai sekarang masih menjadi guilty mendalam bagiku). Saat sakit yang lumayan menguasaiku itu, aku akhirnya menghabiskan waktu dengan menulis.

Yah, ini bukan kondisi mau mati lalu diserbu ide-ide menulis dahsyat yang akhirnya menjadi memoir atau otobiografi yang bisa dibukukan dan difilmkan. Who the hell do I think I am? Hahaha. Saat sakit itulah aku mulai menulis sebuah draf yang aku beri nama The Neighborhood. Ceritanya sih diniatkan jadi science-fiction, romance, drama keluarga... yang agak ngawur dan jelimet, bikin pusing dan entahlah aku enggak tahu. Namun, ada sesuatu yang terus menggerakkanku untuk menulis. Yah, lebih tepatnya aku berada di antara orang-orang yang tepat, yang terus menyemangatiku menulis dan melanjutkan cerita. Akhirnya dari Juli ketika istirahat total itu sampai mau masuk tahun baru ini, The Neighborhood belum selesai dan masih terus berlanjut. See, kalian tahu dari malas mengurus blog sendiri dan cerita berprogres lamban... ternyata ketahuan betapa siputnya aku ini sekarang... Haha.

Apa yang terjadi selain aku tiba-tiba menulis science-fiction, aku mulai membaca genre-genre yang sebelumnya belum menarik atau lebih tepatnya enggan kubaca. Seperti thriller, suspense, pokoknya yang melibatkan pertumpahan darah dalam bentuk apapun. Yeah, I read 'The Silence of the Lambs', yang bagiku pribadi adalah pencapaian tersendiri. Karena aku dulu tidak pernah berani pegang buku bergenre seperti ini pokoknya.

Selain ingin kembali rajin meresensi buku, tentu saja aku ingin merampungkan The Neighborhood. Aku tidak punya harapan muluk-muluk juga sih di tahun 2017 nanti, selain menyelesaikan The Neighborhood, lebih banyak membaca buku dengan genre lebih bervariasi dan memperbanyak jalan-jalan.

Well, see you, 2017!

-Dheril Sofia-

Minggu, 13 November 2016

THE NEIGHBORHOOD GIVEAWAY


Hola, aku kembali dengan berita bagus nih. Akhirnya bisa beres-beres blog dan bersih-bersih sarang laba-laba karena saking lamanya aku enggak ngurusin blog ini. 

Belakangan ini lagi tekun main di platform menulis Storial.co dan aku sedang punya proyek menulis novel bergenre science fiction yang bernapaskan romance. Novel berjudul The Neighborhood yang sedang aku kerjakan mulai kutulis bulan Juli 2016 dan sampai saat ini bulan November 2016 sudah mencapai bab ke30. Novel ini masih on going jadi masih dalam tahap penulisan sekaligus riset. Yup, bagi kalian yang suka novel science fiction dan kisah romance yang tidak biasa silakan baca online di sini: The Neighborhoood. Aku akan cerita lebih banyak soal novel itu di postingan selanjutnya karena ini saatnya berbagi keseruan. Yay, it's giveaway time!


Rabu, 22 Juni 2016

The Chronicles of Audy: O2


Pict: google.
Judul: The Chronicles of Audy: O2
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun terbit: 2016
Halaman: 364 hlm
ISBN: 9786027742864

Hai, namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai cowok yang kusukai memutuskan untuk meneruskan sekolah ke luar negeri.
Ketika aku sedang berpikir tentang nasib hubungan kami, dia memintaku menunggu.
Namun ternyata, tidak cuma itu. Dia juga memberikan pertanyaan yang membuatku ketakutan setengah mati.
Di saat aku sedang kena galau tingkat tinggi, masalah baru (lagi-lagi) muncul.
Seseorang yang tak pernak kulirik sebelumnya, sekarang meminta perhatianku!
Ini adalah kronik dari kehidupanku yang sepertinya akan selalu ribet. Kronik dari seorang Audy.



Summary
Yey, akhirnya seri terakhir dari The Chronicles of Audy sudah rilis! Semenjak mengikuti seri ini aku tidak bisa tidak menantikan kelanjutan dari cerita Audy. Orizuka memang hampir tidak pernah membuatku kecewa dengan kisah yang dia tulis.

