Senin, 14 April 2014

WONDERSTRUCK dan THE BOOK THIEF

Apakah kau pernah merasakan rasa heran dan takjub yang sangat dalam pada satu waktu sekaligus? Hanya ada rasa ingin tahu di otak dan juga hatimu? Hingga rasa-rasanya kau takkan melakukan apapun sampai kau menyuapi rasa ingin tahu itu dengan beberapa sendok penemuan-penemuan dan jawaban?

     
(picture from google)

Hal itulah yang kupelajari dari kisah Ben Wilson (Wonderstruck – Brian Selznick) dan Liesel Memminger (The Book Thief – Markus Zuzak). Kedua anak ini diliputi oleh rasa ingin tahu akan sesuatu yang memanggil hati mereka. Ben Wilson yang tuli melakukan perjalanan dari Minnesota, Gunflint ke New York City hanya berbekal alamat lama pada selembar pembatas buku demi menemukan siapa sebenarnya dirinya. Liesel Meminger yang baru saja kehilangan adik laki-lakinya dan harus tinggal bersama Pria Berhati Akordion dan Wanita Berjubah Petir tidak bisa berhenti mencuri buku-buku yang seharusnya terlarang pada waktu itu. Rasa penasaran mereka bagaikan makhluk buas yang kelaparan.

Sudah menjadi ciri-ciri para anak bahwa mereka memiliki rasa ingin tahu yang tak hanya tinggi tetapi besar. Mereka tak akan berhenti setelah menemukan jawaban untuk pertanyaan pertama mereka, mereka terus mengejar jawaban untuk pertanyaan di kepala mereka yang sama tak terhitungnya dengan jumlah konstelasi bintang di angkasa.