Selasa, 24 Juli 2012

I For You [book review]

Judul: I For You
Penulis: Orizuka
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 379 halaman
ISBN: 978-979-780-554-8
Tahun: 2012 cetakan kedua

I FOR YOU – Cinta yang selalu menjagaku


Princessa dan Benji memang ditakdirkan untuk selamanya. Itulah yang seharusnya. Namun, suatu ketika tameng yang selama ini menjaga mereka untuk tetap bersama mulai perlahan-lahan pudar karena suatu hal yang bernama cinta. Bagaimana jadinya apabila kisah dongeng berakhir tidak seperti dongeng-dongeng putri dan pangerannya? Tidak ada ‘dan mereka pun bahagian selamanya...’ untuk mengakhiri kisah mereka? Bagaimana jika putri yang seharusnya dijaga oleh seorang yang sudah dijadikan pangeran baginya menemukan sosok pangeran lain? Dan bagaimanakah kisah pangeran yang tidak bisa memilih antara tanggung jawab dan hatinya? Surya dan Bulan hanya kakak-adik yang hidup dalam tekanan kesusahan ekonomi setelah kedua orang tua mereka meninggal. Kehidupan mereka tidak lagi sama seperti remaja-remaja lainnya yang diwarnai dengan hura-hura, bersenang-senang, bermalas-malasan dan pacaran.

Bagi Surya hal yang menduduki peringkat nomor satu dalam hidupnya adalah belajar, suatu janji yang dulu belum sempat dia buktikan pada ayah dan ibunya. Surya hanya ingin fokus hingga dia mencapai apa yang dia impikan namun saat seorang putri manja dan polos masuk ke hari-harinya, ke hidupnya... Surya mulai tidak mengerti mengapa hatinya justru bertolak belakang dengan otaknya. Bulan yang sehari-harinya harus mengurus rumah, menyiapkan roti untuk
dijual di kantin sekolah menjadi gadis yang sangat kuat, lebih kuat daripada yang Benji duga. Sosoknya yang sederhana menyimpan kekuatan yang begitu besar, hingga seolah tidak ada lagi yang bisa melindunginya membuat Benji selalu merasa remeh saat bertemu dengannya.



Princessa – bermata hazel, berambut cokelat yang indah, namun sifat terus terangnya terkadang membuatnya terkesan sombong dan tidak peduli. Tidak ada yang tidak ingin seperi dia, semuanya ingin menjadi seorang putri yang memiliki pangeran seperti Benji, menjadi Cessa.

Benjamin (Benji) – sosok pangeran sempurna, tampan, baik hati dan...hm, dia memang seorang pangeran.

Surya – cowok jutek nan galak ini memang harus diacungi jempol, kegeniusannya memang sudah terbukti. Namun memang menjadi Surya tidaklah mudah.

Bulan – sederhana dan bercahaya seperti bulan. Kesederhanaanya membuat seorang pangeran seperti Benji bahkan merasa Bulan telah ‘memanah hatinya’.



Mereka dipertemukan, disatukan lalu dipisahkan. Semuanya harus menerima keadaan yang tidak mereka pahami, hati mereka pun tidak mempercayai mengapa semua itu harus terjadi. Yang mereka harus lakukan hanyalah untuk saling mempercayai. Untuk saling mempercayai bahwa mereka ada diperuntukkan satu sama lain, saling melengkapi.

“Nggak semua fakta harus dikatakan” – Benji

“Tidak semua permintaan maaf harus diterima” – Benji

“Selambat apapun lo jalan, gue ikutin:” – Surya



Kisah I For You ini mengingatkan aku pada suatu novel karya Winna Efendi berjudul Remember When yang mengisahkan empat orang, (Moses, Freya, Adrian dan Gia), sedangkan disini ada Surya, Cessa, Benji dan Bulan. Keempat-empatnya memiliki kisah yang sangat berbeda, namun ada benang merah yang sama. Kalau mau tahu ya beli dan baca dua-duanya saja (Remember When dan I For You). Sama-sama menyentuh di hati.