Audy Nagisa adalah mahasiswa tingkat akhir yang seperti pada umumnya, terkena masa kritis kuliah yaitu skripsi. Awal pelik kehidupan Audy dimulai saat dia butuh uang untuk membayar kos yang membuatnya jebak dalam kontrak sepihak dengan Regan Rashad, pengacara muda tampan yang sedang membutuhkan pengasuh untuh adiknya terkecilnya bernama Rafael. Hidup Audy pun terbelit di antara anggota keluarga Rashad lain yaitu Romeo anak kedua dan Rex anak ketiga. Dimulai dari tersiksanya menjadi pengasuh Rafael si anak ajaib sekaligus naksir Regan dan patah hati karena Regan sudah punya tunangan. Lalu ditembak si berondong Rex. Lalu Romeo yang tiba-tiba mencari-cari perhatian. Dan tidak boleh ketinggalan adalah skripsi yang tak kunjung selesai. Audy mendapati kisah hidupnya mendapatkan sedikit titik terang.

Kamis, 09 Juni 2016

ALL SHE WAS WORTH

from google. Aku suka sekali covernya. Cocok!
Judul: All She Was Worth – 'Melacak Jejak'
Penulis: Miyuki Miyabe
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016
Halaman: 480 hlm
ISBN: 978-602-03-2686-3

Genre: Misteri, Detektif

Yeay, akhirnya Reight Book Club baca bareng sampai di bulan Juni! Saatnya untuk baca buku bergenre Misteri. Sebenarnya aku jarang sekali membaca genre ini dan benar-benar tidak tahu referensi buku misteri yang bagus. Jadi aku bertanya pada salah satu teman yang suka baca misteri dan dapat beberapa rekomendasi salah satunya All She Was Worth karya Miyuki Miyabe ini. Saat meminta referensi, aku memastikan novelnya tidak memuat hal-hal berdarah-darah atau proses pembunuhan sadis. Jadi pilihanku jatuh pada novel ini yang ternyata setelah kubaca sangat menarik. Yuk, simak lebih lanjut!

Sinopsis
Seorang perempuan cantik lenyap tanpa jejak, namun hasil penyelidikan menunjukkan dia bukanlah sosok seperti yang ditampilkan selama ini. Apakah dia korban, pembunuh, atau kedua-duanya? Di negara yang melacak para penduduknya dengan saksama, bagaimana bisa dua perempuan memiliki identitas yang sama, lalu menghilang tanpa jejak? Di tengah masyarakat Jepang yang serba konsumtif, banyak orang terjebak utang, lalu jatuh ke dalam jerat para rentenir gelap yang sangat berbahaya, sehingga kadang-kadang pembunuhan menjadi satu-satunya jalan keluar.

Sabtu, 21 Mei 2016

P.S. I Still Love You – Jenny Han


(pic: google)

Jenny Han
Penerbit Spring
356 hlm, September 2015

Masih dalam maraton reading challege tahun ini bersama Reight Book Club, bulan Mei ini adalah bulan Romance. Jujur sejujurnya, aku sedikit banyak menghindari membaca kisah-kisah yang melankolis, romantis ataupun erotis. Entahlah, rasanya setiap kali aku memegang buku dengan sampul bernuansa romantis dan manis, dalam hati aku meringis. Kapan hari-hariku sewarna dengan sampul novel-novel romance yang ada di rak bukuku. Dan aku pun sadar bahwa sebagian besar buku milikku yang ada adalah romance dari remaja hingga dewasa muda, beberapa ada juga sih yang dewasa (ehem). Dan kenapa aku jadi curcol di review buku yang harusnya profesional ini? Oke, aku mulai membuat diriku sendiri tampak menyedihkan di laman yang harusnya menampilkan reviewku yang memang sebagian besar adalah curhatan (selama membaca buku dan yang berkaitan dengan buku). Oke, pada dasarnya saya cenderung curcol saat menulis. -__-

Untuk genre Romance bulai Mei, aku memilih buku sekuel dari ‘To All The Boys I’ve Loved Before’ karangan Jenny Han yang berjudul ‘P.S. I Still Love You’. Sebelumnya aku sudah membaca buku pertamanya dan benar-benar gemas dan kesal dengan Lara Jean. Bagaimana kisahnya di buku sekuelnya ini? Makin menarik tentunya.

