Rabu, 07 Maret 2012

Fate - Book Review

Judul: Fate – saat nasib mempertemukan kita [New Edition]
Penulis: Orizuka
Penerbit: Authorized Books
Halaman: 297 hlm
Tahun terbit: 2012
ISBN: 9786029689426

sinopsis:

Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.

Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengar wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.

Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.

Demi mendapat kekayaan Keluarga Jang di Indonesia, dua putra keluarga Jang harus memenuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah Keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak-beradik ini lebih mirip seperti orang asing.

Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Namun, di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, nasib berkata lain.

Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak dapat diubah dengan tangan manusia.
Benarkah demikian?

Bagaimana Min Ho dan Min Hwan menghadapi nasib mereka? Sanggupkah mereka mengubahnya?


My Review

Well, saya dipermainkan oleh mbak Orizuka lagi. Hehehe...dengan sebuntel kisah yang [lagi-lagi] membuat saya bisa tidak tidur selama semalam penuh. Setelah Infinitely Yours, Fate membuka mata saya lebar-lebar tentang banyak hal. Dan ini point yang saya dapatkan dari membaca semalam.

Fate kisah yang mempertemukan persaudaraan dengan cara yang luar biasa sulitnya...
Kisah Jang Min Ho dan Jang Min Hwan yang begitu pelik. Sangat pelik, hingga membuat penulisnya harus memberikan satu per satu clue pada pembaca untuk membawa mereka kepada puncak klimaks emosi saat membaca kisah dua saudara senasib ini. Dari segi ide cerita, Fate sangatlah mencolok...tidak hanya menghadirkan konflik keluarga yang rumit namun juga konflik perasaan yang lebih pelik dari kisahnya sendiri. Seolah-olah, setiap kali satu tokoh merasakan rasa sedih dan senang, pembaca bisa merasakannya. Mbak Orizuka berhasil menyatukan kehidupan Jang Min Ho dan Jang Min Hwan dengan pembaca. Untuk yang satu ini saya tidak bisa membagi info lebih lanjut, kalian harus membacanya!

Setting Korea-Jakarta tidak lagi penting. Jadi yang terpenting adalag teruslah membaca hingga akhir cerita. Itu. Yang paling penting.

Karakterisasi yang sangat detail namun tidak deskriptif. Inilah yang saya suka dari sebuah novel. Saya menyukai gaya penulisan yang tidak menjelaskan, namun menunjukkan bagaimana karakter dan sifat-sifat tokoh di dalamnya dengan ungkapan kata-kata tokoh itu sendiri. Dengan perilaku mereka, hal-hal yang terjadi di sekitar mereka, tanpa harus menjelaskan bahwa tokoh ini blaa..blaa..blaa... Cara seperti novel Fate ini lebih berkesan dalam di hati dan membuat siapapun pasti membayangkan bagaimana bila tokoh dalam Fate benar-benar ada.

Jang Min Ho. Sosok laki-laki dan kakak yang kuat, tenang dan penyayang yang memiliki ketakutan akan kehilangan adik-adik yang dimilikinya. Min Ho, bisa dibilang menjadi sosok sempurna karena dia kaya, tampan dan pintar. Namun siapa sangka bila nasib berkata bahwa kehidupannya tidak seindah dunia dongeng...Min Ho tetap sosok kakak yang memiliki sihir ampuh untuk meluluhkan hati, Jang Min Hwan, adiknya.

Jang Min Hwan. kasar, tak punya hati, dan menyebalkan...seperti yang dikatakan Adena tentang Min Hwan. Sosok Min Hwan menjadi yang paling sentral di kisah Fate ini. secara semuanya bersumber dari dirinya. Laki-laki ini sungguh istimewa dengan segala kenyataan pahit hidupnya yang harus dia terima. Pesonanya sebagai penderita sindrom kelebihan rasa percaya diri ini tak ayal membuat Adena harus kalang kabut untuk mengakui bahwa dia juga menyukai pemuda ini. dari caranya memperlakukan Adena....oh sungguuuuh, Min Hwan adalah pemuda kasar yang melakukan perhatian melebihi yang dia duga. Min Hwan berhasil mengambil hati Adena dan tentu saya! Oh, man...for times I’m fallin in love with an imajinary guy...and he’s a fiction character...just wondering how if I can meet a guy like Min Hwan... He could make my heart warming before it getting messed badly...dia menyentuh tepat dimana seseorang tidak bisa menyadari perhatian besar yang dia tujukan sehingga membuat orang baru menyadari bahwa kepergian Min Hwan sangat menyiksa, itu berhasil Min Hwan lakukan pada Adena...ada saya akui terjadi pada saya... HAHAHAHAA...

