Rabu, 09 November 2011

Resensi Kira-Kira –Cynthia Kadohata

Kira-Kira (Pemenang Newbery Medal)

Sinopsis

Pada tahun 1950-an, ketika masih di taman kanak-kanak, Katie Takeshima pindah dari Iowa ke Georgia, AS, bersama orangtua dan kakaknya, Lynn. Sebagai keturunan Jepang di AS, orangtua Katie hanya memperoleh pekerjaan seadaanya di perusahaan pengelolaan ayam.

Katie mempercayai dan mengagumi Lynn, bahkan meskipun nasihat kakaknya itu kadang terasa tak masuk akal. Lynn juga memberitahunya segala hal, mulai dari betapa istimewanya warna langit, laut dan mata manusia, sampai masalah rasial.

Ketika Lynn mengidap limfoma, mereka semua sedih, namun seiring perjuangan mereka menghadapi penyakit yang memburuk itu, Katie harus berpegang pada pendapat Lynn, bahwa selalu ada sesuatu yang gemerlap-kira-kira-dibalik semua ini.

Kisah persaudaraan dan keluarga yang mengharu biru. Diwarnai dengan hal-hal konyol ketika kebahagiaan menyelimuti mereka dan kadang dipulas dengan sayup-sayup tangis kala mereka bersedih. Katie, yang sangat mempercayai Lynn dari kecil hingga kakaknya meninggal, belajar begitu banyak hal dari kakaknya. Begitupun dengan Lynn yang sangat mempercayai adiknya. Meski pada saat Lynn mulai mendapatkan teman baru, dia nyaris melupakan adiknya. Karena sibuk dengan sekolah dan hal-hal lainnya, Katie merasa Lynn sudah tidak peduli lagi padanya. Hingga tiba waktunya bagi Katie untuk mulai bersekolah seperti Lynn, gadis kecil itu mulai melupakan kekecewaannya sementara, lalu kehadiran Sam adik laki-lakinya yang membuat Katie memiliki teman selain Lynn. Namun, karena sesuatu terjadi tiba-tiba pada Lynn, semua orang menjadi begitu sedih. Dad dan Mom bekerja lebih keras untuk mencari biaya sehari-hari dan pengobatan Lynn yang tidak sedikit. Kedua orangtua Katie dan Lynn bekerja membanting tulang di sebuah perusahaan pengolahan ayam namun itupun sangat sedikit sehingga mereka bersedia bekerja lembur untuk itu. Katie tidak tahu apa yang harus dia lakukan ketika tidak ada Lynn di sampingnya. Katie hanya bisa menjaga Lynn yang terbaring di ranjang dengan suara yang menyedihkan itu. Adik perempuan yang berusaha menjaga kakaknya yang sakit itu harus bersabar menghadapi sikap Lynn yang terkadang berubah menyebalkan. Katie hanya ingin menjaga Lynn agar kakaknya itu lekas sembuh. Teman-teman Lynn yang dulu bersamanya kini tak lagi mau berteman dengan Lynn, Katie sangat membenci hal itu bahkan sejak awal Lynn berteman dengan mereka. Hingga pada suatu ketika Katie harus menerima bahwa Lynn tidak lagi bisa seperti dulu, berlarian di padang rumput atau bersembunyi di balik tanaman jagung, bercerita tentang Kira-Kira, Lynn tidak bisa lagi melakukannya. Kepergian Lynn untuk selama-lamanya itu menyisakan luka yang mendalam bagi, Dad, Mom, Sam dan terutama Katie. Catatan-catatan diary Lynn yang dia tinggalkan menjadi kisah yang terekam menjadi memori yang tidak akan terlupakan. Tentang sesuatu yang gemerlapan, tentang Kira-Kira.

Sebuah hal indah yang bisa dipetik dari kisah Katie dan Lynn yakni, meskipun hal buruk atau yang lebih buruk terjadi, bagaimanapun juga pasti ada hal-hal yang Kira-Kira, pasti ada hal istimewa dibalik semua yang terjadi.

Judul: Kira-Kira

Penulis: Cynthia Kadohata

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Hlm: 200 hlm

Tahun Terbit: Februari, 2009