Mungkin semuanya pun sudah tahu nama Orizuka di dunia kepenulisan dan novelis, penulis yang satu ini memang memiliki something special yang selalu diwujudkan dalam buku-bukunya. Meskipun idenya sangat sederhana dan bahkan sudah pernah ada dan dibuat, kelebihan seorang penulis terletak bagaimana dia menyampaikan dan merangkai ide tersebut menjadi sesuatu yang berbeda. Dan Kak Orizuka, you did it awesome! Karena hal-hal seperti inilah yang membuat saya juga selalu berpacu ingin menjadi penulis yang bisa membuat hal sederhana menjadi luar biasa, one of my best inspiration is Orizuka and her novels. Meskipun dulu aku melewatkan karya-karya terdahulu kak Orizuka, aku yakin mereka semua pasti bagus. Sejauh ini aku sudah membaca, (Oppa and I, Fate, Infinitely Yours, Best Friends Forever, dan I For You) dan semuanya benar-benar sederhana namun memiliki keistimewaan tersendiri. Someday I want my own novels becomes as touching as Kak Orizuka’s! hehehehe.

Sabtu, 21 Juli 2012

Lola and the Boy Next Door [book review]

Judul: Lola and the Boy Next Door

Penulis: Stephanie Perkins

Penerbit: Dutton Books

Halaman: 338 hlm

ISBN:9780525423287

Lola Nolan is just trying to get over her first love by keeping up her relationship with Max, her rockstar boyfriend. Lola comes to the blur of her life when her beautiful nightmare across her over the night. The twins Bells come back, the two of Bell. Calliope and Cricket Bell. Those whom Lola won’t think about even she really tries to forget that in the past they had such a frienemiship. Calliope was too much about her and always be the one who put Lola in a pair of shoe that no one would take it upon to stand on. She always has a crash with Calliope as their last broken friendship. But Cricket? Lola spends all of her life to try to over him.

When the deal with her two dads, her mother who never wants to take care of her and put Lola in Nathan dan Andy’s side while she was supposed to try a new life but always failed. And the deal with the boyfriend, Max. Lola has to proof everyboby that she’s good and deserve to get the one, the one who’s good also, the one whose name is Cricket Bell.

Cricket (geek, innocent, unforgettable)

Kisah ini mungkin mirip dengan kisah-kisah lain serupa. Tentang cinta pertama masa kecil yang tetap tinggal di hati pemiliknya. Tentang keluarga yang harus dipertahankan dan tentang mendapatkan kepercayaan orang. Lola, I say she’s a kinda talented fashion designer someday. She’s smart dan knows what she should do with the wigs, make ups, dress, boots and other accesories rather than she knows how worth she is to deserve someone like a very valuable Cricket Bell. Lola melewati hari-hari terberat dalam hidupnya. Hari-hari dia menjadi pembohong, berbohong pada Nathan dan Andy, kedua ayahnya, berbohong pada Max, pada Cricket dan pada dirinya sendiri.

Clashes and clashes are the part of life. So does it with Lola’s. When she knew that the Bell’s family set back to the house next door, she can’t imagine how to survive when the twins are always shadowing at her windows. Actually, Lola can make it easy, but the more she runs the more everything’s blurred. So Lola stop and take the decision. Desicion to let her self saying the truth. The truth that she can try to love Norah, the mother, again despite of her disapearance when Lola is still baby up to before now. It’s also about the truth that Max is not the one anymore because the one has always been Cricket.

The cherries are meeting in time. When she can see thing clearly and filled with full of Lola. Not the one who was lost and insecured. The first love meets and tied together, like what she has dreamt about. She and Cricket. Lola and the boy next door.

The story is fast moving and naughty. Very teenagers I thought, those who like something like sweets and heartwarming will like this novel. Apart from the part of how stupid Lola, but I can’t judge that the stupiness of Lola doesnt take any part of the story, stupid Lola makes it story, I just can feel a ‘click’ when she and Cricket are going so much with their unrevealed desire each other. Making me jealous so badly, I shouldn’t say that Cricket deserves someone more than Lola while the fact they seem definitely made for being together. (T_T)

It’s the first english teenage novel I read and I surprised with a lot of slangs and free compounding form of words. It’s nnice and great to see that it’s easy made the word that explain the story. Yeah, maybe i am lame for not updating this but i should fill up the blank bottle of my experience in reading teens novels. Especially those written in english. It can help my exploring english and i can increase it as well as i use it when reading. You know what, I think english in the real one is like in the novel tales. The sentences, the expression and the words play. It’s a little distraction with how dump Lola and how coward Cricket, but that’s why this story ends perfectly because it’s like what Cricket said “I know you aren’t perfect. But it’s a person’s imperfections that make them perfect for someone else.”

