Rabu, 15 April 2015

Giveaway 'To All The Boys I've Loved Before' by Biondy

Siapa sih yang gak kepengen dapat buku gratis? Apa lagi kalau bukunya itu novel karya Jenny Han, To All The Boys I’ve Loved Before yang diterjemahkan oleh Penerbit Spring. Dalam rangka blog tour dan giveaways, Penerbit Spring bekerja sama dengan beberapa blogger buku. Salah satunya adalah Biondy (http://kireinasekai.blogspot.com).

Nah, siapapun boleh ikutan giveaways ini, lho! Hadiahnya juga keren banget, ada novel To All The Boys I’ve Loved Before by Jenny Han dan hadiah kejutan menarik dari Penerbit Spring bagi pemenang kuis finale. Serangkaian event blog tour dan giveaways ini mengharuskan siapa saja yang ikut untuk blog-walking ke blog-blog buku yang jadi host-nya. Di setiap host akan ada giveaway berhadiah novel TATBILB dan ada potongan puzzle yang harus dilengkapi untuk dikumpulkan ke Penerbit Spring untuk ikut kuis finalenya.

Gak sabar pengen ikutan? Langsung saja kunjungi website Penerbit Spring atau fanpage-nya. Kalian juga bisa langsung mampir ke blog Biondy di (http://kireinasekai.blogspot.com) untuk ikutan giveaway yang dia adakan di blognya sekarang! Tunggu apa lagi? Ayo ikutan, siapa tahu bisa beruntung dapat hadiah keren dari Penerbit Spring!

Selasa, 14 April 2015

Girls in The Dark [book review]


pic: Goodreads(dot)com
Judul              : Girls in The Dark
Penulis           : Akiyoshi Rikako
Penerbit          : Haru
Terbit             : Mei 2014
Tebal             : 279 hlm
ISBN             : 978-602-7742-31-4
Genre       : J-Lit, remaja, thirller, dark, psycho, Tantangan Membaca 2015: Buku-buku “karya” Dini Novita Sari

Sinopsis
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu? Gadis itu mati. Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily. Pembunuhan? Bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu. Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyaa, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi... Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang? – Girls in The Dark.

First Impression
Saya tidak pernah membaca novel bergenre thriller, horror, suspense atau apapun yang berbau pertumpahan darah, kegilaan, psycho dan hal-hal gelap seperti ini. Bacaan saya selama ini jika dianalogikan yaitu seperti pelangi, berwarna-warni ceria, juga seperti es-krim tiga rasa cokelat-vanila-strawberry dan berbau teori konspirasi atau sci-fi. Saya anti pada bacaan apapun yang menggandung unsur kegelapan. Tapi Tantangan Membaca ‘karya’ Dini Novita Sari mengubah segalanya. ‘Girls in The Dark’ adalah novel pertama sepanjang sejarah membaca novel saya yang berbau dark-thriller. Jujur saya kurang menyukai genre seperti itu. Saya tidak bisa membaca sesuatu yang berisi adegan berdarah-darah dan pembunuhan. Tapi ‘Girls in The Dark’ ternyata tidak seseram yang saya kira. Cocoklah untuk sebagai kudapan pembuka jika saya ingin menambah daftar bacaan saya dari genre serupa.

Jumat, 10 April 2015

Ally: All These Lives (book review)

Mass Market Paperback, 264 pages
Published January 22nd 2015 by Gramedia Pustaka Utama
original title Ally: All These Lives
ISBN 139786020308845
 SINOPSIS

Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?


Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata “pulang” punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk “pulang”? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya. 

Kamis, 02 April 2015

Dee's Coaching Clinic Surabaya: Berpikir Kreatif dalam Menulis Fiksi


Adalah mimpi yang menjadi nyata untuk bisa bertemu langsung dan berinteraksi dengan seorang Dewi 'Dee' Lestari. Awalnya saya masih ragu untuk mempercayai bahwa ini benar-benar terjadi. Tanggal 29 Maret 2015, tepatnya di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya, saya melihat sosok nyata penulis idola saya ini. Dalam agenda bertajuk Dee's Coaching Clinic, Mbak Dewi Lestari membuka seluas-luasnya kesempatan bagi yang berkeinginan kuat untuk menulis dan bergelut di dunia sastra untuk berdiskusi seputar dunia penulisan. Ada beberapa poin penting yang dikupas satu per satu di sini yaitu, 1. Berpikir kreatif, 2. Riset menulis, 3. Pemetaan Cerita, 4. Karakter dan beberapa tips menulis ala Dewi Lestari.

Coaching Clinic penulisan ini diawali dengan pembahasan pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang sudah dikirimkan melalui e-mail sebelumnya. Hal yang menjadi pondasi coaching clinic kali ini adalah 'berpikir kreatif'. Mbak Dewi Lestari pun memulai diskusi dengan membongkar apa itu berpikir kreatif. Ringkasan tentang isi Dee's Coaching Clinic Surabaya kemarin seluruhnya bersumber dari penjelasan langsung Mbak Dewi Lestari dengan penulisan ulang dan adaptasi sebisa yang saya lakukan.

1. Berpikir Kreatif
Berpikir kreatif adalah modal dasar bagi seorang penulis. Tapi masih sering kita keliru mendefinisikan apa itu berpikir kreatif. Berpikir untuk harus bikin cerita yang lain dari yang lain akan mengganggu proses kreatif itu sendiri. Menurut Dee Lestari, seseorang yang berpikir kurang kreatif akan hanya berhenti pada dirinya sendiri.

Berpikir kreatif adalah memperluas medan kesadaran diri.