Adena. Gadis ini tipe yang ngangenin dan enak buat dikerjain. Setidaknya itu bagi Min Hwan, tapi bagi Min Ho dia sosok adik yang dia sayangi. Oh, benarlah kata Nicole –kekasih Min Ho-bahwa Adena sungguh beruntung disayang dua Oppa... namun Adena juga menjadi kunci pada hubungan Min Ho dan Min Hwan...seandainya saja Adena tidak ada,,,bisa dibayangkan kisah Fate tidak akan sesemarak ini.

Anyway, tentang cover new edition ini, saya lebih suka yang lama... tapi agak menyesal juga mengapa saya telat membacanya. baru setelah new edtionnya sempat baca... Saya tidak bisa berbicara banyak lagi. Fate is a must read book for everyone who wants to find a good moral lesson and a such as heartwarming love story. I gave 5 stars of 5.

Sabtu, 03 Maret 2012

Till We Meet Again Book Review

My rating: 4 of 5 stars

Juara Ketiga 100% Roman Indonesia

Judul Novel: Till We Meet Again – menjemput cinta di Austria
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: GagasMedia
Tahun terbit: 2011
Halaman: 294 hlm

Sinopsis:

Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali.

Aku bilang, senyumannya waktu itu tak akan berarti apa-apa. Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa. Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu. Karena dia aku jadi ingin mengulang waktu.

Dan suatu hari, kami bertemu lagi.

Di saat berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama. Perasaanku melayang ke langit ketujuh karena bertemu lagi dengan dirinya. Jantungku berdetak lebih cepat seolah hendak meledak ketika berada di dekatnya. Aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin, “Ah ini bakal jadi masalah. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu,”

Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya.


My review:

Semua penulis yang diorbitkan oleh GagasMedia sepertinya harus banyak berterimakasih kepada desainer cover yang membungkus kisah indah mereka dengan sentuhan apik dan menarik. Saya tidak pernah bosan untuk mengatakan bahwa setiap kali datang ke toko buku, cover yang menarik perhatian saya pastilah novel dari GagasMedia. Till We Mee Again memiliki sentuhan musik biola dalam ceritanya, ilustrasi animatis di covernya mewakili kisah di dalamnya dengan baik. Warna dan detail bercak-bercak seperti di kertas lama membuat penampilan luar novel ini seklasik kota Wina yang menyimpan banyak hal yang classic.

Well, based on the story...ini bukan cerita yang sangat spesial atau memiliki kesan unik. Kenangan yang berkesan di masa kecil dan akhirnya bergaung hingga dewasa. Sudah dari awal mereka (tokoh) diciptakan untuk bersama oleh penulisnya. Tapi, sisi menarik dari novel ini adalah detail-detail kecil yang terselip manis dan tidak berkesan seperti narasi datar. Riset yang dilakukan kemungkinan besar memanglah cukup sulit dan mendetail, dan tentunya berhasil memulas kisah sederhana di dalamnya menjadi semakin menarik untuk dibaca.

Penuturan penulisnya pun memiliki gaya bahasa yang enak dibaca dan cukup menarik. Meski banyak notes tentang bahasa asing yang sulit dilafalkan bila sama sekali tidak mengenal bahasa Jerman. Setting Wina, Austria, sudah dipersiapkan dengan matang karena cerita di novel ini based on classical music, and as for sure Wina adalah kota musik klasik, sepertinya semua musik klasik berasal dari sana dan berkembang di sana. Makanya pemilihan setting tempat memang sangat cocok bila digabungkan dengan kisah Elena dan Chris.

Nah, cuplikan singkat saja dari saya tentang kisah di novel Till We Meet Again ini. Elena adalah anak indo Austria-Indonesia yang memiliki kenangan yang tidak bisa dia lupakan. Tentang mendiang Mom-nya dan sudut taman Stadtpark dan seorang anak laki-laki yang sudah memberinya kue khas Austria yang tidak bisa dia lupakan. Hingga mimpi untuk kembali dan mencari pangeran itu hadir dalam bentuk nyata saat Elena diizinkan kuliah di Wina.

Elena seorang violinist yang berbakat seperti ibunya menemukan kisah cintanya di sini, di kota klasik yang menyimpan banyak hal kecil yang berkesan, mulai dari bahagia hingga pilu. Elena menemukan sosok yang dia cari meskipun harus mengalami kesalahan dalam ‘meletakkan cintanya’.

Hingga Chris membeberkan yang sebenarnya, Elena menyadari betapa dia sangat bodoh karena tidak sadar bahwa pangeran kaiserschmarrn-nya sudah ada di depan matanya, selalu ada untuknya di saat tertawa dan tangisnya. Christoper von Schwind dan Elena Sebastian Admaja sudah dipertemukan kembali di bawah naungan kota Wina yang melankolis dan klasik. Menjemput cinta di Austria. More about this story, you should read by yourself, this is classical and fluid story from Yoana Dianika, it’s third winner of 100% Roman Asli Indonesia.

View all my reviews