I LOVE CRICKET!!! @_@


BEST FRIENDS FOREVER [book review]

Judul: Best Friends Forever

Penulis: Orizuka

Penerbit: Puspa Populer

Halaman: 168 hlm

Tahun: 2012

ISBN: 9786028287760


Persahabatan Sid, Landa, Rama dan Cokie yang memiliki kisah unik ini benar-benar menarik untuk diikuti. Sayang, HSP dan Love United aku belum membaca dua judul sebelumnya. Hehe, karena ini adalah hadiah ulang tahun dari temanku, sungguh gak nyangka kalau aku dapat novelnya Kak Orizuka. Hohoho...


Aku pikir kalau ceritanya hanya romance remaja seperti yang sudah-sudah. Tapi aku salah. Aku benar-benar salah. Meskipun ceritanya tentang remaja SMP, SMA dan kuliah sama sekali nggak segampang dan seringan teenlit-teenlit lain. Best Friends Forever cenderung mengisahkan Sid, Lando, Rama dan Cokie melalui masalah mereka masing-masing yang disampaikan oleh penulisnya dengan apik. Ide cerita apa saja pasti akan menjadi luar biasa tergantung bagaimana penulis merangkai dan mengolah emosi jalan ceritanya. Dan Best Friends Forever inilah buktinya. Aku menyukai ide-ide sederhana yang digarap menjadi luar biasa. It’s like making something special from the ordinaries. Dan sekali lagi, kak Orizuka menulisnya dengan pas. Tidak berlebihan dan tidak kurang. Semuanya pas. Hingga saat aku membacanya nggak kerasa udah berakhir ceritanya.


-Sid-

Sid diceritakan sebagai si pirang yang entah bagaimana dia mendapat rambut pirangnya itu. (Kak Orizuka, emangnya Sid kenapa ya kok rambutnya bisa pirang gitu?) hehe, karakternya periang, yang selalu jadi ice breaker bersama Julia pacarnya. Keduanya ini benar-benar cocok, si cowoknya cute dan usil, si Julia cerewet dan meletup-letup. Hahaha, mereka bikin suasana jadi nggak garing.

-Lando-

Lando. Nggak usah dipanjang-panjangin deh. Lando, ini keren, pinter tapi evil mood on-nya nggak bisa di turn off. Sampai-sampai Sid harus siap-siap kalau si Lando ngamuk. Sosok Lando ini seperti prince of ice, yak bener banget. Jika Sid ice breaker, Lando ini cool karena kepinterannya dan cool karena sikap dingin plus juteknya. Tipe-tipe kayak gini nih yang kadang malah bikin klepek-klepek. Jarang ngomong, sekalinya ngomong bikin orang beku jadi es. Whoa...prince of ice.

Rama

Si pahlawan kesiangan. Rama. Huuft. Benar kata Lando, Rama emang nggak pernah bisa berhenti mencampuri urusan orang lain. Dan memang Rama selalu bisa memecahkan masalah orang lain. Rama bahkan yang menyelamatkan Lando dari kemungkinan dia tidak bisa sekolah dan terus menjadi anak brandalan. Rama, the Hero. Yak, dia bijaksana dan suka ngasih ceramah ini itu buat nyadarin orang yang dia hadapin. Sampai-sampai Lando eneg liat Rama dan nggak tahan juga, tapi akhirnya mereka berteman juga. Rama, dia ini sosok penengah yang aduh...keren.

Cokie

Tampan. Tampan. Tampan. Apa lagi? Tampan. Duh, kayaknya Cuma itu yang bisa kubilang tentang Cokie. Eh, satu lagi. Dari keempat karakter itu. Cokie hanya satu kelebihannya, dia yang paling tampan paling banyak fansnya. -___- Cokie kelewat tampannya sih, jadi aku nggak bisa jelasin lebih. Kak Orizuka bisa menjelaskan tampannya Cokie tanpa harus menjelaskan Cokie punya ini, punya itu tapi ya yang baca pasti bayangin gimana tampannya si Cokie ini. Hebat, Kak Ori!