Sinopsis
Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter. Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.
Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali. Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Ringkasan
Kisah Lara Jean dan Peter Kavinsky ternyata berlanjut. Yang tadinya hanya sandiwara kini benar-benar dilakoni keduanya. Kontrak pura-pura pacaran tempo hari, yang menarik permasalahan untuk mendatangi hidup Lara Jean yang aman dan tenang-tenang saja dan mengguncangnya. Lara Jean benar-benar menulis surat cintanya lagi kepada Peter dan ingin menyerahkan surat itu pada pemuda tersebut. Begitu perasaan Lara Jean yang sebenarnya diketahui oleh Peter, mereka pun kembali terjalin dalam hubungan. Kali ini sungguhan. Oh betapa Lara Jean adalah gadis yang paling beruntung.

Rabu, 04 Mei 2016

Rectoverso [April book review]

Antologi adalah genre di bulan April untuk Reight Book Club Read Along. Genre ini merupakan salah satu genre yang jarang aku baca dan tak banyak koleksi buku antologi di rak pribadi. Dan bulan ini aku masih membaca buku dari penulis buku bulan Maret lalu yaitu Dee Lestari. Antologi 11 Cerita Pendek dan kumpulan 11 lagu bertajuk Rectoverso menjadi teman membaca bulan April ini. 


179 halaman
Bentang Pustaka, 2013

Rectoverso adalah kumpulan 11 cerita pendek yang mengangkat tema besar cinta dan segala pernak-perniknya. Dee Lestari juga menyempurnakan kumpulan cerpennya ini dengan sebuah album bertajuk sama dengan bait-bait syair di awal cerita yang dijadikan lagu. Pasti tahu jargon, “Malaikat juga tahu, aku yang jadi juaranya”, kan? Beberapa lagu dari album ini juga sempat menghiasi ruang dengar penikmat musik Indonesia. Rectoverso adalah paket lengkap. Rectoverso tak hanya hadir dalam bentuk kata-kata di dalam buku atau nada-nada dalam lagu, tapi beberapa judulnya diangkat menjadi satu rangkaian kisah dalam satu judul film.Buku, musik dan film betapa lengkap penginderaan untuk sebuah karya.

Sebelas judul cerita pendek di sini mayoritas adalah tentang cinta dan perasaan yang tak tersampaikan yang tak dimengerti. Kesan itu yang terasa sangat kuat dari kisah-kisahnya. Cerpen pertama “Curhat buat Sahabat” mengisahkan perempuan dan laki-laki yang sudah bersahabat lama yang terjebak dalam friendzone stadium akut. :P
Sementara cerpen “Hanya Isyarat” benar-benar seratus persen kisah ngenes mengagumi dan mencinta seseorang dari jauh tanpa bisa menyampaikan perasaannya.

Selasa, 29 Maret 2016

INTELIGENSI EMBUN PAGI – DEE LESTARI


Inteligensi Embun Pagi
Dee Lestari
Februari 2016
724 halaman

Bulan Maret tahun ini klub membaca Reight Book Club memulai aktivitas baca barengnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, saat itu kita sepakati sebuah judul buku untuk dibaca bersama, kali ini Reight Book Club memilih genre yang sama namun setiap anggota klub bebas memilih judul novel apa saja berdasarkan genre yang sudah diundi sebelumnya. Dan genre untuk bulan Maret adalah Action and Adventure. Bertepatan dengan rilisnya di akhir Februari lalu, Inteligensi Embun Pagi seri keenam sekaligus yang terakhir dari serial Supernova karya Dee Lestari inilah yang aku pilih. Selain dari segi genrenya yang juga berbau action and adventure, aku sendiri sudah tidak sabar dengan akhir perjalanan serial Supernova yang sudah berjalan selama lima belas tahun ini. Meskipun sebenarnya jika dipikir-pikir lagi Supernova seri pertama, KBPJ (Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh) terbit tahun 2001, itu artinya aku masih kelas enam SD dan baru membacanya ketika kuliah. XD Bagaikan pelanggan newsletter Supernova, saya keranjingan membaca karya-karya Dee Lestari lainnya dan langsung berkomitmen (tssahh), “Oke, aku ikutin serial ini!” Padahal dulu saya lebih suka cerita atau novel non-serial atau cerpen. Seri Supernova sendiri adalah novel serial yang berhasil saya selesai baca dan koleksi. :D

Sinopsis

Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.
Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.
Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.
Hidup mereka takkan pernah lagi sama.