Senin, 16 Maret 2015

Review Wonder R.J Palacio


Novel yang membuatku tidak meragukan pepatah:
from Google.

Entah mengapa aku merasa sangat berjodoh dengan novel anak-anak. Bisa kubilang kalau aku lebih jatuh cinta pada novel anak-anak daripada novel-novel young-adult atau dewasa. Mungkin karena pada dasarnya aku memang menyukai anak-anak. Salah satu novel yang kubaca di bulan Maret 2015 ini adalah Wonder karya R.J Palacio. Sudah sejak Januari ingin kubaca tapi harus kembali ke rak karena beberapa kesibukan lainnya.



Judul             : Wonder
Penulis          : R.J Palacio
Penerbit        : Corgi Childrens
Tahun terbit : Januari 2012
Halaman       : 315
Bahasa           : Inggris
Genre             : Novel Anak-anak 

You can't blend in when you were born to stand out.
My name is August. I won't describe what I look like. Whatever you're thinking, it's probably worse.

August Pullman wants to be an ordinary ten-year-old. He does ordinary things. He eats ice cream. He plays on his Xbox. He feels ordinary - inside.

But Auggie is far from ordinary. Ordinary kids don't make other ordinary kids run away screaming in playgrounds. Ordinary kids don't get stared at wherever they go.

Born with a terrible facial abnormality, Auggie has been home-schooled by his parents his whole life, in an attempt to protect him from the cruelty of the outside world. Now, for the first time, he's being sent to a real school - and he's dreading it. All he wants is to be accepted - but can he convince his new classmates that he's just like them, underneath it all?

Narrated by Auggie and the people around him whose lives he touches forever, Wonder is a funny, frank, astonishingly moving debut to read in one sitting, pass on to others, and remember long after the final page. (Goodreads synopsis).
 
Wonder mengisahkan seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bernama August Pullman. Auggie begitu panggilannya, adalah anak yang normal seperti anak-anak kebanyakan kecuali dalam satu hal. Wajahnya. Ia mengidap sebuah kelainan genetik yang mengakibatkan wajahnya tidak seperti orang normal kebanyakan. Serangkaian operasi bedah sudah dilalui Auggie sejak ia masih bayi namun tetap saja tidak banyak membantu. Kedua mata Auggie tidak pada tempat yang semestinya, salah satu matanya turun hingga ke pipi dan yang satu lebih kecil dari yang lain. Hidung Auggie pun jika kuimajinasikan menyerupai hidung rata Voldemort. Dan mulutnya sumbing karena bentuk rahang Auggie yang tidak normal. Kedua telinganya pun berada di posisi yang tidak seimbang.

Selasa, 10 Maret 2015

Membaca Gelombang - Dee Lestari

Gelombang adalah novel yang membuka rangkaian kegiatan membacaku tahun 2015. Seolah seperti tarian selamat datang, Alfa Sagala menyambutku dengan gulungan gelombang perasaan yang berkecamuk hingga kini. Dan sebenarnya aku ingin menyimpan sendiri kesanku tentang Gelombang tanpa membuat catatan atau review buku seperti biasanya. I want this feeling for myself, not even a word about my Alfa Sagala I want to share. Tapi godaan bertemu sang kreatornya menumbuhkan semangat lain. I want to meet the author and shout out loud this feeling for Alfa. Sekali lagi, Dee Lestari menghajar para pembacanya dengan melemparkan mereka ke arus kisah Gelombang. Dan membuat kami para pembacanya tetap saja menanti dengan degup jantung penasaran akan Intelegensi Embun Pagi atau #IEP. Sama saja, mau pembaca yang berkomentar tidak puas, kurang dapet greget dan sebagainya dari Gelombang atau pembaca yang serta merta menyukai kisah Alfa Sagala ini. Semuanya tetap berakhir dengan keinginan supaya kisah selanjutnya bisa segera kami nikmati. Bukti ketajaman pena Dee Lestari tetap menggores di hati para pembacanya.

Paperback edition (2014)
Love the BLACK COVER version so much!