Huh, kayaknya kalau mau review jalan ceritanya nggak asik deh. Hehehe, karena pasti lebih seru kalau kalian dapet kejutan dengan langsung baca aja Best Friends Forever ini.

Kisah mereka berempat diawali dengan kisah Lando (mereka masih SMP nih). Mereka jadi berteman karena satu perkelahian dengan geng SMA lain yang malakin mereka. Nah lalu kisahnya masih pas mereka SMP, tapi udah kelas 9 nih ceritanya jadi udah mau jadi SMA. Nah, ini menceritakan Rama yang bertemu Lara dan seperti biasanya Rama mengurusi masalah orang lain (Lara). Setelah itu mereka lulus dan masuk SMA yang sama. Di sini mulai kisah Lando dan Aida (tapi sayang hanya sedikit). Lalu Sid dan Julia yang dapet masalah sama adik Julia. Dan pas kuliah, ganti kisahnya Cokie deh. Tapi dijamin ini keren banget. Sumpah. Kayak nonton film yang ada ‘several years ago...’ lalu berpindah jadi scene ‘several years later...’ keren deh!

Aku penasaran sama si Lando dan Aida. Gimana ceritanya mereka jadian? Hm, aku sempat berharap kalau akan ada plot tentang Lando dan Aida, udah ngarep eh ternyata udah ganti cerita. Yah, gak apa-apalah. Siapa tahu ntar kak Ori mau bikin lagi. Wehehehe. Pas baca Best Friends Forever sumpah yang ada di otakku, Harry, Liam, Zayn dan Nial yang One Direction! WHOAAA~~~

Baca BFF ini bikin aku lupa kalau novel ini hadiah ulang tahunku yang ke-20. Berasa umurku balik ke 4-5 tahun lalu deh. Hahaha. Bagi yang suka teenlit BFF cocok banget jadi bacaan pas senggang di liburan. Sekali duduk dan nggak bisa berhenti baca. And Orizuka’s novels make me want to meet her directly!!! @_@

Senin, 09 Juli 2012

Beautiful Mistake [Book Review]


Judul : Beautiful Mistake

Penulis: Sefryana Khairil & Prisca Primasari

Penerbit: GagasMedia (2012)

Halaman: 260 hlm

ISBN: 979-780-539-0

Well, meski agak telat membaca karya duet mbak Sefry dan mbak Prisca ini aku merasakan benang merah antara kedua kisah berbeda yang terbukukan dalam satu judul Beautiful Mistake. Dreamland dan Chokoreto memang dua kisah yang sama sekali tidak berhubungan namun punya benang merah sehingga bisa disimpulkan menjadi Beautiful Mistake. Salut untuk kedua penulis hebat ini!

