Kamis, 18 Oktober 2012

Filosofi Kopi [book review]

Filosofi Kopi karya Dee
Judul: Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
Penulis: Dewi 'Dee' Lestari
Penerbit: TrueDee Books dan GagasMedia
Halaman: 137 hlm

Sebenarnya sudah lama mengetahui buku kumpulan prosa dan cerpen ini dari teman, namun baru bisa membaca e-booknya, itu pun minta dari adik kelas. Dan begitu membacanya, aku masuk dalam dunia yang Dee rangkai dari untaian kata-kata prosanya yang membentuk dunia. Benar-benar dalam namun mengalir semudah aliran air terjun.


Filosofi Kopi adalah kumpulan prosa pertama yang kubaca. Belum pernah kubaca buku semacam ini, dan aku sangat menikmati aliran kata-kata yang begitu indah dan bermakna. Dee tetap memakai tata bahasa yang ada, baku namun tidak kehilangan kesan puitis dan indah. Dee memang penulis yang memiliki rasa yang tidak dimiliki oleh penulis lain. Kumpulan prosa-prosanya yang bermakna dalam benar-benar menyentakku dan menemukan diriku sendiri sedang berdiri menghadap sebuah cermin besar.

Ada satu judul yang begitu menarik dan memiliki makna yang aku suka. Mencari Herman. Di sana ada sebuah pepatah yang mengatakan. Bila engkau inginkan satu maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan tapi dua melenyapkan. Aku melihat betapa hidup terkadang egois dan inginkan dua hal sekaligus meski tahu itu sulit.

Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan. - Mencari Herman

Spasi. Prosa ini, atau harus kusebut puisi? SPASI. Sungguh, aku mengagumi tulisan Dee ini. Begitu logis dan bisa diterima, logika tentang jeda dan kata yang takkan bermakna tanpa kehadirannya. Spasi. Menjadi favorit juga seorang sahabatku yang juga menggandrungi tulisan Dee karena kutulari virus Perahu Kertas dulu. Aku melihat sebuah fakta yang unik, tanpa ada jeda dan ruang...maka semuanya takkan bermakna. Begitulah spasi, kehadirannya tak terlihat, seolah hanya jarak antarkata yang memisahkan, namun tanpa dia semuanya hanya rangkaian huruf tak bisa dibaca, tak memiliki makna.

Rico de Coro. Imajinasi Dee tidak melulu tentang manusia, benda mati, atau perasaan. Begitu membaca Rico de Coro aku melihat dunia kecil yang Dee sebut sebagai Kerajaan Kecoak Dapur. Dimana seorang pangeran bernama Rico de Coro ternyata jatuh cinta pada seorang manusia, Sarah, anak pemilik rumah dimana kerajaan mereka berdiri. Namun kisahnya berakhir dengan pengorbanan besar Rico demi Sarah, demi putri impiannya. Dari kisah ini terpetik sebuah pelajaran, bahwa pengorbanan memang menyertai cinta. Cinta dan pengorbanan seperti dua mata koin, peluangnya sama 1/2 untuk terjadi.

Selasa, 16 Oktober 2012

The Not-So-Amazing Life of @aMrazing [book review]

Judul: The Not-So-Amazing Life of @aMrazing
Penulis: Alexander Thian
Penerbit: GagasMedia (2012)
Halaman: 220 hlm

Gue nggak habis pikir gimana kok bisa ada kisah hidup seaneh dan seajaib Mas Konter ini. Udah aneh bin ajaib, cerita di dalamnya terasa gak masuk akal tapih yaah helloww... Nothing is impossible! Gak ada yang gak munking terjadi di dunia ini, kan? Nah, si cerita Mas Alex ‘Konter’ inilah salah satu buktinya. Keanehan dan kenylenehan ceritanya bener-bener bikin aku gak habis pikir. You have the strangest and the most amrazing story!

Yah, harus gue akui kalau kelebihan buku ini ada pada cara tutur Mas Alex ‘Konter’. Penuturannya khas dan gayanya yang selancar aliran air terjun Niagara membuat buku setebal 220 halaman ini aku libas semalaman aja. Selain itu istilah-istilah konyolnya yang segar membuat buku ini easy-to-read and entertaining banget. Meskipun mata dan otakku protes karena membaca dua judul kontrovesial di dalam buku ini. Aku masih nggak habis pikir kenapa selalu ada hal-hal yang menjurus ke arah hal ‘itu’. Padahal kukira isinya aneh dan nyeleneh semua..eh.. ada judul K****M Ona Sutra dan Manager M********I... Mataku perih otakku nangis.

Yah..kalau menurutku itulah yang membuat buku ini less amazingnya. Aku nggak tahu bagian mana yang aneh, nyeleneh atau amazing dari kedua judul di atas. Jujur, menurut gue gak ada sisi amazing-nya sama sekali. L Sorri Om..
Ada satu judul yang ceritanya sangat menyetuh banget. Dummy Seharga Dua Juta. Yap. Ceritanya emang rada-rada gak mungkin untuk kejadian kecuali di dalam imajinasi aja. Tapi kehadiran Pak Soni dan Rama di konternya Om Alex ini benar-benar seperti oasis di tengah sahara. Judul Dummy Seharga Dua Juta ini jadi cerita yang khusus kukasih rating lima bintang.

Di judul Jujur itu Mahal, aku seratus persen setuju tentang satu hal sama Om Alex ini. Hanya orang-orang sepintar anggota NASA, FBI, CIA dan yang ngeri tulisan 5EM4c4M 1n1. Teoriku tentang orang yang 5uKkh4 Nul15 p4k3 tul154n k4y4k 91n1e adalah mereka yang ilmu Aljabarnya udah mentok ke ubun-ubun. Jadi anggepan gue positif aja, orang 4l4y adalah orang PINTAR. Nah, buktinya mereka bisa Aljabar dan ngerti kode-kode rahasia yang bikin gue buta huruf dan angka dadakan.

Preman Jadi-Jadian. Cerita ini yang paling konyol. Sekonyol-konyolnya Shin Chan yang kebelet pipis, lebih konyol si Mas Alex yang ketiban palang yang nggak mau harga dirinya jatoh di mata dua Hyena pegawainya dan kepaksa ngarang cerita supaya nggak kelihatan bodohnya. Namanya bo’ong nggak bakalan awet. Yah, pelajaran yang sangat berharga lagi..

If you think you don’t have the greatest or the most amazing life, then look around, and read this one. You will find what an amazing life is.

Last but not least, thanks to GagasMedia atas paket Admin Mudiknya. Paket THR Gagas baru sampai kemarin. Pas dibuka ada dua buku plus sebuah postcard unyu, salah satunya yang kureview di atas dan yang kedua adalah Hujan dan Teduh. Well, meskipun sudah punya Hujan dan Teduh, thanks a bunch!

Ini dia paket THR yang baru sampai :)