Aku tidak terlalu rajin mereview buku, hanya sebagian yang jadi favortiku aku review. Karena itu mungkin reviewku terlalu dangkal, yah…hehehe, tapi memang ini yang mungkin bisa menjadi feedback dariku mengenai karya-karya penulis favoritku. Maklum ya mbak Sef, mbak Pris… :D

~~~Dreamland~~~


Ini tentang mimpi yang sudah tidak bisa Nadine lanjutkan, harapannya yang harus dia hapus. Tapi suatu ketika Nadine menemukan harapan baru dan mimpi yang baru bersama Fajar, hanya saja lelaki itu terlalu takut akan semua hal dan ragu pada mimpi yang ingin dia wujudkan bersama Nadine, sosok yang hadir dalam kehampaan yang ditinggalkan seseorang di hati Fajar. (Sedikit aja, nanti jadi spoiler gak seru, kan?)

Anyway, aku pikir kisahnya sederhana tapi penulisnya membuatnya istimewa dari caranya bertutur. Mbak Sefry yang kuketahui juga menyukai dunia fotografi seakan-akan menghadirkan sosok Nadine dari dirinya, kisah ini memang lebih baik ditulis sepanjang kisah Dreamland, tidak terlalu panjang…apabila kisah Nadine dan Fajar dijadikan satu novel sendiri mungkin tidak akan terasa ‘dreamland’nya, tidak akan menjadi seistimewa Dreamland ini. :) Aku menyukai quotes dan beberapa bagian dari Dreamland yang syarat makna. Khas mbak Sefry.

Salah satunya adalah: “Ada yang aneh dan ada yang hilang, aku coba cari ternyata nggak bisa aku temuin karena semua yang hilang itu ada di kamu.” – Dreamland by Sefryana Khairil.

Mungkin karena sudah dijatah berapa halaman, jadi kesannya plot bergerak begitu cepat. Aku agak bingung sama Fajar yang memang benar menurutku dia pengecut. Hehe, maaf ya Om Fajar, soalnya Om sih bikin mbak Nadine bingung…(iya nggak mbak Nadine?). Dan juga temennya Nadine yang terkesan tidak mendukung Nadine dan Fajar, berbeda dengan Omen yang seringkali menasihati Fajar dengan bijak. Setting Bali, fotografer dan bartender, ay! Mbak Sef, briliaant~~!

***Chokoreto***

Karya mbak Prisca identik dengan Jepang, Rusia, musik klasik, dan cokelat. Bagi mbak Prisca mungkin menulis karyanya adalah pekerjaan paling menyenangkan karena bisa menuliskan apa yang menjadi kesukaannya menjadi sebuah karya yang bisa dibaca banyak orang, menjadi lebih dari sekedar naskah, menjadi buku. :D Chokoreto…Hmm, cokelat dan musik klasik, alunan piano…yah, aku mungkin seperti Yuki dalam Chokoreto yang tidak pandai mengutarakan apa pikiran dan isi hatinya dengan mudah di depan banyak orang, tapi mungkin aku juga tidak sepandai mbak Prisca yang mampu menuliskan kisah Chokoreto menjadi begitu istimewa. :D

Masih tentang mimpi dan kenyataan yang bertolak belakang.

Akai tahu bahwa hatinya tidak berada di kafe cokelat Chokoreto karena setiap hari dia masih menyembunyikan mimpinya untuk bisa berdiri di balairung Eropa yang megah dengan piano grand gagah. Impiannya sejak dulu untuk menjadi pianis seperti yang ibunya impikan juga mau tidak mau harus menunggu atau bahkan ditinggalkan. Akai tidak ingin kehilangan ayah setelah dia kehilangan ibunya. Tapi hari itu dia tahu ada yang berubah dari dirinya, saat tetangga barunya Yuki memainkan piano mesikpun itu hanya simplifikasi dari gubahan ternama.

Yuki, nasibnya malang sekali. Dia tidak mampu mewujudkan mimpinya sendiri. Menjadi penulis ternyata tidak hanya tentang menulis, mengajukan ke penerbit, menunggu berbulan-bulan untuk tahu apakah akan terbit, menghadapi editor yang konon galak, ini itu dan lagi sebagainya, tapi juga membuatnya harus berhadapan dengan orang banyak dalam kegiatan promosi. Yuki phobia untuk berbicara di depan banyak orang, dia akan berubah kaku, seperti robot rusak saat menghadapi banyak orang. Tapi dia ingin sekali karyanya bisa dibaca banyak orang. Dan mau tidak mau dia harus berlatih untuk terbiasa berbicara di depan umum. Dan Kai-kunlah yang membantunya meniti mimpinya perlahan.

Begitu pula Yuki, dia pun membantu Akai untuk mengembalikan mimpi yang sempat Akai ingin lupakan. Karena Yukilah, Kai kembali bermain piano setelah meninggalkannya.

Bersama cokelat panas dan musik klasik, kisah Chokoreto benar-benar khas mbak Prisca. Dengan sentuhan musik klasik dan Rusia, lalu latar Jepangnya membuat Chokoreto enak dibaca. Ada juga quote favoritku. “Kita akan selalu bersama yang kita cintai…” terlepas bagaimana pengertian ‘bersama’ itu ya…aku memaknainya bersama bukan hanya kita hidup bersama orang yang kita cintai secara fisik, namun lebih. :) Hanya saja aku ingin sekali bertanya, mengapa selalu Jepang? Mengapa selalu musik klasik dan Rusia, mbak Pris? Kapan-kapan Korea atau asli Indonesia boleh juga mbak… :D hehehe.. ^^V

Beautiful Mistake. Dreamland dan Chokoreto memang dua kesalahan indah yang pada akhirnya menjadi terasa begitu benar dan indah. Disanalah benang merahnya. :-) Thanks to the duet!

…dan mungkin yang aku pahami dari novela ini adalah…

~~Terkadang kita membutuhkan orang lain untuk mewujudkan mimpi kita.~~